Jadwal DAMRI Bandara YIA 11 Juni 2026, Tarif Rp80.000 ke Jogja
Jadwal DAMRI Bandara YIA Kamis 11 Juni 2026. Rute ke Sleman City Hall, Condongcatur, Gamping, dan Kota Jogja dengan tarif Rp80.000.
Kepemimpinan perempuan Muslim menjadi sorotan dalam International Conference on Aisyiyah Studies (ICAS) 2026 yang digelar di Universitas 'Aisyiyah (Unisa) Yogyakarta, Kamis (11/6/2026). /Istimewa.
Harianjogja.com, JOGJA—Kepemimpinan perempuan Muslim menjadi sorotan dalam International Conference on Aisyiyah Studies (ICAS) 2026 yang digelar di Universitas 'Aisyiyah (Unisa) Yogyakarta, Kamis (11/6/2026). Forum internasional ini mempertemukan akademisi, peneliti, dan aktivis dari berbagai negara untuk membahas solusi atas beragam tantangan global, mulai dari krisis iklim, ketimpangan sosial, konflik geopolitik, hingga maraknya hoaks dan kekerasan berbasis gender di ruang digital.
Konferensi bertema Strengthening Solidarity, Nurturing the Earth: Progressive Muslim Women’s Leadership for a Sustainable Civilization tersebut sekaligus menjadi bagian dari rangkaian Milad ke-109 'Aisyiyah, peringatan 35 tahun Unisa Yogyakarta, serta 100 tahun Majalah Suara 'Aisyiyah.
Perempuan Dinilai Memiliki Peran Strategis
Sekretaris Umum Pimpinan Pusat 'Aisyiyah, Tri Hastuti Nur Rochimah, menjelaskan tema yang diangkat dalam ICAS 2026 berangkat dari berbagai persoalan global yang semakin kompleks. Menurutnya, konflik bersenjata, perubahan iklim, hingga melemahnya solidaritas global membutuhkan keterlibatan aktif perempuan sebagai agen perubahan.
“Selama 109 tahun perjalanan Aisyiyah, perempuan telah membuktikan perannya dalam mengatasi konflik, mengentaskan kemiskinan, menjaga lingkungan, serta melakukan mitigasi dan adaptasi terhadap perubahan iklim,” ujar Tri Hastuti dalam rilisnya.
Ia menegaskan konferensi tersebut tidak hanya menjadi ruang pertukaran gagasan akademik, tetapi juga wadah berbagi praktik baik yang telah diterapkan di berbagai komunitas. Melalui penguatan jejaring nasional dan internasional, forum ini diharapkan mampu melahirkan gagasan konkret bagi pembangunan peradaban yang lebih berkelanjutan.
Tri juga menyoroti berbagai persoalan kemanusiaan yang masih terjadi di berbagai belahan dunia, mulai dari konflik berkepanjangan, kemiskinan ekstrem yang masih dialami ratusan juta penduduk dunia, hingga persoalan ketidakadilan dalam pengelolaan lingkungan.
"Saat ini muncul ketidakadilan ekologis yang memandang bumi hanya sebagai objek eksploitasi. Dampaknya banyak muali dari hilangnya mata pencaharian masyarakat pesisir, meningkatnya suhu bumi, ancaman krisis pangan sampai pada hilangnya biodiversitas,” katanya.
Selain persoalan lingkungan, perkembangan teknologi digital juga menjadi perhatian. Menurut Tri, kemajuan teknologi memang membuka peluang lebih besar bagi perempuan dan penyandang disabilitas untuk menyuarakan hak-haknya. Namun di sisi lain, ruang digital juga menghadirkan tantangan berupa penyebaran hoaks, ujaran kebencian, hingga kekerasan berbasis gender secara daring.
“Aisyiyah hadir dengan semangat dakwah lintas batas untuk memakmurkan bumi dan membangun peradaban yang menjunjung keadilan serta perdamaian,” ujarnya.
Persiapan Akademik Menuju Muktamar 2027
Rektor Unisa Yogyakarta, Warsiti, menyebut ICAS 2026 menjadi salah satu tonggak penting dalam penguatan gerakan intelektual perempuan Muslim berkemajuan. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari persiapan akademik menuju Muktamar 'Aisyiyah yang dijadwalkan berlangsung di Sumatera Utara pada 2027.
