Tiket Ludes 15 Menit, MJM 2026 Siap Dongkrak Wisata Jogja
Sebanyak 10.000 tiket Mandiri Jogja Marathon 2026 habis dalam 15 menit. Event lari internasional ini siap mempromosikan wisata DIY dan UMKM lokal.
Ilustrasi belajar./Pixabay
Harianjogja.com, JOGJA-Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah V memastikan tidak ada kewajiban bagi mahasiswa baru untuk datang ke kampus. Meski demikian, sebagian mahasiswa lama tetap harus ke kampus untuk proses perkuliahan yang tidak bisa dilakukan online.
Terkait hal ini, Pemda DIY telah mengizinkan perkuliahan tatap muka jika memang harus dilakukan secara bertahap.
Sekretaris Daerah DIY, Kadarmanta Baskara Aji, menuturkan jika perkuliahan tatap muka harus dilakukan sekitar September mendatang, tidak masalah sepanjang berkoordinasi dengan LL DIKTI, telah siap dengan fasilitas yang memungkinkan untuk penerapan protokol Kesehatan.
Selain itu, perkuliahan tatap muka juga harus dilakukan dengan bertahap, tidak langsung semua mahasiswa bersamaan. “Semisal mendahulukan mahasiswa yang menyelesaikan tugas akhir. Atau mendahulukan mahasiswa baru supaya yang sebelum kuliah daring itu ketemu dulu. Kalau belum pernah ketemu kan susah,” ujarnya, Jumat (9/8/2020).
Ia menuturkan pihaknya telah meminta LL DIKTI untuk berkoordinasi dengan perguruan tinggi baik swasta maupun negeri yang ada di bawah koordinasinya terkait bagaimana mekanisme perkuliahan tatap muka yang akan dilangsungkan secara bertahap nanti, termasuk melihat kesiapan masing-masing kampus.
Menurutnya, setiap kampus memiliki kesiapan yang berbeda untuk melaksanakan perkuliahan tatap muka, khususnya pada ketersediaan Gedung yang memadahi agar memungkinkan diterapkannya pembatasan jarak antar mahasiswa.
Di samping itu, pihaknya bersama LL DIKTI akan menyiapkan standar operasional prosedur (SOP) perkuliahan tatap muka yang masih bersifat general. Sementara untuk SOP spesifik di setiap kampus, disiapkan masing-masing kampus dengan persetujuan LL DIKTI.
Untuk memastikan SOP yang telah disusun benar-benar berjalan pada pelaksanaan perkuliahan tatap muka, pihaknya akan tetap melakukan pengawasan. “Kalau ada yang melanggar ya bisa saja kami minta untuk belajar di rumah lagi,” ungkapnya.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY, Biwara Yuswantana, menjelaskan pembelajaran tatap muka bisa dimulai dari tingkat pendidikan tinggi dulu, yakni tingkat mahasiswa, hingga terakhir yang paling kecil yakni tingkat PAUD. “TK dan PAUD terakhir karena risikonya terlalu besar,” kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 10.000 tiket Mandiri Jogja Marathon 2026 habis dalam 15 menit. Event lari internasional ini siap mempromosikan wisata DIY dan UMKM lokal.
Sleman menyelesaikan transfer depo Pandowoharjo untuk mendukung PSEL Regional DIY. Depo Donokerto menunggu anggaran ABT.
Jadwal Samsat Bantul Oktober 2026 lengkap dengan lokasi, jam layanan, Samsat Keliling, Jempol Si Panda, SABITA hingga Samsat On Sunday.
Sebanyak 17 Taman Budaya dari berbagai daerah di Indonesia berkumpul di Jogja dalam Temu Karya Taman Budaya Se-Indonesia XXV 2026.
Warga huntap Merapi di Kepuharjo dan Umbulharjo menerima SHM. Sultan HB X meminta sertifikat dijaga dan tidak mudah dilepas.
Jadwal KRL Solo-Jogja Rabu 30 September 2026 tersedia 12 perjalanan. Cek jam berangkat dari Palur hingga tiba di Jogja.