Ilmuwan Jepang Ciptakan Robot yang Bisa Tersenyum dengan Kulit Hidup di Wajahnya
Ilmuwan Jepang membuat wajah robot yang bisa tersenyum karena wajahnya menyalin struktur jaringan kulit manusia.
Ilustrasi. /Solopos-Sunaryo Haryo Bayu
Harianjogja.com, SLEMAN--Pemerintah Kabupaten Sleman memutuskan meniadakan malam tirakatan dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan Ke-75 Republik Indonesia bulan Agustus nanti. Pemerintah desa dan kecamatan juga diminta mengawasi jika ada warga yang kedapatan menggelar tirakatan.
Kabag Humas dan Protokol Setda Kabupaten Sleman, Shavitri Nurmala Dewi menuturkan keputusan itu tertulis dalam Surat Edaran Pemkab Sleman No.003/01769 tentang Peniadaan Malam Tirakatan dalam rangka HUT ke-75 RI. Kebijakan ini dipilih untuk memutus rantai penyebaran Covid-19.
BACA JUGA : Masih Pandemi, Masyarakat Diimbau Tidak Gelar Malam
"Kami berupaya memutus rantai penularan Covid-19 di wilayah Kabupaten Sleman dengan meminimalkan acara yang menghadirkan massa, baik oleh jajaran pemerintah maupun masyarakat, salah satunya meniadakan kegiatan malam tirakatan," terang Shavitri pada Selasa (28/7/2020).
Peniadaan malam tirakatan ini tidak terbatas hanya di tingkat kabupaten saja, melainkan juga tingkat kecamatan, desa, padukuhan, hingga RT/RW. Shavitri berharap masyarakat bisa menaati surat edaran ini dengan tidak menggelar malam tirakatan karena kumpulan orang banyak masih berpotensi menjadi sumber penularan Covid-19.
"Harapannya tidak ada warga yang menyelenggarakan tirakatan. Peluang untuk mengajukan izin penyelenggaraan malam tirakatan kami persempit," tegasnya.
BACA JUGA : Pemkab Kulonprogo Tak Gelar Tirakatan hingga Pawai 17
Menanggapi hal ini, Kepala Desa Margokaton, Kecamatan Seyegan, Sleman, Sutejo mengaku siap mengikuti aturan yang berlaku. Pihaknya sudah menerima surat edaran peniadaan malam tirakatan tersebut dan sudah mengimbau kepala dusun di wilayahnya untuk meneruskannya ke warga.
"Kami tidak ada tirakatan, karena sudah ada surat edaran dari bupati untuk ditiadakan. Kami nurut untuk meniadakan tirakatan," kata Sutejo.
Meski begitu, diakuinya masih ada potensi di masyarakat yang ingin menggelar malam tirakatan lantaran kegiatan itu sudah menjadi tradisi warga. Namun, ia berupaya terus mengimbau warga untuk tidak menyelenggarakan kegiatan tersebut.
"Kita enggak bisa melarang, tapi jangan sampai ada. Kita imbau ke Pak Dukuh supaya warga tidak usah adakan tirakatan," kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Ilmuwan Jepang membuat wajah robot yang bisa tersenyum karena wajahnya menyalin struktur jaringan kulit manusia.
BMKG memprakirakan mayoritas kota besar di Indonesia berpotensi hujan pada Senin 25 Mei 2026, mulai hujan ringan hingga petir.
Harga buyback emas Antam, UBS, dan Galeri 24 di Pegadaian hari ini Senin 25 Mei 2026 terpantau stabil.
Kelurahan Pakuncen menggelar pelatihan sablon kaos untuk meningkatkan keterampilan dan mendorong ekonomi kreatif warga.
Rute Trans Jogja 2026 lengkap beserta tarif, pembayaran digital, dan jalur strategis di wilayah Yogyakarta dan sekitarnya.
Juventus gagal lolos ke Liga Champions usai ditahan Torino 2-2 pada pekan terakhir Serie A 2025/2026.