Pameran Lukisan di Vredeburg Suguhkan Jejak Seni Rupa Indonesia
Pameran Galeri Nasional Indonesia di Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta menghadirkan 28 maestro seni rupa hingga 30 Agustus 2026.
Foto Ilustrasi. /Ist-Freepik
Harianjogja.com, JOGJA--Pemda DIY membeberkan penyebab lonjakan kasus Covid-19 di wilayah ini.
Seperti diketahui dalam dua hari terakhir yakni Jumat (1/5/2020) dan Sabtu (2/5/2020) ada penambahan sebanyak 19 kasus positif Covid-19 di DIY.
Juru Bicara Pemda DIY untuk Penanganan Covid-19 Berty Murtiningsih menyatakan penyebab peningkatan kasus itu karena hasil dari percepatan pemeriksaan laboratorium terutama beberapa klaster besar.
"Salah satunya begitu [karena hasilnya bersamaan], mengingat dari hasil tersebut empat kasus adalah tracing kontak di Gunungkidul," ucapnya, Sabtu.
Berty menjelaskan berdasarkan hasil laboratorium ada penambahan jumlah pasien positif Covid-19 sebanyak 10 kasus pada Sabtu (2/5/2020). Sehingga total pasien Covid-19 di DIY total menjadi 114 kasus per Sabtu (2/5/2020).
Sedangkan jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) yang dinyatakan negatif hanya bertambah satu orang, dari sebelumnya 685 pada Jumat (1/5/2020) dan Sabtu (2/5/2020) terpantau menjadi 686 pasien dinyatakan negatif Covid-19.
"Penambahan kasus terkonfirmasi positif Covid 19 pada hari ini tanggal 2 Mei 2020 sebanyak 10 kasus, sehingga jumlah kasus positif Covid 19 di DIY menjadi 114 kasus," katanya.
Berty menambahkan dari penambahan 10 itu terdiri atas warga Gunungkidul lima orang, Bantul tiga orang dan Kulonprogo dua orang. Adapun urutan penambahan pasien positif berdasarkan catatan Gugus Tugas Penanganan Covid-19 DIY antara lain Kasus 107, perempuan, 67 tahun, warga Gunungkidul, Kasus 108, perempuan, 48 tahun warga Gunungkidul, Kasus 109 : laki laki, 44 tahun warga Gunungkidul. Kemudian Kasus 110, perempuan, 39 tahun warga Bantul, Kasus 111 laki laki, 42 tahun warga Kulonprogo, Kasus 112 laki laki, 23 tahun warga Kulonprogo dan Kasus 113 laki laki, 33 tahun warga Gunungkidul.
Tiga kasus tambahan lainnya adalah Kasus 114, perempuan, 23 tahun warga Gunungkidul,Kasus 115 laki laki, 51 tahun warga Bantul dan Kasus 116, perempuan, 27 tahun warga Bantul.
"Rata-rata pasien kondisinya baik. Penambahan 10 kasus ini berasal dari Gunungkidul, Bantul dan Kulonprogo," katanya.
Ia mengatakan dari jumlah itu ada empat pasien yang teridentifikasi masuk dalam klaster Jemaah Tabligh Jakarta. Keempatnya adalah Kasus 107, Kasus 108, Kasus 113 dan Kasus 114. Sedangkan klaster Jemaah Tabligh Gowa atau dikenal dengan Ijtima Gowa hanya satu yaitu pasien Kasus 111. Selain itu ada satu pasien yang masuk dalam klaster Pesantren Temboro, Magetan terdata sebagai Kasus 112.
"Hasil kontak tracing dari masing Dinkes, ada Klaster Jemaah Tabligh Jakarta empat kasus, tabglih Gowa ada satu kasus dan Pesantren Temboro satu kasus," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pameran Galeri Nasional Indonesia di Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta menghadirkan 28 maestro seni rupa hingga 30 Agustus 2026.
Presiden Prabowo dan PM India Narendra Modi dijadwalkan mengunjungi Candi Prambanan pada 8 Juli 2026. Pengamanan diperketat, operasional wisata disesuaikan.
Pekerja PLTSa Putri Cempo Solo mengalami kecelakaan kerja hingga tangannya masuk mesin. Korban telah menjalani operasi dan kini dalam pemulihan.
Restorasi Candi Prambanan dinilai akan memperkuat daya tarik pariwisata DIY meski berpotensi memengaruhi pola kunjungan sementara.
Polsek Bantul mengungkap kasus curanmor di Lapangan Paseban. Pelaku residivis teridentifikasi setelah polisi mencocokkan nomor rangka sepeda motor.
Mendikdasmen Abdul Mu'ti menyebut pendekatan deep learning dapat meningkatkan minat baca, literasi siswa, dan memperkuat peran perpustakaan sekolah