Balita Kejang di Malam Hari, Pasien JKN Dapat Penanganan Cepat
Seorang balita peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) datang dalam kondisi darurat pada tengah malam dan langsung mendapatkan penanganan cepat
Foto ilustrasi. /Ist-Freepik
Harianjogja.com, BANTUL- Dinas Kesehatan Bantul sudah melakukan tes cepat terhadap dua santri yang baru pulang dari Temboro, Magetan, Jawa Timur sebagai deteksi dini Coronavirus Disease atau Covid-19. Hasil tes cepat dengan rapid diagnostic test terhadap dua santri asal Kecamatan Piyungan tersebut diketahui reaktif atau positif.
Kedua santri tersebut langsung diisolasi. Keduanya akan dilakukan tes polymerase chain reaction (PCR) melalui swab atau cairan tenggorokan dan hidung.
“Dua santri yang rapid test-nya positif, tinggal menunggu tes swab,” kata Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Penuluran Covid-19 Bantul, Sri Wahyu Joko Santoso, saat dihubungi, Senin (4/5/2020).
Pihaknya masih terus menelusuri santri lainnya yang dari Temboro. Namun sejauh ini Dinas Kesehatan baru menemukan dua santri tersebut. Oky-sapaan akrab Sri Wahyu Joko Santoso menduga santri dari Temboro pulang rombongan. Namun ia belum mengetahui rombongannya dari mana saja. “Masih kami lacak,” ucap Oky.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Seorang balita peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) datang dalam kondisi darurat pada tengah malam dan langsung mendapatkan penanganan cepat
Kelurahan Bumijo menggelar pelatihan ecoprint untuk meningkatkan keterampilan warga dan membuka peluang usaha berbasis bahan alami.
KPK menyita 12.000 dolar Singapura terkait kasus Kuansing, diduga bagian dari uang amplop yang dikembalikan Menteri Kehutanan.
Prediksi Prancis vs Maroko di perempat final Piala Dunia 2026, lengkap dengan susunan pemain dan peluang skor akhir.
Dishub Boyolali identifikasi 11 ruas jalan rawan kecelakaan. Empat ruas jadi prioritas dalam RAK LLAJ 2026–2031.
KPK periksa 9 saksi terkait alih fungsi hutan di Kuansing dan dugaan suap jabatan yang menjerat Bupati Suhardiman Amby.