Gusti Prabu Kembali Pimpin PMI DIY, Ini Fokus 5 Tahun ke Depan
Gusti Prabukusumo kembali terpilih sebagai Ketua PMI DIY periode 2026-2031. Penguatan relawan dan ketersediaan darah menjadi fokus utama.
Interaksi petugas dengan peserta BPJS Kesehatan menerapkan protokol kesehatan di Kantor BPJS Kesehatan Sleman, belum lama ini./Harian Jogja-Abdul Hamid Razak\r\n
Harianjogja.com, SLEMAN—Untuk memaksimalkan layanan kepada peserta BPJS Kesehatan, ada baiknya menggunakan aplikasi Mobile Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Untuk pindah kelas pun cukup menggunakan layanan tersebut.
Seperti yang dialami Novi Yuniarti, warga Rejodani, Sardonoharjo, Kecamatan Ngaglik. Untuk mengurus perpindahan fasilitas kesehatan (faskes) pertama ia buru-buru menyambangi Kantor BPJS Kesehatan pada Selasa (24/8/2020). Novi bermaksud untuk pindah faskes pertama agar lebih dekat dengan tempat tinggalnya. "Saya datang untuk mengurus perpindahan layanan dari puskesmas ke klinik, sehingga datang langsung ke sini," katanya, saat itu.
Novi mengaku belum mengetahui cara lain pelayanan BPJS Kesehatan, terutama saat pergantian faskes. "Tahunya hanya untuk mengurus perpindahan faskes atau pindah kelas harus mendatangi Kantor BPJS. Saya lebih senang ke kantor karena penjelasannya bisa lebih gamblang," katanya.
Menurut Novi, seusai mengetahui penjelasan dari petugas terkait dengan aplikasi Mobile JKN ia lantas mencobanya. "Kebetulan ponsel saya sudah Android, ya nanti saya download aplikasi itu. Saya kira aplikasi itu hanya berisi berita seputar JKN KIS," katanya.
Menurut Novi, kedatangannya ke Kantor BPJS Kesehatan Sleman bersama ibunya juga bertujuan meminta kejelasan beban biaya yang diminta saat proses persalinan anak pertamanya. "Waktu itu saya hendak melahirkan di faskes pertama yang ditangani oleh bidan. Karena bidan tidak bisa menangani, maka saya dirujuk ke rumah sakit [faskes kedua]," katanya.
Kepala Bidang SDM Umum dan Komunikasi Publik BPJS Kesehatan Cabang Sleman, Yuni Wibawa, menjelaskan aplikasi Mobile JKN bisa digunakan peserta untuk menganti faskes bahkan turun kelas, misalnya dari kelas dua turun ke kelas tiga. "Saat ini menu di aplikasi Mobile JKN bertambah lengkap. Sebenarnya sudah sering kami sosialisasikan bahkan ada baliho besar di depan kantor terkait dengan aplikasi ini," katanya.
Jajarannya mendorong agar peserta memanfaatkan aplikasi Mobile JKN untuk kebutuhannya. Terlebih di masa pandemi Covid-19, peserta bisa mengurangi interaksi atau kontak langsung dengan petugas. "Banyak yang sudah menggunakan layanan Mobile JKN. Terbukti jumlah peserta yang datang ke kantor berkurang dibandingkan sebelum pandemi," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Gusti Prabukusumo kembali terpilih sebagai Ketua PMI DIY periode 2026-2031. Penguatan relawan dan ketersediaan darah menjadi fokus utama.
Pemilik Bolosego Dyah Laily Fardisa mengungkap kronologi biaya jualan food truck di Alkid Jogja yang disebut mencapai Rp6 juta.
egadaian dan Polri memperkuat kerja sama pengamanan serta pemanfaatan produk dan layanan Pegadaian untuk mendukung keamanan operasional dan masyarakat.
Selama menjadi peserta JKN, Yoga telah memanfaatkan Program JKN untuk berbagai kebutuhan pengobatan.
Daftar 14 bank bangkrut dan ditutup OJK hingga September 2026, terbaru BPR Pasarraya Kuta di Bali.
KNKT meminta aturan keselamatan pelayaran ditinjau ulang, termasuk ketentuan lashing kendaraan dan pemeriksaan fisik kapal.