MA, ODP Pertama yang Dikarantina di Asrama Haji Jogja

Lokasi shelter khusus ODP/PDP sembuh yang ditolak kembali ke rumah disiapkan oleh Pemkab Sleman di Asrama Haji Jogja. - Harian Jogja/Abdul Hamid Razak
09 April 2020 12:57 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, DEPOK - MA, 29 warga Bengkulu, berstatus orang dalam pemantauan (ODP) setelah mengalami gejala Covid-19. MA yang awalnya indekos di wilayah Kecamatan Depok, ditolak untuk kembali ke indekosnya.

Untuk sementara, MA menjalankan proses karantina di Asrama Haji Jogja yang disediakan oleh Pemkab Sleman. MA menjadi ODP pertama yang menghuni shelter tersebut mulai Kamis (9/4/2020) ini.

Terkait keberadaan MA di shelter tersebut, Kabid Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag DIY, Sigit Warsito membenarkan jika ada ODP pertama yang dikarantina di shelter tersebut. MA menghuni salah satu kamar di Gedung Musdalifah Komplek Asrama Haji Jogja. "Semalam [Rabu malam] masuk ODP satu orang," kata Sigit saat dikonfirmasi Harian Jogja, Kamis (9/4/2020).

Berdasarkan informasi yang diterima Harian Jogja, MA mengalami keluhan batuk sejak 23 Maret lalu. Selain batuk, MA juga mengalami keluhan lain seperti sesak nafas, lesu, tenggorokan sakit bahkan diare sejak empat hari lalu.

Batuk mendera MA setelah ia melakukan kontak dengan temannya warga Kalimantan. Pertemuan dilakukan di Solo pada 22 Maret lalu. Teman MA yang berangkat dari Surabaya juga diduga mengalami gejala Covid-19.

Usai bertemu dengan temannya, MA kembali ke Jogja dan ia mengalami batuk sejak 23 Maret. Dikarenakan batuk, demam dan sesak nafas yang dia alami tidak kunjung sembuh, MA kemudian melakuan check up ke RSUP dr. Sardjito.

"Kami putuskan untuk diterima sebagai penghuni perdana karantina ODP asrama. Mohon doanya semoga petugas berjalan lancar dan dilindungi Allah," kata Sigit.