Program Profesi Insinyur Jadi Kunci Tingkatkan Daya Saing SDM

Newswire
Newswire Selasa, 30 Juni 2026 05:07 WIB
Program Profesi Insinyur Jadi Kunci Tingkatkan Daya Saing SDM

Perguruan Tinggi - ilustrasi/Freepik

Harianjogja.com, SLEMAN—Universitas Islam Indonesia (UII) mencatat sejarah baru dengan melantik lulusan perdana Program Studi Program Profesi Insinyur (PSPPI). Sebanyak 88 lulusan dinyatakan menyelesaikan pendidikan profesi insinyur, sementara 18 di antaranya berhasil mengantongi sertifikasi kompetensi internasional berbasis metode TRIZ. Momentum ini menjadi tonggak penting dalam penguatan kompetensi insinyur Indonesia yang berdaya saing global.

Prosesi pelantikan dan pengambilan sumpah profesi berlangsung di Gedung Kuliah Umum Prof. Dr. Sardjito, Kampus Terpadu UII, Sleman, Minggu (28/6/2026). Sebanyak 78 lulusan mengikuti pelantikan secara luring, enam lulusan mengikuti secara daring, sedangkan empat lulusan lainnya memilih mengikuti prosesi pada periode berikutnya.

PSPPI UII resmi berdiri pada 22 April 2025 dan mulai menerima mahasiswa pada Semester Ganjil Tahun Akademik 2025/2026. Meskipun tergolong program baru, animo masyarakat cukup tinggi dengan jumlah pendaftar mencapai 129 orang. Sebanyak 99 peserta diterima sebagai angkatan pertama. Dari jumlah tersebut, 88 mahasiswa berhasil menyelesaikan seluruh persyaratan akademik dan dinyatakan lulus pada Juni 2026, sedangkan 11 mahasiswa lainnya masih menjalani magang praktik keinsinyuran yang ditargetkan selesai pada September 2026.

Ketua Program Studi PSPPI UII, Risdiyono, mengatakan salah satu keunggulan program tersebut ialah integrasi sertifikasi kompetensi internasional pada bidang inovasi dan penyelesaian persoalan keteknikan menggunakan metode TRIZ. Penguatan kompetensi tersebut diwujudkan melalui kerja sama strategis antara UII dengan Malaysia TRIZ Innovation Association (MyTRIZ) dan Indonesia TRIZ Practitioners Association (INTRIZ).

"Kerja sama ini menjadikan PSPPI UII sebagai satu-satunya program profesi insinyur di Indonesia yang mengintegrasikan bahan kajian TRIZ ke dalam kurikulum. Mahasiswa yang berminat bisa langsung mengikuti ujian sertifikasi di kampus. Pada pelantikan ini, sebanyak 18 mahasiswa berhasil lulus ujian sertifikasi TRIZ Level 1 dan berhak atas sertifikat kompetensi praktisi internasional," ujar Risdiyono.

Pelantikan dipimpin Wakil Rektor Bidang Riset, Inovasi, dan Kewirausahaan UII, Prof Eko Siswoyo, didampingi Pelaksana Tugas Dekan Fakultas Teknologi Industri Agus Mansur serta Dekan Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan, Prof Ilya Fadjar Maharika. Setelah prosesi pelantikan, kegiatan dilanjutkan dengan pengambilan sumpah profesi insinyur yang disaksikan Ketua PII Wilayah DIY, Tri Budi Utama.

Ketua Tim Pelaksana Wisuda, Dwi Handayani, mengungkapkan rasa syukurnya karena seluruh rangkaian pelantikan perdana tersebut berjalan lancar dan khidmat. Menurutnya, prosesi pengambilan sumpah profesi dapat terlaksana tanpa kendala berarti.

Apresiasi juga disampaikan perwakilan lulusan, Melky Aliandri. Ia menilai proses pembelajaran di PSPPI UII berlangsung secara serius dan memberikan pengalaman akademik yang berkualitas.

"Kami sangat mengapresiasi PSPPI UII yang menjalankan proses perkuliahan secara serius, mendalam, dan bukan sekadar formalitas untuk mengejar gelar," kata Melky.

Program Profesi Insinyur Dinilai Semakin Strategis

Berdasarkan data ketenagakerjaan, Indonesia menghasilkan sekitar 180.000 hingga 220.000 lulusan dari rumpun teknik, teknologi, dan rekayasa setiap tahun. Besarnya jumlah lulusan tersebut menjadi potensi sekaligus tantangan dalam menyiapkan tenaga profesional yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan dunia kerja.

Program Profesi Insinyur hadir sebagai salah satu jalur untuk memperkuat kompetensi tersebut. Penyelenggaraannya memiliki dasar hukum melalui Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2014 tentang Keinsinyuran dan Peraturan Pemerintah Nomor 25 Tahun 2019. Karena itu, pendidikan profesi tidak hanya menjadi sarana memperoleh gelar Insinyur (Ir.), tetapi juga menjadi bagian dari pemenuhan standar kompetensi profesi yang diakui secara formal.

Sejumlah manfaat yang diperoleh lulusan Program Profesi Insinyur antara lain memenuhi ketentuan regulasi keinsinyuran, meningkatkan kredibilitas profesional melalui penguatan etika profesi dan penerapan Keselamatan, Kesehatan Kerja, dan Lingkungan (K3L), memperluas peluang karier di instansi pemerintah, BUMN, maupun perusahaan multinasional, membuka akses menuju sertifikasi internasional, serta membentuk kemampuan memimpin proyek keteknikan yang kompleks dan menghasilkan solusi inovatif.

Seluruh kompetensi tersebut diharapkan semakin memperkuat kontribusi lulusan PSPPI UII dalam pembangunan infrastruktur, pengembangan teknologi, serta peningkatan daya saing sumber daya manusia Indonesia di tingkat global.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online