Viral Keamanan Balok Girder Tol Jogja-Solo di Kronggahan, Ini Penjelasan Adhi Karya

Catur Dwi Janati
Catur Dwi Janati Selasa, 29 September 2026 19:57 WIB
Viral Keamanan Balok Girder Tol Jogja-Solo di Kronggahan, Ini Penjelasan Adhi Karya

Kontraktor Jogja-Solo Seksi 2 Paket 2.2 Trihanggo-Junction Sleman mulai melakukan pemasangan diafragma girder di area yang belum terpasang pada Selasa (29/9/2026). Terlihat sejumlah pekerja proyek menginstalasi dudukan diafragma P48-P49./Istimewa -- PT Adhi Karya

Harianjogja.com, SLEMAN— PT Adhi Karya memastikan girder pada proyek Tol Jogja-Solo Seksi 2 Paket 2.2 Trihanggo-Junction Sleman dalam kondisi aman meski balok diafragma belum seluruhnya terpasang. Pengamanan sementara dilakukan menggunakan sistem bracing sebelum pemasangan diafragma dikerjakan.

Kepastian tersebut disampaikan setelah muncul kekhawatiran warga di media sosial terkait keamanan balok girder di area proyek, termasuk isu yang menyebut pengerjaan proyek tol tersebut berhenti sementara.

Humas PT Adhi Karya Proyek Tol Jogja Solo Seksi 2 Paket 2.2, Agung Murhandjanto, menjelaskan pemasangan diafragma girder memang telah masuk dalam jadwal pengerjaan. Namun, sebelum diafragma dipasang, girder yang telah dinaikkan sudah dilengkapi bracing sebagai pengikat sementara.

“Sebenarnya kan metode ini sudah digunakan di beberapa proyek tol lainnya. Ini kan ada bracing, jadi sudah ada pengikatnya. Cuma kita itu secara schedule kita memang belum masuk ke arah pemasangan diafragma,” terang Agung pada Selasa (29/9/2026).

Menurut Agung, penggunaan bracing merupakan metode umum dalam pembangunan jalan tol di berbagai lokasi. Sistem tersebut digunakan sementara hingga pemasangan diafragma dilakukan.

“Jadi insyaallah safety-nya tetap terjaga dan tadi sudah kita beri penjelasan ke PU Sleman untuk ya istilahnya memberikan informasi, tetap faktor safety keamanan tetap kita jaga,” kata Agung usai memberikan penjelasan kepada Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Sleman.

Pemasangan Diafragma Mulai Dilakukan

Agung menjelaskan pembangunan sebelumnya difokuskan pada pengerjaan Ramp On dan Ramp Off di kawasan Trihanggo. Kini, sejumlah pekerja juga diarahkan untuk melakukan pemasangan diafragma girder di sisi timur Simpang Empat Kronggahan.

“Per hari ini sudah kita action untuk pemasangan diafragma,” terangnya.

Dengan dimulainya pekerjaan tersebut, Adhi Karya juga menepis isu yang menyebut pembangunan jalan tol berhenti. Agung menegaskan pekerjaan masih berjalan sesuai rencana kerja yang telah dijadwalkan.

“Oh enggak berhenti, insyaallah kita selalu on schedule. Ini nanti insyaallah Oktober ini kita akan selesaikan yang di ramp-on sama ramp-off. Kemudian yang bisa difungsional, target fungsional dari Jasa Marga di bulan Desember,” jelasnya.

Agung menyampaikan terima kasih atas informasi dan masukan masyarakat yang muncul melalui media sosial. Menurutnya, perhatian tersebut menjadi masukan untuk memastikan aspek keamanan dan keselamatan tetap diperhatikan selama pengerjaan proyek.

“Prinsipnya kami adalah kami sangat mengucapkan terima kasih kepada pihak yang memberikan informasi atau mengunggah. Itu sebagai antisipasi dan masukan untuk selalu aware dengan keselamatan dan keamanan proyek bagi siapa pun,” terangnya.

12 Girder Menggunakan Bracing

Construction Engineer PT Adhi Karya, Gibran Satria Samudra, menjelaskan terdapat 12 girder yang telah dinaikkan pada area tersebut. Pada 12 girder itu, kontraktor mengikuti Standard Operating Procedure (SOP) dari Bina Marga dengan menggunakan bracing sementara.

“Bracing itu pengikat antara girder satu dan lainnya. Jadi dilas memanjang dan menyilang, jadi per sekian jarak. Jadi tergantung jarak, tergantung panjang girder-nya itu berapa,” jelas Gibran.

Menurut Gibran, pemasangan bracing tersebut telah dilakukan sebagai pengganti sementara peran diafragma. Besi yang digunakan untuk bracing juga memiliki klasifikasi tersendiri.

Pada proyek Tol Jogja-Solo di Trihanggo, kontraktor menggunakan besi D32 atau besi berdiameter 32 milimeter. Ukuran tersebut lebih besar dibandingkan standar yang umumnya menggunakan besi D25 dengan diameter 25 milimeter.

“Jadi kita sebenarnya sudah memenuhi SOP yang ada untuk penerapan gelagar girder yang sudah terpasang sebelum ke pekerjaan diafragma,” terangnya.

Diafragma Berfungsi Cegah Girder Terguling

Gibran juga menjelaskan mengenai fungsi diafragma yang menjadi perhatian dalam unggahan di media sosial. Diafragma merupakan pengikat antara balok-balok girder yang berfungsi mencegah gaya guling atau gaya lateral pada girder.

“Diafragma fungsinya itu, tidak secara struktural untuk menahan beban, tapi hanya menahan girder agar tidak terguling, intinya seperti itu. Tapi sebelum girder terpasang, ada peran pengganti yaitu bracing itu tadi, yang bracing yang kami sudah gunakan. Sebenarnya dibilang aman, insyaallah sudah aman,” tegasnya.

Menurut Gibran, dari 13 span di area ring road, sebanyak 10 span telah terpasang girder. Sementara tiga span lainnya belum dipasangi girder.

Dari 10 span yang telah terpasang girder tersebut, delapan span sudah dilengkapi diafragma. Adapun dua span lainnya belum dipasang diafragma, tetapi telah dilengkapi bracing.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online