“Momentum ini menunjukkan bahwa gerakan perempuan berkemajuan tidak hanya diwujudkan melalui pelayanan kepada masyarakat, tetapi juga melalui pengembangan pengetahuan, penelitian, dan kolaborasi global,” katanya.
Warsiti menilai pembangunan peradaban masa depan membutuhkan model kepemimpinan yang lebih inklusif dan berkeadilan. Perempuan dinilai memiliki peran penting dalam menanamkan nilai kepedulian sosial, perdamaian, dan tanggung jawab terhadap kelestarian lingkungan. Perempuan berperan penting menanamkan nilai kepedulian, perdamaian, dan tanggung jawab terhadap lingkungan.
"Karena itu, kepemimpinan perempuan berkemajuan menjadi salah satu kunci dalam pembangunan peradaban yang berkelanjutan dan berkeadaban,” ujarnya.
Sebagai perguruan tinggi yang lahir dari gerakan perempuan, Unisa Yogyakarta disebut akan terus mengawal isu pemberdayaan perempuan melalui pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi.
“UNISA Yogyakarta lahir dari gerakan perempuan, tumbuh bersama gerakan perempuan, dan akan terus berkontribusi untuk kemajuan perempuan,” katanya.
Riset tentang Jihad Ekologis dan Transformasi Digital Menguat
Ketua Pelaksana ICAS 2026, Alimatul Qibtiyah, mengungkapkan tingginya minat akademisi terhadap konferensi ini. Panitia menerima 135 abstrak penelitian dan menyeleksi 115 makalah yang dipresentasikan oleh peneliti dari berbagai wilayah dan negara.
Topik yang dibahas mencakup sejarah pergerakan perempuan Muslim, keadilan ekologis, dakwah digital, kesehatan masyarakat, hingga diplomasi internasional. Sebaran peserta berasal dari berbagai daerah, dengan kontribusi terbesar dari Pulau Jawa sebanyak 40 makalah, Sumatera 20 makalah, Sulawesi 18 makalah, Kalimantan 12 makalah, serta Nusa Tenggara sebanyak tujuh makalah.
“Distribusi ini menunjukkan semakin luasnya jangkauan Studi 'Aisyiyah dan berkembangnya jaringan akademisi, peneliti, aktivis, serta praktisi yang menaruh perhatian pada kepemimpinan perempuan Muslim,” ujarnya.
Dari hasil pemetaan, terdapat tiga kecenderungan utama dalam perkembangan riset terkini. Pertama, meningkatnya kajian mengenai transformasi digital dan perubahan otoritas keagamaan di ruang internet. Kedua, semakin kuatnya studi historiografi yang menunjukkan Studi 'Aisyiyah berkembang sebagai disiplin ilmu yang semakin matang.
Ketiga, menguatnya pembahasan mengenai jihad ekologis dan pengelolaan lingkungan berbasis kepemimpinan perempuan sebagai respons terhadap krisis sosial dan lingkungan global.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jadwal DAMRI Bandara YIA Kamis 11 Juni 2026. Rute ke Sleman City Hall, Condongcatur, Gamping, dan Kota Jogja dengan tarif Rp80.000.
Pemkab Bantul menugaskan Kalurahan Parangtritis memungut retribusi wisata mulai 1 Juli 2026. Kalurahan memperoleh bagi hasil 30 persen dari pendapatan retribusi
FIA menyiapkan perubahan regulasi mesin Formula 1 secara bertahap hingga 2028. Porsi tenaga mesin pembakaran internal akan diperbesar untuk menjawab kritik pemb
Akio Toyoda khawatir industri otomotif terlalu fokus pada mobil listrik. Toyota tetap mempertahankan strategi multi-teknologi dengan hybrid, hidrogen, dan mesin
Pemkab Magelang memperkuat hilirisasi kopi melalui perlindungan Indikasi Geografis, riset BRIN, dan inovasi teknologi untuk meningkatkan daya saing.
Rehan/Gloria lolos ke perempat final Australian Open 2026 usai mengalahkan pasangan Taiwan Liu Kuang Heng/Hsu Yin-Hui dengan skor 21-16, 21-17.