Buntut Serangan Ransomware, Jokowi Minta BPKP Audit Tata Kelola Pusat Data Nasional
Presiden Jokowi meminta BPKP untuk melakukan audit tata kelola dan finansial pusat data nasional.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, SLEMAN - Rencana pembangunan jalan tol trase Jogja-Bawen menyebabkan sejumlah sekolah dasar (SD) harus tergusur. Sekolah yang terkena seluruh areanya akan direlokasi.
Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dinas Pendidikan Sleman, Sri Adi Marsanto menuturkan ada dua sekolah dasar yang terdampak tol. Keduanya adalah SD Negeri Nglarang di Tlogoadi, Mlati yang terdampak exit tol Jogja-Solo serta SD Negeri Banyurejo 1 di Banyurejo, Tempel yang tergusur tol Jogja-Bawen.
Kendati demikian, tak seluruhnya akan langsung direlokasi lantaran ditinjau dari seberapa banyak area sekolah yang terdampak. SDN Nglarang hanya terdampak area sekolahnya sekitar 30%. Sekolah ini tidak akan dipindah dan tetap bisa berdiri di lokasi semula.
"SD Nglarang hanya kena sebagian, masih bisa di situ. Bangunan yang kena, kita ganti, kita bangunkan lagi. Masyarakat juga masih menghendaki SD berdiri di situ," kata Adi ketika dihubungi pada Selasa (25/8/2020).
Sementara itu, SDN Banyurejo 1 Tempel terdampak seluruh areanya. Nantinya, Pemkab Sleman akan mendirikan bangunan SD tersebut di lokasi lain dari tanah yang disediakan Pemerintah Desa Banyurejo.
Menurut Adi, kedua sekolah tersebut masih dibutuhkan oleh masyarakat sekitar desa tersebut dan dikehendaki masih terus berdiri. Sehingga, opsi menyatukan sekolah terdampak tol ini dengan sekolah lain menurutnya tidak akan dipilih. "Misalnya sekolah tersebut sudah tidak ada muridnya, atau murid sedikit, itu bisa di-regrouping. Tapi ini muridnya masih banyak kok," ungkapnya.
Ia juga memastikan jika para siswa dan kegiatan belajar-mengajar (KBM) tidak akan terganggu dalam rencana pembangunan tol Jogja-Bawen ini. Selama pembangunan fisik tol tersebut, ia juga meyakini pengelola proyek akan mengantisipasi adanya polusi udara dan suara.
Terkait lokasi pemindahan SDN Banyurejo 1, Tempel, saat ini pihaknya menyerahkannya kepada Pemdes Banyurejo lantaran yang mengetahui tanah kas desa (TKD) mana yang tersedia dan bisa digunakan untuk membangun SD adalah pihak Pemdes Banyurejo.
"Yang tau TKD mana yang bisa digunakan kan desa, jadi desa yg cari. Itu kan aset desa," terangnya.
Dihubungi terpisah, Penjabat Kepala Desa Banyurejo, Sunarta juga mengatakan jika SDN Banyurejo 1 kemungkinan akan direlokasi lantaran terdampak jalur tol Jogja-Bawen. "Kami harus cari tempat. Soal berapa ganti untungnya nanti dari satker tol. Kami saat ini sedang siapkan lahan pengganti SD yang kena tol itu," kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Presiden Jokowi meminta BPKP untuk melakukan audit tata kelola dan finansial pusat data nasional.
China meluncurkan Shenzhou-23 dengan misi eksperimen tinggal satu tahun di stasiun antariksa Tiangong di tengah persaingan antariksa dengan AS.
Mendag Budi Santoso memastikan kewajiban DMO CPO tetap berlaku meski ekspor komoditas strategis nantinya dilakukan melalui PT DSI.
Presiden Prabowo Subianto memberikan taklimat kepada 1.000 perwira TNI-Polri di Seskoad Bandung, sekaligus meresmikan perpustakaan dan museum
BGN berkoordinasi dengan Satgas MBG Polri untuk mengusut maraknya dugaan penipuan jual beli titik SPPG program Makan Bergizi Gratis.
KPK memeriksa tiga ASN Kemenhub sebagai saksi kasus dugaan suap proyek pembangunan dan pemeliharaan jalur kereta api DJKA Kemenhub.