Puluhan Mahasiswa UNJ Kunjungi Harian Jogja
Sebanyak 63 mahasiswa Universitas Negeri Jakarta (UNJ) bersama tiga dosen pendamping mengunjungi kantor Harian Jogja di Jalan AM Sangaji, Jogja, Kamis (21/5)
Petugas Dinas Kesehatan Kota Jogja meneliti sampel darah para pedagang dalam tes cepat atau Rapid Diagnostic Test (RDT) Covid-19 di Pasar Beringharjo, Jogja, Rabu (03/06/2020). /Harian Jogja-Desi Suryanto
Harianjogja.com, JOGJA—Ahli Epidemiologi UGM mengapresiasi atas penilaian Presiden Joko Widodo bahwa DIY tergolong berhasil menangani Covid-19. Namun penilaian itu jangan sampai membuat warga DIY terlena, justru harus teris meningkatkan kewaspadaan dan berusaha menemukan kasus.
Epidemiolog UGM, Riris Andono Ahmad mengapresiasi kemampuan Pemda DIY dalam menangani Covid-19 sehingga dinilai berhasil oleh Presiden Joko Widodo. Namun demikian ia meminta Pemda DIY dan masyakat tidak lantas terlena dengan penilaian itu sehingga megabaikan langkah-langkah penanganan dan pengendalian Covid-19 yang sudah dilakukan.
BACA JUGA : Kata Jokowi, DIY Paling Baik Tangani Covid-19
Menurut dia, penularan Covid-19 di DIY saat ini cenderung kembali pada awal pandemi Covid. Artinya, kata dia, kasus mulai didominasi lagi dari impor atau bawaan luar. “Justru saat ini kita perlu waspada berusaha menemukan kasusnya. Kalau tidak menemukan bisa meledak lagi tranmisi lokal,” kata Andono, Kamis (16/7/2020) malam.
Pria yang biasa disapa Doni ini mengatakan penanganan Covid saat ini harus lebih sigap dibanding penanganan saat awal pandemi melanda. Sebab saat ini siklus itu akan kembali terulang.
“Kalau penanganannya sama saja saat awal pandemi dulu bisa terjadi kenaikan [kasus] lagi,” ujar dia.
BACA JUGA : Tahun Ajaran Baru Dimulai 13 Juli, Sekolah di DIY Dipastikan
Ia meminta masyarakat untuk tetap waspada dan disiplin menjalankan protokol kesehatan seperti memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 63 mahasiswa Universitas Negeri Jakarta (UNJ) bersama tiga dosen pendamping mengunjungi kantor Harian Jogja di Jalan AM Sangaji, Jogja, Kamis (21/5)
Media Vietnam Soha khawatir dengan Timnas Indonesia di Piala AFF 2026. Herdman panggil 20 pemain naturalisasi dan diaspora, ancam dominasi Vietnam.
Prabowo menurunkan bunga kredit Mekaar dari 22 persen menjadi 8 persen melalui Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.
14 PAC PKB Bantul memberi ultimatum 3x24 jam kepada DPP untuk meninjau ulang Ketua DPC atau siap mundur massal dan mengembalikan KTA.
Parkir Piala Dunia 2026 di AS tembus Rp12 juta di Los Angeles, lebih mahal dari tiket. Daftar tarif stadion SoFi, Hard Rock, Houston, dan Dallas.
Marc Marquez menang MotoGP Jerman 2026, raih 37 poin dan naik ke peringkat 3 klasemen. Jorge Martin masih puncak dengan 208 poin, Ogura di posisi 2.