Proyek Jembatan Kewek Dimulai, Target Rampung Akhir 2026
PJN DIY resmi mulai penggantian Jembatan Kewek Jogja senilai Rp19 miliar. Cek spesifikasi struktur girder baru dan target rampung Desember 2026.
Foto ilustrasi. /Ist-Freepik
Harianjogja.com, JOGJA-Gugus Tugas Penanganan Covid-19 DIY mengumumkan tiga penambahan kasus positif pada Senin (15/6/2020). Sementara satu kasus dinyatakan sembuh dan satu pasien dalam pengawasan (PDP) meninggal.
Juru Bicara Pemerintah Daerah (Pemda) DIY, Berty Murtiningaih, mengatakan tiga penambahan kasus meliputi Kasus 272, perempuan 29 tahun warga Kota Jogja; Kasus 273, laki-laki 35 tahun warga Gunungkidul; dan Kasus 274, laki-laki 35 tahun warga Bantul.
Kasus 272 memiliki riwayat kontak dengan Kasus 248, seorang karyawan swasta di Kota Jogja yang perusahaannya melakukan skrining mandiri. "Kasus 273 adalah hasil teacing kasus pemasok ikan, sedangkan kasus 274 masih dalam penelusuran Dinas Kesehatan Gunungkidul," ungkapnya.
Laporan penambahan kasus ini merupakan hasil laboratorium pada 354 sampel dari 297 orang. Adapun PDP meninggal yakni laki-laki 56 tahun warga Sleman. PDP ini belum diswab, namun hasil rapid diagnostic test (RDT) nonreaktif.
Sedangkan kasus dinyatakan sembuh yakni Kasus 237, perempuan 50 tahun warga Mlati, Sleman. Dengan oenambahan ini maka total kasus positif DIY menjadi sebanyak 272 kasus, dengan 211 kasus telah sembuh.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PJN DIY resmi mulai penggantian Jembatan Kewek Jogja senilai Rp19 miliar. Cek spesifikasi struktur girder baru dan target rampung Desember 2026.
Luis de la Fuente memuji Lamine Yamal sebagai calon legenda sepak bola setelah Spanyol menang 3-1 atas Republik Ceko.
Indonesia menyampaikan sikap soal excess capacity, kerja paksa, dan MFN dalam Pertemuan Menteri Perdagangan G20 di Amerika Serikat.
Sebanyak 580 atlet dari Jawa Tengah dan DIY mengikuti kejuaraan pencak silat di Temanggung untuk pembinaan dan penjaringan bibit unggul.
DPRD Kota Jogja mendorong optimalisasi lahan perkotaan, pekarangan, dan aset pemerintah untuk memperkuat ketahanan pangan lokal.
Event di Jogja dinilai mampu mendorong perputaran ekonomi kreatif dengan membuka peluang bagi UMKM, pekerja seni, dan pelaku usaha kreatif.