Ilmuwan Jepang Ciptakan Robot yang Bisa Tersenyum dengan Kulit Hidup di Wajahnya
Ilmuwan Jepang membuat wajah robot yang bisa tersenyum karena wajahnya menyalin struktur jaringan kulit manusia.
Seorang anak menyimak pembelajaran yang disiarkan melalui Televisi Republik Indonesia (TVRI) di Kelurahan Gladak Anyar, Pamekasan, Jawa Timur, Senin (13/4/2020). Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menyiapkan 720 episode untuk penayangan Belajar dari Rumah selama 90 hari untuk PAUD hingga SMA melalui TVRI. /ANTARA FOTO-Saiful Bahri
Harianjogja.com, JOGJA - Pemda DIY kembali memperpanjang masa pembelajaran jarak jauh bagi siswa sekolah di seluruh DIY yang semula berakhir pada Selasa (14/4/2020) besok menjadi ditambah selama dua minggu sampai Selasa (28/4/2020).
Hal itu sesuai dengan Surat Edaran Gubernur DIY No.443/6229 tanggal 13 April 2020 tentang Pengaturan Ulang Aktivitas Pendidikan dalam Masa Tanggap Darurat Bencana Covid-19 di Lingkungan Pendidikan di DIY. Perpanjangan ini tak lepas dari situasi dan kondisi berkaitan dengan pandemi serta hasil evaluasi dengan Disdikpora DIY dan kabupaten/kota.
Kabid Perencanaan dan Standardisasi Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DIY, Didik Wardaya menuturkan masih ada sejumlah kendala yang muncul dalam pembelajaran jarak jauh. Hal ini muncul setelah dilakukan evaluasi oleh Disdikpora DIY dan kabupaten/kota.
"Kendalanya sudah ada keluhan siswa mulai jenuh dengan gadget," kata Didik ketika dihubungi pada Senin (13/4/2020) sore. Hal ini tak dipungkiri dapat terjadi lantaran seluruh pembelajaran saat ini menggunakan sistem daring dengan gawai.
Didik berharap para tenaga pendidik bisa mengombinasikan metode pembelajaran dengan cara yang menghibur, inovatif, dan menyenangkan, sehingga bisa menumbuhkan cara berpikir kreatif bagi siswa meskipun pembelajaran tidak berlangsung secara tatap muka.
Ketika disinggung apakah keluhan siswa juga berkaitan dengan beban tugas yang diberikan setiap harinya, Didik mengakui hal itu juga muncul. "Kalaupun ada wajar, tetapi dalam satu hari kan mata pelajarannya dikurangi, artinya jadwalnya diatur ulang, supaya tidak jenuh dan kelelahan," katanya.
Untuk jenjang SMA/SMK, setiap harinya rata-rata ada tiga mata pelajaran yang diajarkan. Sehingga kondisi ini ia rasa tidak memberatkan siswa. "Bukan dibatasi, jadwal diserahkan ke sekolah, hanya rata-rata sehari 3 mata pelajaran," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Ilmuwan Jepang membuat wajah robot yang bisa tersenyum karena wajahnya menyalin struktur jaringan kulit manusia.
Elon Musk sebut Neuralink "teknologi level Yesus". Klaim ambisius ini tuai kritik pakar karena kurangnya bukti ilmiah. Simak fakta selengkapnya di sini.
Wali Kota Jogja menemukan kandang ayam, sampah, dan pendangkalan saat susur Sungai Code, Pemkot rencanakan normalisasi.
Perbaikan Jalan R Agil Kusumadya Kudus tuntas, akses Demak–Kudus kini mulus dengan anggaran gabungan pusat dan daerah Rp40 miliar.
Maarten Paes tampil solid bawa Ajax Amsterdam ke final playoff Europa Conference League. Simak performa kiper Timnas Indonesia vs Groningen di sini.
Lelang jabatan Pemkab Gunungkidul selesai, tujuh kandidat bersaing jadi kepala OPD dan menunggu keputusan bupati.