Bukan Sekadar Buka Lomba, Wawali Astrid Turun ke Sungai dan Mancing Bareng Warga
Wawali Surakarta Astrid Widayani ikut lomba mancing bersama warga di Sungai Toklo. Ia mengajak warga menjaga kebersihan sungai.
Penampakan Kali Gendol dari Bendungan Kali Gendol di Desa Argomulyo, Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman, Kamis (31/1/2019). /Harian Jogja-Hafit Yudi Suprobo
Harianjogja.com, SLEMAN- Meski dua kali Gunung Merapi erupsi pada Minggu (21/6/2020), namun tidak ada kepanikan dari warga yang beraktivitas di lereng Merapi. Apalagi, tidak terjadi hujan abu di sisi Selatan Merapi.
Sejumlah penambang pasir Merapi di Kali Gendol dilaporkan menarik peralatan berat ke lokasi yang lebih aman saat erupsi pertama terjadi. Sejumlah warga melihat proses dan iringan ekskavator dan truk pengangkut pasir, dikeluarkan dari dalam sungai. Termasuk ayakan pasir juga dibawa penambang untuk antisipasi kondisi Merapi pascaerupsi.
"Itu saat pertama erupsi, semua yang di Gendol keluar. Eskavator, truk pengangkut pasir dan motor milik penambang semua dinaikan ke tempat yang aman. Saat ini situasi sudah normal," kata Candra, salah seorang penambang, Minggu (21/6/2020).
Baca juga: Ini Video Detik-Detik Gunung Merapi Erupsi Minggu Pagi
Salah seorang tokoh masyarakat di Kepuharjo, Heri Suprapto menjelaskan erupsi Merapi terjadi begitu saja. Erupsi pertama terjadi sekitar pukul 09.13 WIB dan erupsi kedua pukul 09.27 WIB. Sama dengan erupsi sebelumnya, warga tidak panik namun tetap waspada.
Bahkan, lanjut Heri, aktivitas warga termasuk kegiatan pariwisata di lokasi tersebut masih berjalan seperti biasa. "Pariwisata dan penambahan tetap berjalan. Kegiatan masyarakat juga berjalan seperti biasanya," kata Heri kepada Harianjogja.com.
Baca juga: Hari Ini, Merapi Erupsi Bertepatan dengan Ultah Jokowi hingga Ramalan Kiamat
Meskipun terjadi dua kali erupsi, lanjut dia, warga di sisi Selatan lereng Merapi juga tidak merasakan adanya hujan abu. Dijelaskan Heri, sebelum erupsi terjadi tidak ada hal-hal yang mengejutkan yang dirasakan warga. Kondisi cuaca dan suasana di lereng Merapi juga tidak jauh berbeda sebelum erupsi terjadi.
"Mboten mas, sami mawon hawanipon (enggak mas, sama saja cuacanya)," kata Heri.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Wawali Surakarta Astrid Widayani ikut lomba mancing bersama warga di Sungai Toklo. Ia mengajak warga menjaga kebersihan sungai.
Dinsos Bantul menyiapkan pelibatan TNI-Polri dalam pendataan bansos melalui Perlinsos. Data yang telah diinput mencapai sekitar 4.500.
Sebanyak 53 korban Kapal Virgo belum ditemukan sejak tenggelam di Laut Jawa pada 13 September 2026. Perusahaan mengutamakan pencarian sebelum salvage.
Macan Tutul Jawa terekam kamera jebak di Cagar Alam Nusakambangan Barat. BKSDA memperkirakan populasinya di pulau itu sekitar 20 individu.
BGN mencatat siswa yang belajar dalam kondisi lapar turun menjadi 16% berkat MBG. Program ini menjangkau 57 juta penerima hingga September 2026.
Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin mengunjungi keluarga korban dugaan perundungan di Pemalang dan mendorong penguatan komunikasi sekolah dengan orang tua serta pen