Pemkab Permudah Investor untuk Membangun Kereta Gantung di Menoreh

Motor melintas di jalan yang berbecek hasil dari pengeprasan bukit dan pembangunan talut Jalan Prangkokan-Ngori untuk proyek Bedah Menoreh di Dusun Gowok, Desa Kebonharjo, Kecamatan Samigaluh, Senin (14/1 - 2019)./Harian Jogja
09 Agustus 2020 15:07 WIB Jalu Rahman Dewantara Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO - Pemkab Kulonprogo bakal mempermudah proses perizinan bagi investor yang akan membangun kereta gantung di Perbukitan Menoreh. Kemudahan diberikan supaya rencana pembangunan infrastruktur wisata ini bisa benar-benar terealisasi.

"Dari kami tentu akan mendorong agar rencana ini bisa terlaksana, salah satunya dengan mempermudah proses perizinan," kata Kepala Dinas Pariwisata Kulonprogo, Joko Mursito, kepada awak media, Minggu (9/8/2020).

Joko mengatakan, pemberian kemudahan ini agar rencana pembangunan kereta gantung benar-benar terlaksana. Dia mengungkapkan pembangunan kereta gantung sebenarnya sudah diwacanakan oleh investor sejak lama. Namun karena beberapa hal, wacana itu menguap tanpa alasan yang jelas.

Baru, pada Selasa (4/8/2020), investor yang salah satunya merupakan pengusaha wisata Pule Payung, menemui Bupati Kulonprogo Sutedjo dan sejumlah pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) di antaranya Dispar dan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu (DPMPT) untuk kembali mengutarakan niatnya membangun kereta gantung. "Mudah-mudahan dengan pertemuan kemarin bisa mempercepat proses pembangunan ini," ucap Joko.

Baca Juga: Pasien Corona yang Akan Pulang ke Moyudan Sempat Ditolak

Joko mengaku optimis rencana kali ini bisa terlaksana. Alasannya karena prospek kepariwisataan Kulonprogo di masa mendatang cukup bagus, lantaran telah beroperasinya Yogyakarta International Airport (YIA) dan adanya proyek bedah menoreh yang akan menghubungkan YIA ke kawasan wisata Candi Borobudur, Jawa Tengah, sehingga menarik minat investor membangun kereta gantung.

"Tentunya kami optimistis, karena ini juga tinggal menindaklanjuti pertemuan yang kemarin, dan memang sepertinya investor kembali bergairah setelah bandara beroperasi dan adanya proyek bedah menoreh. Dulu kan belum jelas. sehingga baru wacana. Sementara sekarang tinggal MoU aja," ucapnya.

Diberitakan sebelumnya, sejumlah investor berencana membangun kereta gantung yang menghubungkan beberapa destinasi wisata di kawasan perbukitan menoreh, Kulonprogo. Kehadiran kereta gantung dinilai perlu untuk mengakomodir wisatawan yang kesulitan mengakses objek wisata di kawasan tersebut.

Baca Juga: Update Covid-19 Global: Kasus Positif Mencapai 19,79 Juta Orang, Sembuh 12,7 Juta

"Potensi wisata di perbukitan Kulonprogo itu sangat baik, tapi sayangnya akses ke sana sulit. Oleh karena itu, kami berencana membangun kereta gantung, guna memudahkan akses wisatawan itu," kata Ismed Hariawan, salah satu investor proyek kereta gantung saat ditemui awak media usai audiensi dengan Bupati Kulonprogo, terkait pembangunan kereta gantung di Ruang Bupati, Kompleks Pemkab Kulonprogo, Selasa (4/8/2020).

Selain memudahkan akses wisata, kehadiran kereta gantung kata Ismed, juga dapat menunjang kepariwisataan Kulonprogo setelah YIA beroperasi dan adanya pembangunan jalur bedah menoreh yang menghubungkan YIA ke kawasan Borobudur, Jawa Tengah. Kehadiran infrastruktur wisata ini diharapkan bisa menarik wisatawan baik lokal maupun mancanegara.

Dimulai Akhir 2020

Ismed mengatakan kereta gantung ini rencananya akan mulai dibangun pada akhir 2020. Saat ini, pihaknya bersama sejumlah investor lain, masih mengurus proses perizinan. Menyoal berapa biaya yang akan dikeluarkan untuk proyek ini, Ismed enggan membeberkan, dan hanya menyebut mencapai miliaran rupiah.

Ismed menjelaskan kereta gantung ini akan memiliki panjang sekitar 2 km dan melewati sejumlah destinasi wisata di perbukitan menoreh. Namun ia belum merinci destinasi mana saja yang akan dilewati. Adapun titik awal dan akhir berada di kawasan Waduk Sermo. "Nantinya tempat parkir wisata masuk di kawasan Sermo, dari situ pengunjung bisa naik kereta gantung ke destinasi wisata lain," jelasnya.