Suluh Sumurup Art Festival 2026 Tegaskan Eksistensi Seniman Disabilitas Lewat Karya
Suluh Sumurup Art Festival 2026 memasuki tahun keempat dengan tema Maneges, menegaskan eksistensi seniman disabilitas melalui karya dan ruang berkesenian
Aksi Cepat Tanggap (ACT) DIY berkunjung ke RT 14 RW 03 Dusun Dawung, Kelurahan Serut, Kecamatan Gedangsari, Gunungkidul untuk menyalurkan bantuan beras wakaf secara gratis kepada keluarga Lasiyo./Istimewa
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Setiap kita telah ditakdirkan mencari rezeki dari jalan yang berbeda-beda, terkadang di tengah jalan ada ujian yang menghadang. Mungkin itulah kiranya yang tengah dialami Lasiyo, 45, yang kesehariannya adalah seorang buruh bangunan, dimana peristiwa pahit tiga tahun silam telah merubah hidupnya, Senin (6/7/2020).
Niat diri mencari nafkah untuk keluarga namun cobaan datang menerpa, tiga tahun lalu saat ia menjadi buruh bangunan untuk perbaikan instalasi listrik di kota Jogja, tak sengaja tangan Pak Lasiyo memegang kawat listrik bertegangan tinggi, ia tersengat cukup lama, bahkan cukup lama kabel tegangan tinggi menempel di tangannya, sampai lengannya menjadi lengket, segera buruh bangunan lainnya menolong dan melarikannya ke rumah sakit terdekat.
“Syukur alhamdulillah Allah memberi jalan hidup, walau kenyataan pahit harus ia terima, yaitu tangan kirinya harus diamputasi,” Jelas Sigit, relawan ACT saat mengunjungi di rumahnya.
Tiga tahun sudah Lasiyo terbaring di tempat tidurnya, tubuhnya lumpuh total, ia hanya bisa bicara sekadarnya. Semenjak tersengat listrik itu kata dokter syaraf-syaraf otaknya mati. Ia serumah bersama istri dan ketiga anaknya, keluarganya tergolong keluarga kurang mampu, kini istrinya menjadi tulang punggung keluarga memenuhi kebutuhan hidup dari bertani sawah tegalan yang kadang ditanami kacang, jagung atau singkong.
“Anak yang pertama saya sudah lulus SMA dan menjadi buruh pabrik di Jogja untuk membantu ekonomi keluarga, sementara dua adiknya masih sekolah SD dan SMP,” ungkap Sukati, istri Lasiyo.
Sampai saat ini tubuh Lasiyo masih lumpuh total, bahkan untuk keperluan ke kamar mandi ia harus di bantu ‘bopong’ anak dan istrinya. “Selama ini tetangga dan komunitas masjid setempat juga sudah beberapa kali memberi bantuan kepada keluarga Lasiyo, walaupun tidak banyak berharap dapat membantu ekonomi keluarga PakLasiyo,” tambah Sigit.
Pekan lalu tim sukarelawan Aksi Cepat Tanggap (ACT) DIY sempat berkunjung di rumahnya di RT 14 RW 03 Dusun Dawung, Kelurahan Serut, Kecamatan Gedangsari, Gunungkidul sekaligus menyalurkan bantuan beras wakaf secara gratis untuk keluarga Lasiyo.
“Insyasallah kami akan upayakan bantuan lanjutan untuk pak Lasiyo, agar bisa meringankan beban hidup beliau,” tutup Sigit. (*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Suluh Sumurup Art Festival 2026 memasuki tahun keempat dengan tema Maneges, menegaskan eksistensi seniman disabilitas melalui karya dan ruang berkesenian
Kemenpar memperkuat keselamatan wisatawan di kawasan gunung api melalui pemetaan risiko, SOP, infrastruktur mitigasi, dan kompetensi pemandu.
Adhi Karya memastikan girder Tol Jogja-Solo di Kronggahan aman dengan bracing sementara. Pemasangan diafragma kini mulai dilakukan.
BPKH mengajak generasi muda mulai merencanakan keuangan haji sejak dini sekaligus memanfaatkan platform digital untuk dakwah.
Zulhas memastikan manajer Kopdes yang ditempatkan jauh dari domisili akan disesuaikan ke koperasi terdekat setelah titik tersedia.
Kejagung menyebut kerugian negara dalam kasus dugaan korupsi tata kelola MBG mencapai sekitar Rp10 triliun berdasarkan penghitungan BPKP.