Pria Bantul Bobol Ponsel Tetangga, Modus WhatsApp Palsu Raup Rp20 Juta
Pria di Bantul ditangkap setelah mencuri ponsel tetangga dan memakai WhatsApp korban untuk menipu rekan hingga meraup Rp20 juta.
Suasana larung peralatan prokes yang dilaksanakan BPBD DIY di Teras Malioboro I untuk mengajak masyarakat tetap disiplin menegakkan prokes, Selasa ((11/10/2022)./Harian Jogja-Yosef Leon Pinsker
Harianjogja.com, JOGJA - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY melarung gunungan peralatan protokol kesehatan (prokes) di kawasan Teras Malioboro I untuk mengingatkan masyarakat agar tetap waspada dengan penyebaran Covid-19, Selasa (11/10/2022). Meski kasus Covid-19 di wilayah setempat menurun dan aktivitas masyarakat perlahan-lahan menuju normal, namun kewaspadaan terhadap penularan Covid-19 dinilai mesti tetap diantisipasi.
Larung gunungan Covid-19 dimulai dengan kampanye prokes dengan bersepeda yang diikuti oleh jajaran BPBD DIY dan komponen masyarakat lainnya. Kegiatan dimulai dari kantor BPBD DIY kemudian bergerak ke arah Tugu Jogja, Teras Malioboro dengan pembagian gunungan prokes lalu bergeser ke alun-alun utara dan berakhir di Panggung Krapyak. Adapun gunungan prokes yang dibagikan terdiri dari masker, cairan pencuci tangan dan sabun pencuci tangan.
Kepala Pelaksana BPBD DIY, Biwara Yuswantana mengatakan, dengan melarung gunungan prokes kepada masyarakat pihaknya mengajak upaya serta dari warga untuk tetap memperhatikan prokes saat beraktivitas. Menurutnya, akhir-akhir ini seiring dengan mulai normalnya aktivitas warga disiplin terhadap prokes mulai mengendur di masyarakat. Hal ini bisa dilihat di kawasan Malioboro yang banyak dikunjungi oleh wisatawan dan warga sekitar, penerapan prokes terutama masker kian berkurang.
"Itu perlu kita ingatkan dan jangan sampai kemudian dengan pulihnya aktivitas dan interaksi masyarakat kita kembali terkena lagi karena lalai menerapkan prokes khususnya penggunaan masker," kata Biwara.
Menurutnya, kasus terkonfirmasi Covid-19 di wilayah DIY sudah menunjukkan tren yang menurun. Beberapa waktu terakhir kasus Covid-19 hanya mencapai angka 20 sampai 30 kasus aktif. Melarung gunungan prokes tersebut juga menjadi simbol harapan dan doa agar pandemi Covid-19 segera berakhir dan masyarakat tidak lagi terhalang beraktivitas di luar ruangan. Terlebih dengan wacana peralihan status dari pandemi ke endemi Covid-19, pemerintah daerah disebut Biwara harus mempersiapkan upaya menuju ke arah itu.
"Gunungan prokes ini sebagai simbol doa dan harapan serta permohonan kepada Tuhan agar tren Covid-19 ini terus melandai sehingga kita bisa kembali ke masa normal. Namun doa dan permohonan itu juga dilandasi dengan usaha yang disimbolkan dengan ada masker, cairan pembersih tangan dan hand soap yang juga upaya kita untuk mengajak masyarakat menerapkan prokes," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pria di Bantul ditangkap setelah mencuri ponsel tetangga dan memakai WhatsApp korban untuk menipu rekan hingga meraup Rp20 juta.
SPMB SMP Gunungkidul 2026 buka jalur domisili 29 Juni. Aturan diperketat untuk cegah kecurangan KK tempel.
BNN, TNI, dan Polri bongkar 59 jaringan narkoba. Lebih dari 200 ton barang bukti diamankan senilai Rp29 triliun.
Disdikpora Kulonprogo gelar pelatihan dan lomba bisnis untuk pelajar dan pemuda, dorong lahirnya wirausahawan muda.
UGM kembangkan Smart Compost Vessel di Sleman, ubah sampah organik jadi pupuk cair untuk ketahanan pangan keluarga.
Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 5 Sleman menggelar peringatan Milad ke-29 yang dirangkaikan dengan peresmian Sasana Krida Wiyata pada Jumat (26/6/2026).