Lari Sambil Berbagi, Gelaran Borobudur 100 Hadirkan Harapan untuk Penyandang Cerebral
Borobudur 100 di Magelang pada 19-20 Desember 2026 menggabungkan olahraga lari dengan aksi sosial untuk membantu penyandang cerebral palsy.
Aksi Cepat Tanggap (ACT) DIY berkunjung ke RT 14 RW 03 Dusun Dawung, Kelurahan Serut, Kecamatan Gedangsari, Gunungkidul untuk menyalurkan bantuan beras wakaf secara gratis kepada keluarga Lasiyo./Istimewa
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Setiap kita telah ditakdirkan mencari rezeki dari jalan yang berbeda-beda, terkadang di tengah jalan ada ujian yang menghadang. Mungkin itulah kiranya yang tengah dialami Lasiyo, 45, yang kesehariannya adalah seorang buruh bangunan, dimana peristiwa pahit tiga tahun silam telah merubah hidupnya, Senin (6/7/2020).
Niat diri mencari nafkah untuk keluarga namun cobaan datang menerpa, tiga tahun lalu saat ia menjadi buruh bangunan untuk perbaikan instalasi listrik di kota Jogja, tak sengaja tangan Pak Lasiyo memegang kawat listrik bertegangan tinggi, ia tersengat cukup lama, bahkan cukup lama kabel tegangan tinggi menempel di tangannya, sampai lengannya menjadi lengket, segera buruh bangunan lainnya menolong dan melarikannya ke rumah sakit terdekat.
“Syukur alhamdulillah Allah memberi jalan hidup, walau kenyataan pahit harus ia terima, yaitu tangan kirinya harus diamputasi,” Jelas Sigit, relawan ACT saat mengunjungi di rumahnya.
Tiga tahun sudah Lasiyo terbaring di tempat tidurnya, tubuhnya lumpuh total, ia hanya bisa bicara sekadarnya. Semenjak tersengat listrik itu kata dokter syaraf-syaraf otaknya mati. Ia serumah bersama istri dan ketiga anaknya, keluarganya tergolong keluarga kurang mampu, kini istrinya menjadi tulang punggung keluarga memenuhi kebutuhan hidup dari bertani sawah tegalan yang kadang ditanami kacang, jagung atau singkong.
“Anak yang pertama saya sudah lulus SMA dan menjadi buruh pabrik di Jogja untuk membantu ekonomi keluarga, sementara dua adiknya masih sekolah SD dan SMP,” ungkap Sukati, istri Lasiyo.
Sampai saat ini tubuh Lasiyo masih lumpuh total, bahkan untuk keperluan ke kamar mandi ia harus di bantu ‘bopong’ anak dan istrinya. “Selama ini tetangga dan komunitas masjid setempat juga sudah beberapa kali memberi bantuan kepada keluarga Lasiyo, walaupun tidak banyak berharap dapat membantu ekonomi keluarga PakLasiyo,” tambah Sigit.
Pekan lalu tim sukarelawan Aksi Cepat Tanggap (ACT) DIY sempat berkunjung di rumahnya di RT 14 RW 03 Dusun Dawung, Kelurahan Serut, Kecamatan Gedangsari, Gunungkidul sekaligus menyalurkan bantuan beras wakaf secara gratis untuk keluarga Lasiyo.
“Insyasallah kami akan upayakan bantuan lanjutan untuk pak Lasiyo, agar bisa meringankan beban hidup beliau,” tutup Sigit. (*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Borobudur 100 di Magelang pada 19-20 Desember 2026 menggabungkan olahraga lari dengan aksi sosial untuk membantu penyandang cerebral palsy.
IHSG ditutup turun 26,16 poin atau 0,43 persen ke 6.121,70 pada Selasa (29/9/2026), mengikuti pelemahan bursa Asia.
Pilur PAW 2026 digelar serentak di 66 kalurahan di tiga kabupaten DIY. Warga diingatkan menjaga ketertiban dan kerukunan.
Disdikpora Jogja meminta sekolah meningkatkan kewaspadaan influenza, pemantauan kesehatan, PHBS, dan deteksi dini untuk mencegah penularan.
Stasiun Lempuyangan ditata menjadi stasiun khusus penumpang. Aktivitas angkutan semen direncanakan pindah ke Stasiun Prambanan.
Bawaslu Bantul mendorong Pilur 2026 bebas politik uang dengan memperkuat gerakan Desa Anti Politik Uang di 30 kalurahan.