Warga Bumijo Jogja Kembangkan Usaha Ecoprint Berbasis Alam

Stefani Yulindriani Ria S. R
Stefani Yulindriani Ria S. R Kamis, 09 Juli 2026 13:17 WIB
Warga Bumijo Jogja Kembangkan Usaha Ecoprint Berbasis Alam

Warga menunjukkan kain yang telah diwarnai dengan teknik ecoprint di depan Kelurahan Bumijo pada Juni 2026. /Dok. Kelurahan Bumijo.

Harianjogja.com, JOGJA—Kelurahan Bumijo, Kemantren Jetis, Kota Jogja, mengembangkan potensi ekonomi kreatif masyarakat melalui pelatihan kerajinan ecoprint yang digelar pada Juni 2026. Program ini tidak hanya membekali warga dengan keterampilan baru, tetapi juga membuka peluang usaha berbasis bahan-bahan alami yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar.

Pelatihan tersebut menjadi bagian dari upaya pemberdayaan masyarakat agar mampu menghasilkan produk bernilai ekonomi sekaligus ramah lingkungan.

Dorong Kemandirian Ekonomi Warga

Kepala Seksi Pemberdayaan Kelurahan Bumijo, Ani Widayati, mengatakan ecoprint dipilih karena memiliki prospek yang cukup baik untuk dikembangkan sebagai usaha kreatif masyarakat.

Menurutnya, teknik tersebut memanfaatkan pewarna alami dari tumbuhan sehingga menghasilkan produk dengan nilai seni yang tinggi.

"Selain memanfaatkan bahan-bahan alam yang mudah diperoleh, produk ecoprint juga memiliki nilai ekonomi yang tinggi sehingga diharapkan dapat menjadi peluang usaha baru bagi warga," katanya, Rabu (8/7/2026).

Ecoprint merupakan teknik mencetak motif sekaligus mentransfer warna alami dari berbagai bagian tumbuhan, seperti daun, bunga, maupun batang.

Peserta Belajar Teknik Dasar Ecoprint

Dalam pelatihan tersebut, peserta mendapatkan materi mengenai teknik dasar pembuatan ecoprint, mulai dari proses mengekstrak pewarna alami hingga mencetak motif daun pada kain berbahan serat alami.

Kain yang digunakan meliputi katun, sutra, linen, maupun wol yang dinilai mampu menyerap warna alami dengan baik.

Berbagai bahan pewarna juga diperkenalkan kepada peserta, seperti kayu secang untuk menghasilkan warna merah, kayu tingi atau mahoni untuk warna cokelat, kayu teger untuk warna kuning, serta daun teh hijau yang menghasilkan warna hitam.

Manfaatkan Daun Bertanin Tinggi

Selain pewarna alami, peserta juga dikenalkan pada berbagai jenis daun yang mengandung tanin tinggi agar motif yang dihasilkan lebih maksimal.

Jenis daun yang digunakan antara lain daun jarak wulung, jarak kepyar, jarak pagar, jati, mindi, lanang, dan kinah.

Dalam proses pembuatannya, daun disusun di atas kain, kemudian kain digulung dan dikukus menggunakan dandang selama sekitar dua jam hingga motif alami tercetak pada permukaan kain.

Diharapkan Jadi Produk Bernilai Jual

Ani berharap keterampilan yang diperoleh peserta tidak berhenti pada pelatihan semata, tetapi dapat dikembangkan menjadi usaha mandiri.

Produk ecoprint dinilai memiliki peluang untuk dipasarkan sebagai produk fesyen maupun dekorasi rumah yang memiliki ciri khas karena menggunakan motif alami.

“Ecoprint diharapkan dapat menjadi salah satu alternatif usaha berbasis ekonomi kreatif yang mampu meningkatkan pendapatan sekaligus mendukung pelestarian lingkungan melalui pemanfaatan bahan-bahan alami,” katanya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online