OPINI: Bayi yang Tidak Diinginkan: Ujian Etika dan Kemanusiaan Kita
Seorang bayi tidak pernah memilih untuk dilahirkan. Ia tidak bersalah atas kondisi yang melatarbelakangi kehamilan.
Tangkapan layar peta Sebaran Kasus Covid di DIY versi Pemda DIY. (corona.jogjaprov.go.id)
Harianjogja.com, JOGJA--Wilayah perkotaan di sejumlah kabupaten di DIY tercatat paling banyak ditemukan orang dalam pemantauan (ODP) maupun pasien dalam pengawasan (PDP).
Kecamatan yang merupakan wilayah perkotaan atau dekat dengan pusat Kota dinilai lebih rawan terhadap penyebaran virus Corona. Merujuk data sebaran ODP, PDP maupun pasien positif Covid-19 yang dilansir laman resmi penanganan Covid-19 Pemda DIY https://corona.jogjaprov.go.id/ yang dilansir, Rabu (8/4/2020), beberapa contoh seperti Kecamatan Banguntapan, Kasihan, dan Sewon (Bantul) ditemukan ODP, PDP maupun pasien positif Covid-19 yang lebih tinggi dibanding kecamatan lainnya.
Di Banguntapan misalnya ODP tercatat paling banyak di Bantul yakni 101 orang dengan jumlah PDP 16 orang. Demikian pula Sewon yang berbatasan langsung dengan Kota Jogja ditemukan ODP sebanyak 61 orang dan delapan PDP. Sedangkan Kasihan yang juga merupakan wilayah penyangga perkotaan ditemukan 24 ODP dan PDP sebanyak 12 orang.
Kondisi serupa juga ditemukan di Sleman. Kecamatan Depok yang merupakan wilayah dengan mobilitas tinggi menempati urutan teratas jumlah ODP yakni 182 orang dengan 15 PDP.
Demikian pula Kecamatan Sleman dengan jumlah ODP 182 orang. Di Kulonprogo, Kecamatan Wates yang merupakan pusat kota ditemukan paling banyak ODP yakni 67 orang, disusul Temon 48 orang. Kecamatan Temon diketahui kini mulai bergeser menjadi pusat keramaian baru menyusul adanya Yogyakarta International Airport (YIA).
Dekan Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan (FKKMK) Universitas Gadjah Mada (UGM), Profesor Ova Emilia mengamini kondisi di atas.
"Yang positif itu kan yang punya mobilitas tinggi. Makanya edukasinya kan stay at home atau kurangi mobilitas," tegas Ova, Rabu (8/4/2020).
Menurutnya, di daerah yang terpencil dan mobilitas warganya kurang, akan lebih kecil kemungkinan warga yang terkena virus. "Jadi memang tempat yang banyak lalu lalang dan jadi tempat persinggahan," kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Seorang bayi tidak pernah memilih untuk dilahirkan. Ia tidak bersalah atas kondisi yang melatarbelakangi kehamilan.
Perbankan DIY tetap stabil Maret 2026. Aset dan DPK tumbuh, tapi kredit justru turun 1,48%.
Cek jadwal KRL Jogja–Solo Jumat 22 Mei 2026. Berangkat hampir tiap jam dengan tarif Rp8.000, praktis dan hemat.
Ratusan anak muda gelar konser di Titik Nol Jogja, suarakan perlawanan dan solidaritas di tengah isu kriminalisasi aktivis.
PAD pariwisata Sleman terus naik, tapi pertumbuhannya melambat. Ini penyebab dan data lengkapnya.
Penyalahgunaan obat-obatan tertentu di Jogja meningkat dan mengancam generasi muda. BPOM ungkap dampak serius hingga risiko kematian.