Jogja Siap Pecahkan Rekor MURI 1.000 Difabel Tuli
Jogja akan jadi lokasi pemecahan rekor MURI 1.000 difabel tuli sekaligus seminar kebangsaan disabilitas oleh KND.
Foto ilustarsi. /Antara Foto
Harianjogja.com, JOGJA- Sebagai upaya membentuk generasi yang tidak hanya cerdas dalam akademik tapi juga memahami nilai-nilai kearifan lokal, Pemerintah Kota Jogja menyiapkan program Gandes Luwes yang menyasar pada siswa sekolah dari TK hingga SMP.
Wakil Walikota Jogja, Heroe Poerwadi, menjelaskan Gandes Luwes bertujuan membentuk karakter masyarakat sesuai nilai-nilai yang tertanam di masyarakat. “Tida hanya membangun intelektualnya, tapi juga karakternya,” ujarnya, Sabtu (2/4/2020).
Ia mengungkapkan program yang telah dirancang di tahun 2019 ini seharusnya dilaksanakan tahun ini, namun karena situasi pandemi, jadi ditunda untuk tahun depan. Dengan program ini, ia berharap generasi muda Kota Jogja membumi dan tidak lupa dengan lingkungannya.
Generasi milenial yang saat ini mendominasi generasi muda kata dia, memiliki karakter yang sangat berbeda dengan generasi sebelumnya. “Generasi milenial memiliki kemampuan berpikir lebih baik dibanding generasi sebelumnya karena cepat menangkap pelajaran,” ungkapnya.
Meski demikian, generasi milenial memiliki kelemahan yakni mentalnya yang rapuh. Jika dibanding generasi sebelumnya, generasi milenial memiliki daya juang yang cenderung lebih rendah. Hal ini disebabkan karakternya tidak terbangun sejak awal.
Sebab itu, Gandes Luwes muncul untuk mengatasi persoalan ini. Pihaknya saat ini telah menyiapkan kompetensi apa saja yang harus dimiliki generasi muda, mulai tingkat TK sampai SMP, apa saja yang perlu mereka capai setelah lulus dari tingkat Pendidikan itu.
“ia mencontohkan siswa TK setelah lulus sudah dapat nembang atau menari tarian tradisional. “Kalau untuk siswa SD semisal bisa dolanan tradisional apa atau keterampilan apa pun yang sifatnya berkaitan dengan interaksi sosial,” kata dia.
Sebelumnya, Kepala Dinas Pendidikan Kota Jogja, Budi Asrori, mengatakan Pendidikan karakter dalam Gandes Luwes juga diharapkan mampu mencegah budaya kekerasan di kalangan pelajar. “Pendidikan karakter sangat diperlukan agar anak-anak tidak terjerumus pada dunia kekerasan,” katanya.
Ia mengungkapkan meski program Gandes Luwes belum resmi diterapkan, beberapa sekolah telah telah mempraktekkan pendidikan karakter berbasis kearifan lokal ini. “Seperti karawitan, dolanan anak, sastra jawa, dan lainnyahanya beberapa sekolah sudah mempraktekkan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jogja akan jadi lokasi pemecahan rekor MURI 1.000 difabel tuli sekaligus seminar kebangsaan disabilitas oleh KND.
Polsek Bambanglipuro menangkap pria asal Sleman yang menipu kelompok tani dengan modus meminjam pompa air lalu menjualnya ke rongsok.
Banyumas revisi tarif retribusi pasar lewat Perbup 8/2026. Pedagang dapat keringanan, kepatuhan ditargetkan meningkat.
Lima remaja di Pati dibina polisi usai viral video pocong. Polisi pastikan konten hoaks dan situasi tetap aman.
WBC tetapkan Agit Kabayel sebagai penantang wajib Oleksandr Usyk untuk perebutan gelar dunia kelas berat pada 2026.
Kunjungan wisata Malioboro diprediksi memuncak mulai Jumat saat libur Iduladha 2026. Pengawasan kebersihan diperketat 24 jam.