BMKG Deteksi Tsunami Gempa M 7,7 NTT di 10 Titik, Ini Lokasinya
BMKG mencatat tsunami akibat gempa Nagekeo terdeteksi di 10 titik pesisir, dengan gelombang tertinggi 0,94 meter di Maurole, Ende.
Sejumlah pengurus Keluarga Besar Taman Siswa bersama anggota DPR RI dalam diskusi tentang Ki Hadjar Dewantara, Mata Air Kebangsaan yang disiarkan melalui Youtube, Sabtu (25/7/2020). /Ist
Harianjogja.com, JOGJA--Perkumpulan Keluarga Besar Taman Siswa (PKBTS) menilai pentingnya harmonisasi penerapan ajaran Ki Hadjar Dewantara dalam program Belajar di Rumah atau pembelajaran daring yang saat ini berjalan. Agar siswa tidak hanya mendapatkan materi pelajar melalui teknologi namun juga memiliki kehalusan budi pekerti dan tidak menghilangkan nilai budaya bangsa.
Ketua Pengurus Pusat PKBTS Profesor Cahyono menyatakan program sekolah dari rumah pada masa pandemi corona perlu diseimbangkan dengan harmonisasi tri pusat pendidikan dalam hal ini lingkungan keluarga, sekolah dan masyarakat. Ajaran Ki Hajar Dewantara ini menurutnya harus tetap menjiwai pelaksanaan pendidikan meski pun antara guru dan murid tidak bisa tatap muka secara langsung.
BACA JUGA : Rektor Perguruan Tinggi di Jogja Pertanyakan Kebijakan
"Serta melalui pendidikan semesta bahwa setiap tempat adalah sekolah dan setiap orang adalah pamong, sebagaimana yang telah dikembangkan oleh Ki Hajar Dewantara," ungkapnya dalam diskusi tentang Pancasila & UUD 1945 yang bertajuk Ki Hadjar Dewantara, Mata Air Kebangsaan, Sabtu (25/7/2020).
Sehingga penggunaan teknologi infomasi, untuk pembelajaran daring pada masa darurat Covid-19 sebaiknya harus mampu mengasah kecerdasan otak, kehalusan budi pekerti dan ketrampilan tangan. Menurutnya melalui sistem among dengan pola momong bisa menjadi penyeimbang dengan pembelajaran jarak jauh.
"Harus diimbangi ngemong dan among secara asah, asih, asuh untuk mengolah cipta, rasa, karsa melalui wiraga, wirama, wirasa sehingga pendidikan tidak menghilangkan nilai-nilai kemanusiaan, kebudayaan, budi pekerti, kebangsaan dan peradaban luhur nusantara," katanya.
BACA JUGA : Nadiem Makarim Terapkan Kemerdekaan Belajar, Mahasiswa
Para pamong belajar senior ini juga menyorot soal program Mendikbud Merdeka Belajar, yang seharusnya diterapkan dengan tetap berpegang pada unggulan budaya nusantara dan rasa tanggung jawab. Sehingga melalui pengembangan para siswa diseimbangkan antara pikiran dan raga yang merdeka sesuai bakat, talenta serta hobi setiap siswa. "Artinya tidak harus mengacu pada sistem luar negeri yang cenderung merdeka tanpa batas," ujarnya.
Pembina PKBTS Idham Samawi sepakat bahwa pendidikan yang saat ini berjalan harus sesuai dengan akar budaya bangsa. Anggota MPR RI ini mengapresiasi Taman Siswa yang tetap mempertahankan nilai luhur bangsa dalam ruh pendidikan. Mengingat saat ini banyak generasi muda yang jika tidak diarahkan dengan baik, mereka lebih menyenangi budaya barat daripada budaya lokal.
"Kita masih memiliki pancasila sebagai pandangan hidup bangsa yang keberadaannya harus terus dipertahankan, anak muda jangan sampai kehilangan jati diri bangsa kita," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BMKG mencatat tsunami akibat gempa Nagekeo terdeteksi di 10 titik pesisir, dengan gelombang tertinggi 0,94 meter di Maurole, Ende.
Di bawah kepemimpinan Gubernur Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen, layanan pendidikan diperluas melalui sekolah negeri, sekolah kemitraan
Mengenal sejarah Paskibraka yang berawal dari Jogja pada 1946, makna formasi 17-8-45, hingga pembinaan Paskibraka di bawah BPIP.
BNPB mencatat 1.514 bencana terjadi hingga 17 Agustus 2026. Sebanyak 3,7 juta warga terdampak dan 24.883 rumah rusak.
Menjelang Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Tengah, sektor pertanian terus menjadi fokus bagi pemerintahan di bawah kepemimpinan Gubernur Ahmad Luthfi
Mengenal sejarah Gedung Agung Jogja, dari era kolonial Belanda hingga menjadi saksi perjuangan kemerdekaan dan pusat agenda kenegaraan.