Pengasuh Ponpes di Wonogiri Dilaporkan Terkait Kasus Asusila
Polres Wonogiri menyelidiki dugaan kekerasan seksual berbasis gender online yang melibatkan pengasuh ponpes berinisial E.
Kerumunan pengunjung terpantau di los sayur Pasar Sleman, Kamis pagi (21/5/2020).-Harian Jogja/Hery Setiawan (ST18)
Harianjogja.com, SLEMAN - Empat hari jelang Hari Raya Idulfitri, Pasar Sleman dan Pasar Rejodani terpantau mulai terjadi peningkatan pengunjung.
Penumpukan di beberapa los pasar juga terlihat sejak pukul 05.30 WIB. Sayangnya, masih ada pengunjung yang tidak mematuhi anjuran untuk menjaga jarak dan memakai masker.
Penumpukan pengujung itu salah satunya terlihat di los-los sayuran Pasar Sleman. Sementara los-los lainnya terpantau masih lengang. Yani, 46, salah seorang pedagang di sana mengaku memang ada peningkatan. Hanya saja, jumlahnya tidak begitu signifikan daripada hari-hari sebelumnya.
"Ya tetap ada sih, tapi ya jumlahnya tidak banyak. Masih kalah jauh dibandingkan tahun-tahun sebelumnya," katanya, Kamis (21/5/2020).
Lain hal dengan Pasar Rejodani, Desa Sariharjo, Kecamatan Ngaglik, Sleman. Di sana, penumpukan pengujung terjadi di hampir semua penjuru pasar. Selain karena peningkatan pengunjung, faktor lain yang menyebabkan penumpukan tidak lain karena sempitnya kapasitas pasar.
Lurah Pasar Rejodani, Supriyanto mengatakan jalan yang berada di dalam pasar tidak cukup lebar untuk menampung lonjakan pengunjung yang terjadi setiap pagi. Hal itulah yang menurutnya cukup sulit menegakkan pembatasan fisik di sana. Ketika ditemui Harianjogja.com, ia sedang berada di tengah kerumunan, mengangkat megafon sambil memberikan peringatan kepada pengunjung.
"Ada kerumunan dan ada yang gak pakai masker. Kata mereka [pengunjung] lupa. Padahal saya keliling pasar sambil ngasih peringatan ke pengunjung sampai kering kerongkongan saya kering. Tapi ya tetap susah," keluh laki-laki yang akrab disapa Yanto itu.
Dihubungi terpisah, Kepala Bidang Usaha Perdagangan Disperindag Sleman, Kurnia Astuti memprediksi puncak peningkatan pengujung akan terjadi pada Sabtu (23/5/2020) mendatang atau sehari sebelum Idulfitri. Kendati begitu, jumlahnya tidak akan sebesar tahun-tahun sebelumnya.
Menurut perempuan yang akrab disapa Kurnia itu momen pencairan bansos yang dilakukan mendekati hari raya mampu meningkatkan daya beli masyarakat. Secara otomatis, hal itu juga memicu terjadinya peningkatan pengunjung di pasar.
"Kebetulan ini pas momen bantuan sosial cair dan masyarakat tetap punya kebetulan untuk lebaran," katanya kepada Harian Jogja melalui pesan singkat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Polres Wonogiri menyelidiki dugaan kekerasan seksual berbasis gender online yang melibatkan pengasuh ponpes berinisial E.
Veddriq Leonardo optimistis meraih medali emas Asian Games 2026 di Jepang. Persiapan difokuskan pada teknik, fisik, dan mental.
Polisi mengekshumasi jasad korban pengeroyokan di Tabanan untuk memastikan penyebab kematian. Lima warga telah ditetapkan sebagai tersangka.
Pelatih PSIM Jogja Jean-Paul Van Gastel antusias menyambut Derbi DIY melawan PSS Sleman di Super League 2026/2027 dan fokus membawa Laskar Mataram bertahan.
Singapura mengalahkan Timor Leste 2-0 dan memimpin klasemen Grup A ASEAN Hyundai Cup 2026 dengan koleksi enam poin dari dua pertandingan.
Kejagung memeriksa tiga saksi dalam penyidikan kasus dugaan TPPU dengan tersangka Febrie Adriansyah. Enam saksi akan dipanggil ulang.