Google Siapkan Fitur Anti-Penipuan di Android 17
Google menghadirkan fitur keamanan baru di Android 17, termasuk pemutus telepon penipu otomatis dan perlindungan OTP.
Ilustrasi telur ayam./Bisnis Indonesia-Nurul Hidayat
Harianjogja.com, BANTUL--Maraknya penjualan telur infertil di beberapa daerah membuat Dinas Pertanian Pangan Kelautan dan Perikanan (DPPKP) Bantul memperketat penjualan telur ayam ras. Selain melakukan pemantauan, DPPKP juga meminta kepada para pedagang di sejumlah pasar tradisional untuk mewaspadai keberadaan telur yang tak layak dikonsumsi tersebut.
“Kemungkinan beredarnya saat ini di Bantul kecil. Meski demikian, kami tetap mewaspadainya,” kata Kabid Peternakan DPPKP Bantul Joko Waluyo, Kamis (14/5/2020).
Menurut dia, sekilas tidak ada perbedaan yang mencolok antara telur infertil dan telur konsumsi. Namun, di suhu ruang, telur ayam infertil hanya mampu bertahan sekitar tujuh hari sedangkan untuk telur ayam konsumsi bisa bertahan hingga sekitar satu bulan.
Bagi konsumen, hal ini mungkin tidak terlalu diketahui. Akan tetapi, pedagang, lanjut Joko, sangat paham dengan perbedaan antara telur infertil dan telur konsumsi. Di samping itu, harga telur infertil biasa dijual sangat jauh di bawah harga jual telur konsumsi.
“Dari sini, pedagang juga sudah sangat paham cara membedakannya. Dan, sejauh ini, kami belum mendapati peredarannya,” lanjutnya.
Ia mengungkapkan, tidak hanya penjulan telur ayam ras yang kini menjadi fokus pengawasan dari DPPKP. Sejumlah kebutuhan pokok lainnya, kini terus diawasi peredarannya. Hal ini penting dilakukan jelang Lebaran 2020.
“Kami rencana pekan depan akan turun ke beberapa pasar untuk mengecek harga dan stok barang. Apakah nantinya ada lonjakan harga atau tidak,” ungkapnya.
Jika nantinya dari hasil pengecekan ditemukan adanya kekurangan stok dan kenaikan harga yang signifikan, DPPKP bersama dengan sejumlah dinas terkait dipastikan akan melakukan berbagai upaya untuk mengatasinya, termasuk melakukan operasi pasar.
“Nanti kami akan bergerak dengan instansi lainnya untuk pengecekan. Nanti tergantung hasilnya seperti apa? apakah diperlukan operasi pasar atau tidak?,” kata dia.
Kasi Distribusi dan Harga Barang Kebutuhan Pokok Disdag Bantul Zuhriyatun Nur Handayani mengungkapkan siap untuk berkoordinasi dengan DPPKP terkait antisipasi peredaran telur infertil dan pengecekan harga serta stok barang di beberapa pasar tradisional di wilayahnya.
“Kalau laporan mengenai hal tersebut [keberadaan telur infertil] sejauh ini memang belum ada,” ucap dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Google menghadirkan fitur keamanan baru di Android 17, termasuk pemutus telepon penipu otomatis dan perlindungan OTP.
Korlantas Polri siaga 24 jam selama libur panjang Kenaikan Yesus Kristus untuk antisipasi lonjakan kendaraan dan kemacetan.
Meutya Hafid mengungkap hampir 200 ribu anak di Indonesia terpapar judi online, termasuk 80 ribu anak di bawah usia 10 tahun.
Mentan Amran melepas ekspor pupuk urea ke Australia senilai Rp7 triliun untuk memperkuat industri pupuk nasional dan pasar global.
Gereja Katedral Jakarta menggelar empat sesi misa Kenaikan Yesus Kristus, Polda Metro Jaya amankan 860 tempat ibadah.
ILRC mencatat kasus femisida seksual di Indonesia meningkat pada 2025. Korban didominasi anak perempuan hingga perempuan muda.