Prakiraan Cuaca DIY Senin 12 Oktober, Suhu Jogja Capai 33 Derajat
Prakiraan cuaca DIY Senin 12 Oktober 2026 didominasi berawan. Suhu tertinggi di Kota Jogja mencapai 33 derajat Celsius.
Wisatawan berada di kawasan wisata lereng Gunung Merapi, Bungker Kaliadem, Sleman - Andreas Fitri Atmoko
Harianjogja.com, SLEMAN—Aktivitas Gunung Merapi masih tergolong tinggi. Dalam pengamatan terbaru Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), Senin (13/7/2026) malam, tercatat enam kali guguran lava pijar meluncur hingga sejauh 2 kilometer ke arah Kali Sat dan Kali Putih.
Meski asap kawah tidak teramati, suplai magma di tubuh gunung masih berlangsung sehingga status Merapi tetap berada pada Level III (Siaga) dengan potensi ancaman awan panas guguran di sektor selatan, barat daya, dan tenggara.
Berdasarkan laporan resmi Magma-VAR BPPTKG untuk periode pengamatan pukul 18.00 WIB hingga 24.00 WIB, kondisi visual Gunung Merapi bervariasi, mulai tampak jelas hingga tertutup kabut. Selama periode tersebut tidak teramati adanya asap dari kawah.
Namun, aktivitas permukaan masih didominasi guguran lava pijar yang mengarah ke hulu sungai.
"Teramati 6 kali guguran lava ke arah Kali Sat/Putih dengan jarak luncur maksimum 2.000 meter [2 kilometer]," tulis laporan BPPTKG dalam keterangan resminya, Senin (13/7/2026) malam.
Puluhan Gempa Guguran Masih Terekam
Selain aktivitas guguran lava, BPPTKG juga mencatat aktivitas kegempaan yang masih cukup tinggi. Dalam rentang enam jam pengamatan, terekam 30 kali gempa guguran dengan amplitudo 2–36 mm dan durasi antara beberapa detik hingga 148,33 detik.
Di samping itu, instrumen pemantauan juga merekam tujuh kali gempa Hybrid/Fase Banyak serta dua kali gempa Tektonik Jauh.
Data tersebut menunjukkan bahwa pasokan magma di dalam tubuh Gunung Merapi masih berlangsung dan berpotensi memicu aktivitas erupsi berupa awan panas guguran yang berada di dalam kawasan potensi bahaya.
BPPTKG: Status Merapi Tetap Level III Siaga
BPPTKG menegaskan status aktivitas Gunung Merapi masih berada pada Level III (Siaga). Masyarakat diminta tidak beraktivitas di wilayah yang telah ditetapkan sebagai kawasan rawan bencana.
Daerah Potensi Bahaya Gunung Merapi
BPPTKG mengingatkan masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas di kawasan berikut:
Sektor selatan–barat daya: Sungai Boyong maksimal 5 kilometer, serta Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng maksimal 7 kilometer.
Sektor tenggara: Sungai Woro maksimal 3 kilometer dan Sungai Gendol maksimal 5 kilometer.
Radius puncak: Potensi lontaran material vulkanik saat terjadi letusan eksplosif dapat mencapai radius 3 kilometer dari puncak.
Selain ancaman guguran lava dan awan panas, masyarakat juga diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir lahar, terutama saat hujan turun di kawasan puncak Merapi. Abu vulkanik juga berpotensi mengganggu wilayah sekitar apabila terjadi erupsi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Prakiraan cuaca DIY Senin 12 Oktober 2026 didominasi berawan. Suhu tertinggi di Kota Jogja mencapai 33 derajat Celsius.
Jadwal KA Bandara YIA, Selasa, 13 Oktober 2026, tersedia 24 perjalanan dari YIA ke Stasiun Tugu dan sebaliknya. Cek jam keberangkatan lengkapnya.
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Selasa 13 Oktober 2026 tersedia 10 perjalanan. Cek jadwal dari Jogja dan Kutoarjo.
Jadwal KRL Solo-Jogja Selasa 12 Oktober 2026 tersedia 12 perjalanan. Simak jadwal Palur, Klaten, Lempuyangan hingga Jogja.
Jadwal KRL Jogja-Solo Selasa, 13 Oktober 2026 tersedia dalam 15 perjalanan. Simak jam keberangkatan dan tarif tiket Rp8.000.
Serikat pekerja Gunungkidul meminta survei Kebutuhan Hidup Layak kembali dilakukan sebagai bahan pertimbangan penetapan UMK 2027.