Peneliti Temukan Resep Membuat Es Krim Anti Meleleh
Peneliti membuat terobosan baru setelah menemukan cara untuk membuat es krim yang hampir tidak meleleh.
Tampak diskusi daring bertajuk Opportunity in Adversity: Leadership, Change, and Strategic Management yang diselenggarakan oleh FISIP & FBE UAJY pada Kamis (25/6/2020).-Harian Jogja/Lajeng Padmaratri
Harianjogja.com, SLEMAN—Pandemi Covid-19 telah membawa krisis sosial hingga ekonomi. Namun, dalam situasi serba sulit ini, senantiasa terdapat celah berisi peluang yang menjadi modal dalam manajemen strategi institusi untuk berubah, atau bahkan menjadi awalan baru untuk berkembang lebih baik.
Hal itu menjadi bahasan diskusi yang bertajuk Opportunity in Adversity: Leadership, Change, and Strategic Management pada Kamis (25/6) siang. Diskusi ini diselenggarakan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) dan Fakultas Bisnis dan Ekonomika (FBE) Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY) berkolaborasi dengan Maestro Consulting-Coaching-Communicating.
Diskusi ini diselenggarakan secara daring lewat aplikasi Zoom dan disiarkan langsung melalui kanal Youtube UAJY. Lebih dari 250 peserta dari berbagai kalangan, mulai dari mahasiswa, praktisi, dan akademisi dari beragam insitusi bergabung dalam diskusi ini.
Seminar gratis ini menghadirkan narasumber Handoko Wignjowargo selaku Managing Director Maestro dan Budi Suprapto selaku Dekan FBE UAJY dengan dipandu Ike Devi S, dosen Prodi Ilmu Komunikasi UAJY.
Dalam paparannya, Handoko menjelaskan di tengah pandemi Covid-19 seperti ini masih ada peluang bagi korporasi atau organisasi untuk berubah dan menjadi lebih baik. Ia menjelaskan dengan kerangka kerja Cynefin yang digunakan untuk membantu pengambilan keputusan.
Handoko mengatakan ketika seseorang menjadi pemimpin, orang tersebut harus berani mengambil keputusan. Jika situasinya situasinya, keputusan bisa didelegasikan lewat anak buah. Jika situasinya rumit, bisa dianalisis.
“Tapi kalau situasi Covid-19 ini menurut saya cenderung masuk ke chaotic [kaos]. Ini tergantung korporasi atau organisasi, tapi leader harus melakukan pemetaan,” paparnya, Kamis. Dengan itu, maka kemalangan akan bisa diatasi, bahkan bisa memunculkan peluang baru.
Sementara itu, dalam paparan sesi kedua, Dekan FBE Budi Suprapto menuturkan aspek penting dalam menghadapi krisis di tengah pandemi ini ialah bagaimana upaya pemulihannya. “Akhir-akhir ini yang terkenal teori swoosh economy recovery. Tidak bisa cepat, bisa satu semester bahkan setahun. Ini jadi tantangan leader dalam kondisi kaos,” papar Budi.
Keduanya sepakat kemampuan kepemimpinan di saat krisis ini sangat penting untuk menemukan peluang baru, meskipun situasinya di tengah kemalangan. "Perlu berani beradaptasi untuk segera recovery menuju pertumbuhan," tambah Budi.
Diskusi ini juga menghadirkan penerjemah bahasa isyarat lantaran beberapa pesertanya merupakan teman tuli. Dekan FISIP UAJY, Bambang Kusumo Prihandono menuturkan pihaknya terus berupaya mewujudkan budaya inklusi, termasuk lewat seminar.
“Pandemi ini membawa peluang bahwa yang tadinya sulit sekarang bisa kita lakukan, termasuk saat ini banyak diskusi daring seperti ini. Bahkan ini tidak hanya ada pebisnis, mahasiswa, dan akademisi. Ada juga teman-teman tuli. Dengan ini kita selalu mewujudkan budaya inklusi,” ujar Bambang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Peneliti membuat terobosan baru setelah menemukan cara untuk membuat es krim yang hampir tidak meleleh.
Persib Bandung juara Super League 2025/2026 usai unggul head to head atas Borneo FC. Simak klasemen akhir dan tim terdegradasi.
Penggunaan hand sanitizer berlebihan bisa picu eksim, kulit kering, dan iritasi. Simak penjelasan dokter kulit.
Bulog Jogja pastikan stok Minyakita aman jelang Idul Adha. Distribusi capai 2,6 juta liter, ditambah pasokan baru.
76 Indonesian Downhill 2026 di Bantul hadir dengan track ekstrem. Seeding run panas, final diprediksi makin sengit!
Presiden Kelima RI yang juga Ketua Umum DPP PDI Perjuangan (PDIP), Prof. Dr. Megawati Soekarnoputri, menghadiri resepsi pernikahan Ignatius Windu Hastomo (Igo)