Serapan Pupuk Bersubsidi di DIY Tembus 90 Persen
Realisasi penebusan pupuk bersubsidi di DIY disebut mencapai 90% dari total alokasi tahun ini sebesar 75.049 ton.
Bupati Bantul Suharsono (kanan) saat memberikan bantuan pembangunan sementara Sarana Terminal Agrobisnis, Rabu (2/9/2020)./Harian Jogja-Ujang Hasanudin
Harianjogja.com, BANTUL-Sejumlah petani di wilayah Kecamatan Sanden mulai membangun kembali Sarana Terminal Agrobisnis di selatan Tempat Pemungutan Retribusi (TPR) Pantai Samas. Bahkan, Bupati Bantul Suharsono ikut membantu pembangunan darurat Terminal Agrobisnis tersebut sebagai tempat petani untuk menggelar lelang hasil pertanian terutama cabai dan bawang merah.
“Seusia dengan janji saya kemarin terkait keluhan petani, saya penuhi untuk membuat bangunan sementara Terminal Agrobisnis karena segera akan digunakan petani,” kata Suharsono seusai memberikan bantuan pembangunan di lokasi Sarana Terminal Agrobinis (STA), Rabu (2/9/2020).
Suharsono mengatakan uang bantuan untuk rehab sementara STA memang tidak seberapa namun bantuan tersebut bisa meringankan pembangunan sementara untuk mengganti atap yang sudah tidak layak. Paling tidak, kata dia, petani saat menggunakan bangunan untuk lelang itu tidak kepanasan atau kehujanan.
Pihaknya kembali menegaskan tetap mempertahankan STA sebagai tempat lelang hasil pertanian bagi petani setempat. Bahkan pekan depan Suharsono akan menghadap kepada Gubernur DIY, Sri Sultan HB X untuk mempertahankan bangunan Terminal Agrobisnis, “Karena ini untuk kepentingan para petani, tempat lelang bawang dan cabai,” ujar Suharsono.
Sebelumnya, mantan pensiunan Polri berpangkat komisaris besar ini juga meminta petani tidak perlu menyampaikan aspirasi langsung ke Kraton Jogja selaku pemilik lahan karena lokasi STA menempati lahan Sultan Ground (SG). Melainkan aspirasi itu cukup disampaikan kepada bupati dan bupati akan langsung menyampaikannya kepada Sultan.
Setelah izin Gubernur DIY keluar, Suharsono berencana membangun kembali STA secara permanen di lokasi semula pada 2021 mendatang. Sebab, menurut dia, pembangunan awal STA diperuntukan sebagai sarana lelang hasil pertanian bagi petani, bukan untuk kepentingan lainnya.
Edi Nugroho, salah satu petani berterima kasih kepada bupati Bantul yang sudah mengakomodir aspirasi para petani yang ingin mempertahankan Sarana Terminal Agrobisnis sebagai tempat lelang. Rabu sore, pihaknya mulai memperbaiki kembali bangunan sementara karena petani sudah mulai panen bawang dan cabai.
“Kami sudah sepakat masyarakat akan perbaiki, merenovasi karena hasil pertanian mau dilelang,” Kata Edi. Rencananya bangunan darurat itu mengganti atap dari seng menjadi asbes dan tiang penyangganya dengan bambu. Menurut dia sebenarnya bantuan bupati masih belum cukup, namun sambil membangun, masyarakat sudah sepakat secara sukarela untuk iuran terutama tenaga dalam pembangunan STA ini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Realisasi penebusan pupuk bersubsidi di DIY disebut mencapai 90% dari total alokasi tahun ini sebesar 75.049 ton.
BGN akan menangguhkan SPPG tanpa Sertifikat Laik Higiene dan Sanitasi. Kebijakan ini demi menjaga kualitas Program Makan Bergizi Gratis.
Serangan Israel ke Lebanon kembali meningkat. Puluhan wilayah dihantam, korban tewas bertambah. Simak perkembangan terbaru konflik Timur Tengah.
Kesbangpol DIY menyelenggarakan pendidikan politik perempuan di Wates, Kabupaten Kulonprogo, Rabu (13/5/2026). Pendidikan ini ditujukan untuk mendorong kaum Haw
Prabowo ungkap Rp49 triliun uang tak terurus di bank akan masuk negara. Dana diduga terkait koruptor dan siap dimanfaatkan untuk rakyat.
Komet C/2025 R3 PANSTARRS muncul di 2026 dan tak kembali selama 170.000 tahun. Fenomena langka yang simpan sejarah Tata Surya.