HUT ke-81 RI, IDM Resmikan Rumah Layak Huni di Sleman
IDM meresmikan rumah layak huni ke-56 untuk warga Sleman dalam HUT ke-81 RI. Program TJSL ini menyasar masyarakat sekitar destinasi wisata.
Ilustrasi jalan tol. /JIBI-M. Ferri Setiawan
Harianjogja.com, SLEMAN- Harga tanah di sekitar lokasi jalur tol Jogja-Solo sudah naik drastis. Di Tamanmartani, Harga tanah melambung tinggi hingga Rp3 juta per meter.
Salah seorang warga, Tegalrejo, Tamanmartani, Kalasan, Suprapti mengatakan harga di sekitar lokasi melonjak dari sebelumnya lokasi tersebut menjadi jalur tol. Jika sebelumnya sekitar Rp1 jutaan per meter, saat ini harganya antara Rp3 juta hingga Rp3,5 juta per meter. "Kemarin ada tetangga yang mau dibeli Rp3 juta per meter nggak dikasih," katanya, Minggu (9/8/2020).
Rumah Suprapti sendiri termasuk dalam peta calon lahan yang akan dibangun jalan tol. Total luas lahan yang dia miliki sekitar 1200 meter persegi. Hanya saja, katanya, tidak semua lahan miliknya digunakan untuk pembangunan jalan tol. "Yang dipakai sekitar 500 meter saja di bagian tengah, jadi membelah lahan. Yang kena rumah. Itu berita yang saya dapat," katanya.
Saat ini, lanjut Suprapti, warga masih menunggu kepastian lahan yang terkena jalur tol setelah Izin Penatapan Lokasi (IPL) ditandatangani Gubernur DIY. Warga terdampak tol, katanya, mendukung program pemerintah tersebut sambil berharap harga ganti untung yang dijanjikan benar-benar terealisasi.
"Kalau saya memang niat untuk pindah, beli tanah dan bangun rumah lagi. Di sini (sisa lahan) saya rencanakan buat kios saja," katanya.
Dia berharap agar ganti untungnya yang diberikan kepada warga terdampak tidak hanya bisa untuk membeli lahan baru tetapi juga sampai warga terdampak bisa bangun rumah. Alasannya, untuk mencari lahan baru tidak mudah. Berbeda ceritanya jika warga tersebut memiliki sawah sehingga sawah tersebut bisa dijadikan lahan pengganti untuk membangun rumah.
BACA JUGA: Mayat Mengenakan Popok Ditemukan di Dekat Jembatan Kretek Bantul
"Cari tanah (pengganti) juga tidak mudah apalagi di wilayah Sleman. Ya kami berharap dananya juga sampai bisa bangun rumah," katanya.
Hal senada disampaikan Soebarjo, warga Tegalrejo lainnya. Meskipun sampai saat ini belum ada pematokan, namun dari beberapa sosialisasi sebagian lahannya terdampak pembangunan jalan tol. Soebarjo mendukung rencana pemerintah untuk pembangunan jalan tol tersebut. "Saya lebih baik menunggu pematokan saja. Setelah IPL turun, saya belum tahu pasti jalur tol yang digunakan," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
IDM meresmikan rumah layak huni ke-56 untuk warga Sleman dalam HUT ke-81 RI. Program TJSL ini menyasar masyarakat sekitar destinasi wisata.
Minyak jelantah dari MBG, KDMP, rumah tangga hingga restoran dijajaki Pertamina sebagai bahan baku bahan bakar pesawat ramah lingkungan.
Selama 56 tahun, SHARP telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Indonesia, mengikuti perubahan kebutuhan rumah tangga, perkembangan teknologi.
Menteri LH Jumhur Hidayat menegaskan pasar karbon Indonesia harus berbasis aksi iklim nyata, bukti kredibel, dan tata kelola berintegritas.
DPRD DIY meminta SPPG penyebab keracunan MBG ditutup permanen. Sebanyak 14 SPPG di DIY kini mendapat sanksi suspend.
Wapres Gibran mendorong inovasi mahasiswa ITB terus dikembangkan agar berdampak lebih luas dan terhubung dengan kebutuhan industri.