Buntut Serangan Ransomware, Jokowi Minta BPKP Audit Tata Kelola Pusat Data Nasional
Presiden Jokowi meminta BPKP untuk melakukan audit tata kelola dan finansial pusat data nasional.
Ratusan warga Desa Tegaltirto, Berbah, Sleman berdemonstrasoi di Balai Desa Tegaltirto menuntut transparansi pemerintah desa dalam penggunaan dana, Senin (22/6).
Harianjogja.com, SLEMAN—Balai Desa Tegaltirto, Kecamatan Berbah, Kabupaten Sleman, digeruduk ratusan warga desa setempat pada Senin (22/6/2020) pagi. Mereka protes lantaran menilai penggunaan dana di pemerintahan desa (pemdes) tidak transparan.
Sejak pukul 10.00 WIB, kantor desa telah dipadati ratusan orang yang membawa spanduk bertuliskan korupsi telah dilakukan oleh aparat desa. Mereka juga memasang simbol tanda silang pada masker yang mereka kenakan sebagai wujud protes.
BACA JUGA: Termasuk DIY, 7 Wilayah di Indonesia Laporkan Infeksi Ganda Corona & DBD Tingkat Tinggi
Koordinator aksi, Santoso, menuturkan aksi ini dipicu oleh sejumlah hal terkait penggunaan dana oleh pemdes yang dirasa tidak transparan, seperti laporan pertanggungjawaban 2019 yang belum disampaikan yang menyebabkan dana desa belum bisa turun, siltap (penghasilan tetap) bagi perangkat desa yang belum dibayarkan, hingga persoalan besaran silpa (sisa lebih penggunaan anggaran).
"Masyarakat menanyakan kenapa LPJ 2019 saja belum jadi. Setahu masyarakat kan LPJ maksimal Februari tahun berikutnya supaya dana desa tahap satu turun. Sampai hari ini info yang kita terima, dana desa belum turun karena LPJ belum jadi," papar Santoso kepada wartawan.
BACA JUGA: Ini Penyebab Gempa Senin Dini Hari Terasa Kuat di DIY
Menurutnya, lantaran dana desa belum turun, kegiatan pemerintahan desa dan masyarakat kurang baik. Masyarakat menuding jalanya pemerintahan di Desa Tegaltirto kurang bersih. Warga menduga ada penyelewengan dana oleh aparat desa setempat.
"Kalau korupsi atau tidak biar aparat hukum yang menentukan karena masyarakat tidak berhak mengadili, nggak punya kemampuan atau ilmu untuk itu. Kami hanya menanyakan kesanggupan menyampaikan LPJ. Warga ingin punya pemdes yang bagus, transparan, penggunaan dana sampai masyarakat, jadi kesejahteraan masyarakat terpenuhi," ujarnya.
BACA JUGA: Berjejer Seenaknya di Jalan Saat Gowes, Pesepeda Jatuh & Tertabrak Motor di Bantul
Penjabat Kepala Desa Tegaltirto Edhi Margono menuturkan sudah menerima berbagai keluhan warga tersebut. "Setelah saya koreksi semua memang terjadi hambatan. Memang ada beberapa penyampaikan [dana] yang belum dilaksanakan," aku Edhi.
Ia berjanji akan segera menindaklanjuti permasalahan yang tengah terjadi. Edhi menegaskan pihaknya telah berkoodinasi dengan perangkat desa untuk menyelesaikan laporan pertanggungjawaban, namun ia mengakui butuh waktu untuk merampungkannya.
"Kami butuh waktu untuk menyelesaikannya. Apabila memang ada permasalahan tentu akan kami laporkan ke inspektorat," tuturnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Presiden Jokowi meminta BPKP untuk melakukan audit tata kelola dan finansial pusat data nasional.
Jadwal KRL Jogja–Solo 20 Mei 2026 lengkap semua stasiun dari Yogyakarta hingga Palur. Cek jam berangkat terbaru di sini.
Israel kembali menyerang armada bantuan Gaza di laut internasional. Puluhan kapal disita dan ratusan aktivis ditahan.
Jadwal KRL Solo–Jogja 20 Mei 2026 lengkap semua stasiun dari Palur ke Tugu. Cek jam berangkat terbaru dan tarif Rp8.000.
Pengurusan SKKH di Sleman masih sepi jelang Iduladha 2026. DP3 tingkatkan pengawasan karena ancaman PMK masih ada.
Lima WNI ditahan Israel saat misi kemanusiaan ke Gaza. Pemerintah RI mendesak pembebasan dan perlindungan.