Seragam Baru Jukir Solo Dikritik, Wali Kota Singgung QRIS
Wali Kota Solo Respati Ardi tanggapi kritik lomba seragam jukir. Seragam baru akan dilengkapi QRIS untuk dorong parkir cashless.
Perwakilan dari JCACC secara simbolis menyerahkan bantuan kepada tenaga medis belum lama ini./ Ist./ JCACC
Harianjogja.com, SLEMAN—Dalam menghadapi pandemi Covid-19, upaya yang bisa dilakukan adalah bersatu untuk melawannya.
Ketua I Jogja Chinese Art and Culture Center (JCACC) Jimmy Sutanto mengatakan pandemi ini tidak hanya berdampak pada Indonesia, tetapi pada dunia. Karena itu, semua pihak diharapkan bisa memaklumi kondisi ini dan berusaha ikut mencegah penyebarannya. "Untuk saat ini mari kita ikuti arahan pihak yang berwenang seperti pemerintah dan pihak terkait. Agar Covid-19 ini segera berlalu," kata dia, Rabu (22/4).
Ia juga mengajak masyarakat untuk menjaga kesehatan dengan berolahraga. Selain itu ia mengajak masyarakat untuk mengonsumsi makanan yang seimbang dan bergizi. "Kita mengalami ini bersama sehingga kita juga harus bersatu melawannya. Jaga kesehatan kita dan patuhi anjuran pemerintah," kata dia.
Seluruh paguyuban Tionghoa di Jogja bersama dengan Ikatan Alumni Pangudi Luhur 1 Yogyakarta, Ikatan Koko Cici Jogja, dan Barak Tunas Karya DIY telah menyelesaikan aksi sosial tahap I, II dan III sejak Rabu (25/3) hingga Minggu (5/4) beberapa waktu lalu.
Tiga tahap awal tersebut dengan memberikan bantuan kepada masyarakat berupa masker, hand sanitizer dan penyebaran poster edukasi kepada masyarakat. Total bantuan yang diberikan pada tiga tahap tersebut adalah sebanyak 13.000 masker, 7.250 hand sanitizer dan 2.000 poster edukasi.
Tahap ke IV dilakukan pemberian bantuan ke tenaga medis dengan membagikan masker, hand sanitizer, serta hazmat ke beberapa rumah sakit, yang diselenggarakan Senin (13/4) hingga Jumat (17/4). Perwakilan JCACC, Bekti mengatakan banyak rumah sakit yang kesulitan mendapatkan APD, sehingga sangat berisiko terkena paparan virus Covid-19.
“Kami telah membagikan total 200 hazmat, delapan galon hand sanitizer dan 25 boks masker ke 12 rumah sakit yang membutuhkan. Diharapkan bantuan yang telah kami berikan ini dapat membantu para tenaga medis yang tengah berjuang merawat dan melayani pasien-pasien saat ini,” ucap perwakilan JCACC, Bekti, Rabu (22/4).
Untuk tahap selanjutnya direncanakan membagikan sembako berupa paket beras lima kilogram (kg) yang direncakan dapat mencapai 15-20 ton beras. “Kami berharap bantuan dari masyarakat Tionghoa di Jogja dan rekan rekan lain, dapat sedikitnya berguna bagi sesama yang membutuhkan. Tentunya kami juga ada rasa khawatir dalam melakukan kegiatan sosial ini, tetapi kami juga menyadari kita semua harus bergerak demi sesama, karena kita semua orang Indonesia harus saling membantu untuk melewati masa pademi ini. Tiap orang mempunyai cara yang berbeda untuk saling menolong, yang penting tetap jaga kebersihan, jaga jarak, dan jaga kesehatan,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Wali Kota Solo Respati Ardi tanggapi kritik lomba seragam jukir. Seragam baru akan dilengkapi QRIS untuk dorong parkir cashless.
Persib Bandung juara Super League 2025/2026 usai unggul head to head atas Borneo FC. Simak klasemen akhir dan tim terdegradasi.
Penggunaan hand sanitizer berlebihan bisa picu eksim, kulit kering, dan iritasi. Simak penjelasan dokter kulit.
Bulog Jogja pastikan stok Minyakita aman jelang Idul Adha. Distribusi capai 2,6 juta liter, ditambah pasokan baru.
76 Indonesian Downhill 2026 di Bantul hadir dengan track ekstrem. Seeding run panas, final diprediksi makin sengit!
Presiden Kelima RI yang juga Ketua Umum DPP PDI Perjuangan (PDIP), Prof. Dr. Megawati Soekarnoputri, menghadiri resepsi pernikahan Ignatius Windu Hastomo (Igo)