RSPS Bantul Raih ISO 27001:2022, Perkuat Keamanan Data Pasien
Sertifikasi ISO 27001:2022 ini menjadi bukti keseriusan RSUD Panembahan Senopati Bantul dalam memberikan layanan yang aman dan profesional
Program KB
Harianjogja.com, BANTUL—Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Perwakilan DIY mengubah pola distribusi alat kontrasepsi dari sebelumnya disalurkan lewat fasilitas kesehatan dan puskesmas, pada masa pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) disalurkan lewat petugas layanan keluarga berencana (KB) atau penyuluh KB.
Perubahan pola pendistribusian alat kontrasepsi tersebut karena pengakses atau akseptor KB di puskesmas dan layanan rumah sakit lainnya menurun sejak pandemi Covid-19. Bahkan target sasaran KB baru yang ditetapkan BKKBN Perwakilan DIY pada tahun ini sebanyak 92.000 orang, baru tercapai sekitar 10%.
Kepala Perwakilan BKKBN DIY, Ukik Kusuma Kurniawan, mengatakan peningkatan capaian KB perlu dilakukan dengan cara jemput bola melalui petugas layanan KB. Hal itu sesuai dengan surat edaran dari Kepala BKKBN No. 8/2020 tentang Penanganan Pelayanan KB di Masa Pandemi.
Edaran tersebut selaras dengan kebijakan Kementerian Kesehatan yang sudah mengeluarkan panduan pelayanan KB. “Intinya petugas layanan KB atau penyuluh keluarga berencana diperkenankan melakukan pendistribusian ulang [alat kontrasepsi] kepada masyarkat, tentu dibawah pengawasan puskesmas atau fasilitas kesehatan,” kata Ukik, seusai rapat bersama Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPPKBPMD) dan Dinas Kesehatan di Parasamya, Kompleks Pemerintahan Kabupaten Bantul, Senin (18/5/2020).
Ukik mengatakan perubahan pola pendistribusian alat kontrasepsi itu dikarenakan jumlah pasien atau akseptor KB mengalami penurunan. Ada beberapa faktor yang menyebabkan penurunan, di antaranya, kata Ukik, adanya kekhawatiran akseptor tentang penularan Covid-19 saat mengakses layanan kesehatan.
Selain itu, alasan lainnya karena beberapa fasilitas kesehatan juga membatasi layanan KB karena petugas kesehatan fokus menangani Covid-19. “Atau bisa jadi ada akseptor KB namun belum tercatat karena petugas fokus menangani Covid-19,” ucap Ukik.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemerintah menargetkan 40 ribu Kopdes Merah Putih mulai beroperasi Oktober 2026 untuk memperkuat ekonomi desa dan layanan masyarakat.
MTA Pakem dan RSA UGM gelar donor darah di Sleman. Diikuti 150 peserta, bantu penuhi kebutuhan stok darah.
Jadwal KRL Jogja–Solo Minggu 5 Juli 2026 lengkap dari Jogja hingga Palur. Tarif Rp8.000, cek jam keberangkatan terbaru.
Pemerintah targetkan 40.000 Kopdes Merah Putih beroperasi Oktober 2026 untuk dorong ekonomi desa dan distribusi bantuan.
Jadwal KRL Jogja–Solo Minggu 5 Juli 2026 lengkap dari Jogja hingga Palur. Tarif Rp8.000, cek jam keberangkatan terbaru.