Penataan Malioboro Jogja Masih Dikaji, Becak Listrik Belum Beroperasi

Stefani Yulindriani Ria S. R
Stefani Yulindriani Ria S. R Kamis, 09 Juli 2026 13:37 WIB
Penataan Malioboro Jogja Masih Dikaji, Becak Listrik Belum Beroperasi

Wisata di kawasan sumbu filosofis Jogja bisa menggunakan Bus Jogja Heritage Track melewati Jalan Malioboro./visitingjogja.

Harianjogja.com, JOGJA—Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja masih menyusun skema penataan kawasan Malioboro, termasuk rencana pengoperasian becak listrik dan pengaturan akses kendaraan. Seluruh kebijakan tersebut masih dibahas bersama Pemerintah Daerah (Pemda) DIY agar pelaksanaannya sesuai dengan kondisi di lapangan.

Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo mengatakan proses penataan dilakukan secara bertahap karena setiap ruas jalan di kawasan Malioboro memiliki karakteristik yang berbeda.

Pengaturan Akses Disesuaikan Kondisi Lapangan

Hasto menjelaskan pembahasan penataan mencakup berbagai aspek, mulai dari akses bagi warga yang tinggal di kawasan Malioboro, pengaturan setiap ruas jalan atau sirip, lokasi putar balik kendaraan, hingga ketersediaan area parkir.

Menurutnya, kondisi di setiap ruas tidak sama sehingga pola pengaturannya juga tidak dapat diseragamkan.

Portal yang telah dipasang di sejumlah akses menuju Malioboro, kata Hasto, merupakan bagian dari kesiapan infrastruktur apabila sewaktu-waktu diperlukan penutupan jalan.

Meski demikian, penerapan kebijakan tersebut masih menunggu hasil pembahasan bersama Pemda DIY.

"Pembahasannya masih dilakukan tahap demi tahap agar semua aspek bisa dipertimbangkan dengan matang," ujarnya, Kamis (9/7/2026).

Water Station Rusak Akan Tetap Diperbaiki

Selain membahas penataan kawasan, Hasto juga menanggapi laporan mengenai sejumlah fasilitas air minum gratis (water station) di kawasan Malioboro yang mengalami kerusakan akibat penyalahgunaan oleh sebagian pengunjung.

Ia menjelaskan fasilitas tersebut disediakan sebagai layanan publik agar wisatawan maupun masyarakat dapat memperoleh akses air minum dengan mudah.

Namun, menurutnya, masih ada pengguna yang memanfaatkan fasilitas tersebut di luar fungsi yang semestinya.

"Yang kemarin baru beberapa ya, karena dipakai macam-macam. Harusnya untuk minum malah dipakai cuci, digantung-gantungi anak-anak. Kalau rusak ya diperbaiki," katanya.

Edukasi Masyarakat Terus Diperkuat

Hasto menegaskan kerusakan fasilitas umum tidak akan membuat pemerintah menghentikan penyediaan layanan bagi masyarakat.

Sebaliknya, Pemkot Jogja akan terus melakukan perbaikan fasilitas sekaligus memperkuat edukasi agar masyarakat ikut menjaga sarana publik yang telah disediakan.

"Memberikan edukasi kepada masyarakat memang penting dan harus terus-menerus. Jangan karena masyarakat belum kondusif lalu kita berhenti menyediakan fasilitas.

Kebaikan itu harus terus kita kerjakan, edukasi saja yang terus ditingkatkan," ujarnya.

Menurut Hasto, keberhasilan penataan kawasan Malioboro tidak hanya bergantung pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga partisipasi masyarakat dalam merawat fasilitas publik agar dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online