Hujan Angin Terjang Berbah Sleman, Pohon Bertumbangan, Rumah Rusak, Baliho Ambruk
Hujan lebat dan angin kencang menerjang kawasan Kalitirto, Berbah, Sleman, Jumat (26/1/2024) siang.
Kustini Sri Purnomo (kiri) dan Danang Maharsa./Istimewa
Harianjogja.com, SLEMAN—Tiga pasangan calon kepala daerah akan bertarung di Pilkada Sleman 2020 yang dihelat 9 Desember nanti.
Ketiganya adalah Kustini Sri Purnomo-Danang Maharsa (Kuda Maharsa) yang diusung PDI Perjuangan (PDIP) dan PAN; Sri Muslimatun-Amin Purnama (Mulia) yang disokong Nasdem, Golkar, dan PKS; serta Danang Wicaksana Sulistya-R. Agus Cholik (Danang-Cholik) yang didukung Gerindra, PKB, dan PPP.
Secara matematis berdasarkan suara dukungan partai di Pemilu 2019, Kuda Maharsa unggul. Kuda Maharsa juga memimpin di depan dua pasangan lainnya dalam dua jajak pendapat yang beredar melalui pollingkita.com. Pada polling pertama yang dibuka mulai 31 Agustus 2020 pukul 09.16, Kuda Maharsa meraup 62,3% dukungan, meninggalkan Mulia yang meraih 27,2% suara dan Danang-Cholik yang mendapat 10,5% suara. Di jajak pendapat ini, terdapat 2.156 suara yang masuk.
Sementara, di jajak pendapat kedua yang dibuka mulai pukul 14.37 pada 31 Agustus 2020, Kuda Maharsa juga dominan dengan 54,9% dukungan, diikuti Danang-Cholik yang meraih 41,3% suara dan Mulia dengan 3,8% suara. Polling kedua ini diikuti 1.496 suara.
Jajak pendapat di pollingkita.com tak memungkinkan pemilihan berulang karena pemeriksaan duplikasi didasarkan pada alamat IP pemilih.
BACA JUGA: Penuhi Persyaratan, Kuda Maharsa Bertekad Sapu Bersih Semua Kecamatan di Pilkada Sleman
Berdasarkan perolehan suara partai pendukung di Pemilu 2019, Kuda Maharsa juga unggul.
Kuda Maharsa maju dengan dukungan dua partai besar, PDIP dan PAN. Berdasarkan data KPU Sleman terkait perolehan suara pada Pemilu 2019 lalu, PDIP mampu meraih 183.586 suara sah atau 27,43%. Raihan suara ini membuat PDIP meraih 15 kursi atau 30% dari 45 kursi di DPRD Sleman. Adapun PAN, meraih 94.015 suara sah atau 14,05% dan merebut enam kursi atau 12% dari 45 kursi di DPRD Sleman.
Jika ditotal, jumlah raihan suara sah kedua partai ini sebanyak 277.551 suara sah dengan 21 kursi DPRD Sleman. Jumlah tersebut belum termasuk, dua partai non parlemen ikut mendukung pasangan ini. Seperti Demokrat dengan 16.360 suara sah (2,44%) pada Pemilu 2019 lalu. Begitu juga Partai Gelora yang sudah siap menyumbang 20.000 suara untuk pasangan ini.
Di kubu lain, pasangan Danang-Cholik diusung tiga partai: Gerindra, PKB dan PPP. Gerindra mampu meraih 72.171 suara sah (10,78%) sementara PKB meraih 71.147 suara sah (10,63%) dan PPP 32.951 suara sah (4,92%).
BACA JUGA: Daftar Pilkada, Sri Muslimatun Incar Kemenangan Satu Putaran
Di DPRD Sleman, baik Gerinda maupun PKB mampu meraih masing-masing 6 kursi (24%) sementara PPP 3 kursi (6%). Total jumlah kursi Koalisi Gerakan Kebangkitan dan Persatuan atau Gerbang Persatuan ini sebanyak 15 kursi (30%) dengan 176.269 suara sah.
Sementara, Mulia diusung Nasdem, Golkar, dan PKS. Pada Pemilu 2019 lalu, Nasdem meraih 51.230 suara sah (7,65%), Golkar 45.711 suara sah (6,83%) dan PKS 67.130 suara sah (10,3%). Total raihan suara sah dari tiga partai ini sebanyak 164.071 suara. Di DPRD, paslon ini memiliki total 14 kursi (28%) dari PKS sebanyak 6 (12%) kursi, Golkar 5 kursi (10%) dan Nasdem 3 kursi (6%).
Di atas kertas, Kustini-Danang memang diunggulkan. Dengan raihan jumlah suara sah kedua partai ini sebanyak 277.551 suara sah dengan 21 kursi (33%) DPRD Sleman saat Pemilu 2019, bukan tidak mungkin pasangan ini bisa menang dengan mudah.
Sampai Sabtu ini, baru Kuda Maharsa dan Mulia yang sudah resmi mendaftar ke KPU Sleman. Pendaftaran calon kepala daerah akan ditutup Minggu (6/9/2020).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Hujan lebat dan angin kencang menerjang kawasan Kalitirto, Berbah, Sleman, Jumat (26/1/2024) siang.
Rumah di Panggungharjo Bantul terbakar dini hari diduga korsleting listrik, kerugian sekitar Rp20 juta
AAP rilis panduan baru: waktu istirahat sekolah wajib dilindungi sebagai kebutuhan dasar anak, bukan kemewahan. Simak manfaat medisnya di sini.
Satgas PPKS UPNVY selidiki dugaan kekerasan seksual yang viral di media sosial dengan komitmen perlindungan korban dan investigasi objektif.
Ibunda Fedi Nuril, Gusmawati Nuril binti Hasan Basri, meninggal dunia pada Selasa 19 Mei 2026. Unggahan duka banjir doa dari penggemar.
WhatsApp luncurkan fitur kirim foto terbaru di iPhone tanpa tutup ruang chat. Simak tampilan menu Recents baru khusus pengguna iOS.