Gempa M5,4 Guncang Cilacap, Getarannya Terasa hingga Jogja
Gempa M5,4 mengguncang Cilacap saat salat Jumat. Getaran dirasakan hingga Jogja dan BMKG memastikan gempa tidak berpotensi tsunami.
Foto Ilustrasi. /Ist-Freepik
Harianjogja.com, JOGJA--Pemda DIY membeberkan penyebab lonjakan kasus Covid-19 di wilayah ini.
Seperti diketahui dalam dua hari terakhir yakni Jumat (1/5/2020) dan Sabtu (2/5/2020) ada penambahan sebanyak 19 kasus positif Covid-19 di DIY.
Juru Bicara Pemda DIY untuk Penanganan Covid-19 Berty Murtiningsih menyatakan penyebab peningkatan kasus itu karena hasil dari percepatan pemeriksaan laboratorium terutama beberapa klaster besar.
"Salah satunya begitu [karena hasilnya bersamaan], mengingat dari hasil tersebut empat kasus adalah tracing kontak di Gunungkidul," ucapnya, Sabtu.
Berty menjelaskan berdasarkan hasil laboratorium ada penambahan jumlah pasien positif Covid-19 sebanyak 10 kasus pada Sabtu (2/5/2020). Sehingga total pasien Covid-19 di DIY total menjadi 114 kasus per Sabtu (2/5/2020).
Sedangkan jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) yang dinyatakan negatif hanya bertambah satu orang, dari sebelumnya 685 pada Jumat (1/5/2020) dan Sabtu (2/5/2020) terpantau menjadi 686 pasien dinyatakan negatif Covid-19.
"Penambahan kasus terkonfirmasi positif Covid 19 pada hari ini tanggal 2 Mei 2020 sebanyak 10 kasus, sehingga jumlah kasus positif Covid 19 di DIY menjadi 114 kasus," katanya.
Berty menambahkan dari penambahan 10 itu terdiri atas warga Gunungkidul lima orang, Bantul tiga orang dan Kulonprogo dua orang. Adapun urutan penambahan pasien positif berdasarkan catatan Gugus Tugas Penanganan Covid-19 DIY antara lain Kasus 107, perempuan, 67 tahun, warga Gunungkidul, Kasus 108, perempuan, 48 tahun warga Gunungkidul, Kasus 109 : laki laki, 44 tahun warga Gunungkidul. Kemudian Kasus 110, perempuan, 39 tahun warga Bantul, Kasus 111 laki laki, 42 tahun warga Kulonprogo, Kasus 112 laki laki, 23 tahun warga Kulonprogo dan Kasus 113 laki laki, 33 tahun warga Gunungkidul.
Tiga kasus tambahan lainnya adalah Kasus 114, perempuan, 23 tahun warga Gunungkidul,Kasus 115 laki laki, 51 tahun warga Bantul dan Kasus 116, perempuan, 27 tahun warga Bantul.
"Rata-rata pasien kondisinya baik. Penambahan 10 kasus ini berasal dari Gunungkidul, Bantul dan Kulonprogo," katanya.
Ia mengatakan dari jumlah itu ada empat pasien yang teridentifikasi masuk dalam klaster Jemaah Tabligh Jakarta. Keempatnya adalah Kasus 107, Kasus 108, Kasus 113 dan Kasus 114. Sedangkan klaster Jemaah Tabligh Gowa atau dikenal dengan Ijtima Gowa hanya satu yaitu pasien Kasus 111. Selain itu ada satu pasien yang masuk dalam klaster Pesantren Temboro, Magetan terdata sebagai Kasus 112.
"Hasil kontak tracing dari masing Dinkes, ada Klaster Jemaah Tabligh Jakarta empat kasus, tabglih Gowa ada satu kasus dan Pesantren Temboro satu kasus," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Gempa M5,4 mengguncang Cilacap saat salat Jumat. Getaran dirasakan hingga Jogja dan BMKG memastikan gempa tidak berpotensi tsunami.
File penting terhapus di laptop? Simak cara mengembalikan file di Windows dan Mac menggunakan Undo, Recycle Bin atau Trash, hingga aplikasi pemulihan data.
Sebanyak 522 pelajar dari 71 sekolah di DIY dan Jawa Tengah menguji ketelitian mereka dalam Kontes Roket Air yang digelar Taman Pintar di Taman Budaya Embung Gi
PSIM Jogja ditahan Persita 1-1 pada laga HUT ke-97 klub. Van Gastel menyoroti passing dan gol mudah yang membuat Laskar Mataram gagal menang.
Logo BMW sering dianggap sebagai baling-baling pesawat. Simak sejarah logo BMW, makna warna biru-putih, dan bagaimana mitos tersebut muncul.
Rehan/Melati kalah dua gim langsung dari pasangan China pada debut Indonesia Masters 2026. Simak evaluasi dan masa depan pasangan baru Indonesia tersebut.