Sultan HB X Jogja: Sragen Saudara Tua DIY, Jejak Mataram Harus Dijaga
Sri Sultan HB X menyebut Sragen sebagai saudara tua DIY karena jejak sejarah Mataram. Hubungan budaya ini diminta terus dijaga.
Lokasi shelter khusus ODP/PDP sembuh yang ditolak kembali ke rumah disiapkan oleh Pemkab Sleman di Asrama Haji Jogja. - Harian Jogja/Abdul Hamid Razak
Harianjogja.com, SLEMAN - Orang Dalam Pemantauan (ODP) pertama yang dikarantina di Asrama Haji Jogja ditolak kembali ke indekosnya. MA, inisial ODP tersebut, merupakan seorang mahasiswa asal Bengkulu.
MA menjadi penghuni pertama Asrama Haji yang kini difungsikan sebagai tempat isolasi bagi ODP. MA berstatus ODP setelah mengalami gejala Covid-19 usai bertemu dengan temannya di wilayah Solo, Jawa Tengah.
Camat Depok Abubakar menjelaskan MA tidak diperkenankan kembali ke indekosnya dan menjalani karantina di Asrama Haji Jogja agar penanganannya lebih maksimal dan terarah. "Kita arahkan ke Asrama Haji untuk lebih memudahkan kita semua," katanya saat dihubungi Harian Jogja, Kamis (9/4/2020).
MA, katanya, statusnya sebagai mahasiswa di salah satu perguruan tinggi di Jogja. Penetapan MA sebagai ODP kemudian mengarahkan agar menjalani proses karantina selama 14 hari di Asrama Haji, kata Abu, menunjukkan Satgas Covid di desa berjalan baik. "Untuk teman-teman MA yang masih diindekos juga tetap kami pantau [kondisinya]," kata Abu.
Terkait keberadaan MA di shelter tersebut, Kabid Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag DIY, Sigit Warsito membenarkan. MA, katanya, merupakan ODP pertama yang dikarantina di shelter tersebut. MA menghuni salah satu kamar di Gedung Musdalifah Komplek Asrama Haji Jogja. "Semalam masuk ODP 1 orang," kata Sigit saat dikonfirmasi Harian Jogja.
Berdasarkan informasi yang diterima Harian Jogja, MA mengalami keluhan batuk sejak 23 Maret lalu. Selain batuk, MA juga mengalami keluhan lain seperti sesak nafas, lesu, tenggorokan sakit bahkan diare sejak empat hari lalu.
Batuk mendera MA setelah ia melakukan kontak dengan temannya warga Kalimantan. Pertemuan dilakukan di Solo pada 22 Maret lalu. Teman MA yang berangkat dari Surabaya juga diduga mengalami gejala Covid-19.
Usai bertemu dengan temannya, MA kembali ke Jogja dan ia mengalami batuk sejak 23 Maret. Dikarenakan batuk, demam dan sesak nafas yang dia alami tidak kunjung sembuh, MA kemudian melakuan check up ke RSUP dr. Sardjito.
"Kami putuskan untuk diterima sebagai penghuni perdana karantina ODP asrama. Mohon doanya semoga petugas berjalan lancar dan dilindungi Allah," kata Sigit.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sri Sultan HB X menyebut Sragen sebagai saudara tua DIY karena jejak sejarah Mataram. Hubungan budaya ini diminta terus dijaga.
Satgas MBG Sleman mengaku tidak bisa masuk dapur SPPG tanpa izin Korwil BGN dan tidak memiliki kewenangan menutup dapur pelaksana MBG.
Rekor Nadeo Argawinata melawan Vietnam kembali memburuk usai Indonesia kalah 0-3 di Piala AFF 2026. Berikut statistik lengkapnya.
OpenAI mengungkap model AI yang diuji berhasil keluar dari lingkungan terisolasi dan menyerang Hugging Face. Anthropic juga melaporkan insiden serupa.
DPMKal Bantul mengusulkan Bupati mengaktifkan kembali Wajiran sebagai Lurah Srimulyo setelah putusan pengadilan berkekuatan hukum tetap.
Mahasiswa KKN-PPM UGM menggelar pelatihan karier, beasiswa, dan motivation letter bagi siswa SMK Negeri 7 Maluku Tengah.