Kekayaan Charlie Kirk, Tewas Ditembak di Utah Valley University
Charlie Kirk, aktivis konservatif dan pendukung Presiden AS Trump, seorang yang vokal dan pendiri Turning Point USA, ditembak hingga tewas
Kepala Dinas Pariwisata DI Yogyakarta, Singgih Raharjo, mencoba tempat cuci tangan yang disediakan di Pantai Parangtritis, Sabtu (13/6/2020)./JIBI/Ujang Hasanudin
Harianjogja.com, JAKARTA – Sebagai salah satu lokasi tujuan wisata, Yogyakarta sepi pengunjung selama pandemi Covid-19. Agar bisa kembali bergulir, Satgas Penanganan Covid-19 di Yogyakarta bersama pemerintah mempersiapkan diri untuk kembali menerima wisatawan.
Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Daerah Istimewa Yogyakarta Biwara Yuswantana mengatakan bahwa saat ini Yogyakarta masih dalam periode ketiga penerapan kondisi darurat. Namun, pemerintah daerahnya sudah mulai melakukan uji coba untuk mengembalikan aktivitas ekonomi masyarakat.
“Kami sedang dalam proses melakukan penilaian kesiapan hotel, restoran, tempat belanja, dan tempat wisata. Di Satgas ada tim verifikasi untuk mengevaluasi sejauh mana persiapan dari perangkat-perangkat yang ada untuk penerapan protokol kesehatan,” jelas Biwara pada Minggu (26/7/2020).
Adapun, untuk wisatawan, Biswara mengungkapkan Yogyakarta sedang menguji coba membuka beberapa lokasi wisata dengan kapasitas pengunjug maksimal 50 persen. “Ini nanti dievaluasi kembali terkait apakah akan dibuka lebih luas atau harus ditutup lagi.”
Dia menegaskan bahwa semua kesiapan dari akomodasi, tempat wisata termasuk transportasinya harus matang sebelum benar-benar dibuka kembali untuk wisatawan. Menurutnya, kalau hotel siap tapi transportasi tidak siap, tidak akan membuahkan hasil bagi pelaku industri pariwisata.
“Kita siapkan, bagaimana wisatawan bisa dilindungi ketika menginap di hotel, makan di restoran, dan beli oleh-oleh. Kita tidak ingin tergesa-gesa masuk ke new normal, semua harus dikalkulasi, jangan sampai ada outbreak atau gelombang kedua,” ungkap Biswara.
Juru Bicara Satgas Penanganan Dampak Covid-19 Kemenparekraf Ari Julianno Gema menambahkan bahwa untuk mengembalikan aktivitas ekonomi di wilayah wisata, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) sudah memberikan bantuan baik bantuan langsung atau padat karya.
Kemenparekraf juga sudah membuat panduan protokol kesehatan di tempat wisata yang bisa diikuti dan dimodifikasi sesuai dengan kebutuhan lokasi wisata dan menganjurkan tempat wisata, hotel, restoran, dan tempat belaja untuk melakukan tahapan prakondisi sebelum benar-benar terbuka untuk umum.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia
Charlie Kirk, aktivis konservatif dan pendukung Presiden AS Trump, seorang yang vokal dan pendiri Turning Point USA, ditembak hingga tewas
Jadwal KRL Solo–Jogja 20 Mei 2026 lengkap semua stasiun dari Palur ke Tugu. Cek jam berangkat terbaru dan tarif Rp8.000.
Pengurusan SKKH di Sleman masih sepi jelang Iduladha 2026. DP3 tingkatkan pengawasan karena ancaman PMK masih ada.
Lima WNI ditahan Israel saat misi kemanusiaan ke Gaza. Pemerintah RI mendesak pembebasan dan perlindungan.
UMKM di RTP Bulak Tabak Kulonprogo mengeluh sepi pembeli saat musim haji 2026, dampak ekonomi dari embarkasi belum terasa.
Polda DIY lakukan asistensi kasus Shinta Komala di Sleman. Dua perkara diusut, polisi pastikan penanganan sesuai SOP.