Gencatan Senjata 4 Hari Hamas-Israel Dimulai Hari Ini, Berikut Hasil Kesepakatannya
Pejabat Hamas Moussa Abu Marzouk mengatakan dalam sebuah wawancara dengan Al Jazeera bahwa gencatan senjata sementara antara kelompok teror dan Israel
Ilustrasi/Antara
Harianjogja.com, JOGJA—Gempa dengan magnitudo 5,1 yang terjadi di Pacitan, Jawa Timur, dan terasa kuat di DIY dan Jawa Tengah pada Senin (22/6/2020) dini hari terjadi karena aktivitas subduksi lempeng Indo-Australia. Getaran gempa terasa cukup kuat di DIY karena kedalaman kekuatan gempa berada pada kategori menengah.
Gempa terjadi pada pukul 02.33.08 WIB. Hasil analisis Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisikan (BMKG) menunjukkan episenter gempa bumi dengan magnitudo 5,1 ini terletak pada koordinat 8.98 LS dan 110.85 BT , atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 91 km arah Selatan Kota Pacitan, Jawa Timur, pada kedalaman 93 km.
BACA JUGA: Berjejer Seenaknya di Jalan Saat Gowes, Pesepeda Jatuh & Tertabarak Motor di Bantul
Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi menengah akibat adanya aktivitas subduksi, tepatnya subduksi lempeng Indo-Australia. Menurut BMKG, gempa ini memiliki mekanisme pergerakan turun.
Guncangan terasa kuat hingga di dalam rumah di Kota Jogja, Bantul, Sleman, Wonogiri, Tulungagung, Karangkates, dan Pacitan. Sementara, di Nganjuk, Trenggalek, Purworejo, Ponorogo, Banjarnegara, Purwokerto, Klaten dan Sukoharjo, getaran dirasakan oleh beberapa orang.
BACA JUGA: Jadi Trending Topik, Begini Status Lucu Warganet Soal Gempa Dini Hari
Supervisor Pusat Gempa Regional VII, Stasiun Geofisika BMKG Yogyakarta, Budi Nugroho menjelaskan gempa terasa hingga DIY, khususnya Kota Jogja, Bantul, serta Sleman karena kedalaman kekuatan gempa berada pada kategori menengah antara 60 hingga 300 kilometer dan kekuatan pada kategori lebih dari dan sama dengan 5.
BACA JUGA: Gara-Gara Bakul Ikan, Satu Keluarga di Kulonprogo Terinfeksi Corona
“Semakin dalam dan besar kekuatan sumber gempa maka area yang merasakan semakin luas,” kata Budi dikutip Antara.
Menurut dia, hal itu disebabkan energi besar yang dihasilkan akan mengalami proses pemantulan dan pembiasan gelombang berulang kali.
“Jika energinya kecil maka proses perambatan gelombang gempa hanya akan terjadi di sekitar pusat gempa,” kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia
Pejabat Hamas Moussa Abu Marzouk mengatakan dalam sebuah wawancara dengan Al Jazeera bahwa gencatan senjata sementara antara kelompok teror dan Israel
Kemlu RI siapkan langkah perlindungan bagi WNI peserta Global Sumud Flotilla yang dicegat Israel di Laut Mediterania menuju Gaza.
Harga emas Pegadaian hari ini turun. Emas Antam Rp2,861 juta, UBS Rp2,788 juta, dan Galeri24 Rp2,756 juta per gram.
Jadwal Bus Malioboro–Parangtritis hari ini, tarif Rp12.000, solusi wisata hemat dan praktis di Yogyakarta.
Noel mempertanyakan tuntutan kasus korupsi K3 Kemenaker karena selisih hukuman dengan terdakwa lain dinilai terlalu tipis.
Jadwal SIM Kulonprogo 19 Mei 2026, tersedia layanan di Mal Pelayanan Publik Kulonprogo.