AI Makin Canggih, Pakar Tegaskan Peran Jurnalis Tetap Tak Tergantikan
Pakar UII Teduh Dirgahayu menegaskan AI membantu kerja jurnalistik, tetapi tidak dapat menggantikan peran wartawan dalam verifikasi dan keputusan editorial.
Foto ilustrasi. /Antara Foto-Makna Zaezar
Harianjogja.com, JOGJA—Sebanyak 1.945 mozaik bendera berisi foto perempuan Indonesia mengenakan masker menjadi penanda lahirnya Gerakan Pakai Masker luster Perempuan di HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-75.
Gerakan Pakai Masker (GPM) Klaster Perempuan ini akan mensosialisasikan serta memberikan edukasi kepada kaum Perempuan agar senantiasa mematuhi protokol kesehatan, terutama penggunaan masker yang baik dan benar, yang diikuti disiplin jaga jarak dan rajin cuci tangan. Karena penggunaan masker dapat mengurangi penyebaran virus COVID-19 yang pada akhirnya akan mempercepat pemulihan ekonomi Indonesia.
Ketua Umum dan Pendiri Gerakan Pakai Masker Sigit Pramono menjelaskan perempuan adalah kunci dalam keluarga. Perempuan bisa menjadi pendidik dan pengingat seluruh anggota keluarga agar selalu memakai masker, rajin mencuci tangan dan disiplin menjaga jarak. Di dalam lingkungan keseharian, perempuan juga memiliki peran sebagai pengingat sekelilingnya untuk selalu memakai masker dan mengikuti Protokol Kesehatan.
“Dengan demikian perempuan memegang peranan penting untuk melindungi keluarga, sekeliling dan Indonesia,” ujar Sigit dalam rilis yang diterima Harianjogja.com, Senin (17/8/2020).
Dalam peluncuran GPM kluster perempuan ini, di buat dua materi kampanye yang berupa video dan mozaik bendera Indonesia yang berisi 1.945 foto-foto perempuan Indonesia dari Sabang sampai Merauke, dari berbagai organisasi perempuan, insitusi, perusahaan swasta, akademisi dan juga pribadi. Materi-materi kampanye ini disebarkan ke seluruh penjuru dengan menggunakan platform sosial media dan videotron di ribuan titik di Indonesia.
“Mereka ada juga yang berprofesi artis, dokter, pengusaha, humas, ibu rumah tangga, wiraswasta dan juga profesi-profesi lainnya. Kami berterima kasih atas partisipasi dan dukungan teman-teman Perempuan dengan foto-foto bermasker yang sudah mendukung dan ikut mensosialisikan pemakain masker,” kata Direktur Kampanye untuk Kluster Perempuan GPM Vita.
Direktur Kampanye untuk Kluster Perempuan GPM Intan Adams Katoppo menambahkan Kluster Perempuan akan memiliki banyak sekali program penyuluhan perempuan untuk mengajak agar disiplin memakai masker melalui acara yang dikemas menarik. Ia berharap bisa bekerja sama dengan berbagai pihak seperti organisasi Tim Penggerak PKK dan organisasi lainnya.
Sekedar untuk diketahui, Gerakan Pakai Masker memiliki visi membantu mewujudkan masyarakat Indonesia yang memiliki kesadaran tinggi memakai masker secara benar sebagai kebiasaan dan perilaku sehari-hari untuk melindungi diri dan orang lain dari penularan Covid 19.
Gerakan ini berkomitmen untuk mensosialisasikan pemakaian masker ke masyarakat, seperti pesantren, pasar tradisional, perguruan tinggi, sekolah, kaum perempuan, kaum profesional kelompok perbankan, kaum milenial, pelaku seni budaya.
“Gerakan pakai masker ini juga menjadi simbol kebangkitan ekonomi Indonesia. Sehingga GPM akan terus berupaya mengajak semua pihak untuk bekerja sama, berkolaborasi, koordinasi, dan co-branding untuk melakukan kegiatan sejenis,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pakar UII Teduh Dirgahayu menegaskan AI membantu kerja jurnalistik, tetapi tidak dapat menggantikan peran wartawan dalam verifikasi dan keputusan editorial.
Wakil Ketua DPRD DIY, Budi Waljiman, mendorong penguatan budaya membaca dan menulis di tengah derasnya arus informasi digital
FIFA selidiki dugaan rasis suporter Argentina ke iShowSpeed di Piala Dunia. Simak kronologi insiden dan kontroversi terbaru tim Tango di sini.
Sekda baru Kota Jogja, Budi Santosa Asrori, memprioritaskan pelaksanaan program RPJMD, penguatan tata kelola pemerintahan, dan penanganan isu strategis seperti
Jumlah lulusan perguruan tinggi di Sleman terus bertambah, sementara lapangan kerja formal belum mampu mengimbanginya. Disnaker soroti mismatch kompetensi.
DPRD Gunungkidul mulai membahas tiga Raperda inisiatif pada Juli 2026. Total 12 Raperda ditargetkan selesai dibahas dan ditetapkan hingga akhir tahun.