Kasus DBD Terbanyak di Gunungkidul Ada di Ponjong, Capai 64 Kasus
Kasus DBD Gunungkidul mencapai 216 hingga September 2026. Ponjong menjadi wilayah dengan kasus terbanyak, yakni 64 kasus.
Kondisi di Pantai Indrayanti, Tepus, Kecamatan Tepus bersih setelah diterjang gelombang tinggi, Sabtu (9/5/2020). /Ist- Dok SAR Satlinmas Wilyaah II DIY
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Gelombang tinggi menerjang kawasan pesisir Gunungkidul, Sabtu (9/5) pagi. Tidak ada kerusakan akibat kejadian itu, malahan sejumlah pantai dilaporkan menjadi bersih akibat terjangan ombak.
Koordinator SAR Satlinmas Wilayah II DIY, Marjono mengatakan, Sabtu (9/5/2020) pagi menjadi puncak gelombang tinggi yang mencapai empat meter. Meski ada peningkatan gelombang, peristiwa ini tidak sampai membuat kerusakan.
Dia menjelaskan, fenomena gelombang tinggi merupakan hal biasa dan terus terjadi setiap tahunnya. Untuk tahun ini berbeda dengan sebelumnya karena adanya pandemic corona membuat aktivitas di kawasan pantai ditutup sehingga sepi pengunjung.
“Tidak ada yang kerusakan. Nelayan juga telah mengantisipasi dengan tidak melaut saat terjadi puncak gelombang tinggi,” kata Marjono, Sabtu.
Meski nelayan harus menghentikan aktivitas di laut, namun adanya gelombang tinggi juga memberikan berkah sendiri. Akibat terjangan ombak yang sampai di bibir pantai membawa sampah-sampah sehingga kondisi terlihat lebih bersih.
“Semua sampah disapu sehingga pantai bisa terlihat lebih bersih dari biasanya. Pasir-pasir di Pulangsawal, Sundak hingga Krakal terlihat putih karena sampahnya tersapu oleh gelombang,” ungkapnya.
Sesuai dengan prediksi dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Sabtu kemarin menjadi puncak gelombang tinggi. Untuk beberapa hari ke depan, ketinggian gelombang akan menurun dan akan kembali normal. “Meski diprediksi landai, para nelayan tetap kami minta waspada. Salah satunya membawa alat perlindungan diri saat beraktivitas di laut,” katanya.
Marjono pun berharap pandemic corona bisa segera berakhir sehingga kondisi dapat kembali normal. “Ya kalau sekarang sepi. Yang mau ke pantai harap bersabar dan tunggu hingga suasana kondusif,” katanya.
Salah seorang nelayan di Pantai Baron, Mardi mengatakan, gelombang tinggi berdampak terhadap aktivitas nelayan untuk mencari ikan. Menurut dia, banyak nelayan yang berhenti melaut dengan alasan keselamatan. “Mudah-mudahan segera normal dan nelayan bisa beraktivitas seperti biasa,” katanya.
Dia pun berharap pasca-adanya gelombang tinggi, hasil tangkapan bisa melimpah agar nelayan bisa mendapatkan penghasilan yang lebih. “Di tengah kondisi seperti ini, nelayan ikut terasa dampaknya karena penghasilan yang diperoleh minim,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kasus DBD Gunungkidul mencapai 216 hingga September 2026. Ponjong menjadi wilayah dengan kasus terbanyak, yakni 64 kasus.
Kajian renovasi Stadion Mandala Krida masuk tahap analisis. DPRD DIY menargetkan estimasi DED tersedia untuk penganggaran 2027.
ASDP Ketapang mengoperasikan 27 kapal untuk mempercepat penguraian antrean kendaraan sepanjang 8,5 km di Pelabuhan Ketapang.
Subsidi BBM dan LPG 3 kg dalam APBN 2027 turun Rp11,4 triliun dari usulan awal menjadi Rp261,5 triliun.
Prabowo menemui Megawati di Teuku Umar untuk takziah Guruh Soekarnoputra. Keduanya juga berbincang soal bangsa dan negara.
MK memutus 20 permohonan uji materi UU siang ini, termasuk perkara UU Polri, Kesehatan, Perlindungan Konsumen, dan KUHP Nasional.