Lebih dari 100.000 Orang di DIY Telah Disuntik Vaksin
Vaksinasi Covid-19 tahap kedua untuk kalangan lanjut usia dan pelayan publik di DIY masih berjalan. Hingga Jumat (19/3/2021), total penerima vaksin telah mencapai 97.583 jiwa.
Petugas kebersihan membersihkan ruang tunggu di Yogyakarta International Airport, Kulonprogo, Rabu (02/05/2019). /Harian Jogja-Desi Suryanto
Harianjogja.com, JOGJA— Bank Indonesia (BI) DIY menilai pembangunan kawasan sekitar bandara Yogyakarta International Airport (YIA) dapat segera direalisasikan.
Kepala BI DIY, Hilman Tisnawan mengatakan pertumbuhan ekonomi di DIY beberapa tahun terakhir memang didukung dengan adanya pembangunan bandara YIA. Dari pembangunan dana masuk, menambah belanja dan perputaran uang.
Baca juga: Pemkab Permudah Investor untuk Membangun Kereta Gantung di Menoreh
Begitu pembangunan berhenti dan terdampak pandemi Covid-19, pemaksimalan dari fungsi bandara pun belum bisa dijalankan. Akibatnya ekonomi yang diharapkan tumbuh pun belum dapat terealisasi.
Dampak Covid-19 juga, dikatakan Hilman pembangunan atau investasi kawasan sekitar bandara menjadi tertunda. Melihat perkembangan kondisi yang ada, dikatakannya ekonomi harus berjalan beriringan dengan penanganan Covid-19. Oleh sebab itu, pembangunan kawasan sekitar bandara harus terealisasi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.
“Kegiatan-kegiatan proyek harus didorong, itu ada multiplier effect peningkatan ekonomi lainnya. Kalau nunggu pariwisata yang jadi andalan DIY belum pulih, mesin lainnya harus dihidupkan. Pemda dan Pusat untuk menggantikan mesin itu [pariwisata], kalau tidak akan terus negatif,” kata Hilman, Minggu (9/8/2020).
Baca juga: PUPR Bangun 4 Gerbang untuk Pengembangan Candi Borobudur
Berdasarkan rilis yang dipaparkan oleh Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) DIY, Heru Margono menunjukan bahwa pertumbuhan ekonomi yang mengalami kontraksi sebesar 6,74% (year on year), disebabkan pertama karena Covid-19 dan selesainya pembangunan bandara.
“Pemicu utama adalah munculnya kasus Covid-19 di DIY yang mulai terdeteksi pada pertengahan Maret 2020. Selain itu, selesainya mega proyek Bandara Internasional Yogyakarta juga turut memicu terjadinya kontraksi,” ujar Heru.
Sebelumnya diketahui sejumlah pembangunan hotel di kawasan bandara juga mulai berjalan. Pelaksana Tugas Sementara (PTS) General Manager YIA PT Angkasa Pura I Agus Pandu Purnama mengatakan pihaknya menyambut baik dengan adanya hotel di kawasan bandara, hal tersebut menurutnya juga sebagai pendukung beroperasinya bandara.
“Menyambut baiklah, terutama hotel bintang itu. Kebutuhan ini juga tidak hanya untuk wisatawan, tetapi untuk kru yang jumlahnya banyak,” kata Pandu.
Pandu mengungkapkan pembangunan hotel tersebut juga sebagai pendukung Aerocity. Diungkapkan Pandu di kawasan sekitar bandara juga ada lahan sekitar 89 hektare itu untuk mendukung Aerocity. Nantinya dikatakan Pandu, selain hotel ada gedung pertemuan, tempat untuk pelayanan cargo, taman, rumah sakit hingga mall.
Disinggung dengan adanya pandemi Covid-19, pihaknya tetap optimis pembangunan akan tetap mulai berjalan pada 2021. “Pertemuan terakhir kita tetap fokus memulai [2021], jadi memang harus dimulai, pandemi harus optimis. Pembangunan harus jalan, kalau tidak dimulai kapan jadinya,” ujar Pandu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Vaksinasi Covid-19 tahap kedua untuk kalangan lanjut usia dan pelayan publik di DIY masih berjalan. Hingga Jumat (19/3/2021), total penerima vaksin telah mencapai 97.583 jiwa.
Pemerintah memastikan pemulangan sembilan WNI relawan Gaza usai dibebaskan dari penahanan Israel dan tiba di Turkiye.
Alex Marquez resmi absen di MotoGP Italia dan Hungaria 2026 usai mengalami cedera patah tulang selangka dan vertebra saat balapan di Catalunya.
Cristiano Ronaldo membawa Al Nassr juara Liga Arab Saudi usai mencetak dua gol saat menang 4-1 atas Damac.
Sultan HB X ingin RTH eks Parkir ABA Jogja jadi taman bunga nyaman, bukan hutan kota. Penataan dimulai dengan anggaran 2026.
Harga emas perhiasan hari ini 22 Mei 2026 naik, buyback tertinggi tembus Rp2,47 juta per gram.