Dompet Dhuafa Gulirkan Bestian Sama Yatim
Program muliakan anak yatim dengan BesTeam (Bestian Sama Yatim) digulirkan Dompet Dhuafa sebagai bagian rangkaian Tahun Baru Islam 1448 H.
Petugas kesehatan dari Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Bantul sedang memperagakan cara pemulasaran jenazah yang terkait Covid-19 di Pendopo Parasamya II Pemkab Bantul, Sabtu (5/9/2020)./Harian Jogja-Ujang Hasanudin
Harianjogja.com, BANTUL—Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bantul, selaku koordinator Gugus Tugas Percepatan Penganangan Covid-19 akan melibatkan Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) tingkat desa dalam menangani Covid-19, termasuk dalam mengurus jenazah pasien Covid-19.
Kepala Pelaksana BPBD Bantul, Dwi Daryanto, mengatakan pengurusan jenazah terkait Covid-19 dilakukan oleh BPBD dan rumah sakit. Jawatannya ingin masyarakat terlibat di dalamnya selama proses pengurusan jenazah dilakukan dengan protokol dan ketetapan yang berlaku.
Pentingnya masyarakat terlibat dalam mengurus jenazah juga supaya masyarakat tidak terlalu paranoid terhadap jenazah pasien Covid-19 apalagi sampai menolak pemakaman jenazah. Menurut Dwi, Peraturan Kementerian Kesehatan revisi kelima salah satu poinnya menyebutkan bahwa pemakaman jenazah tidak harus menggunakan alat pelindung diri (APD) level III seperti haazmat, melainkan cukup dengan APD level I.
“Dulu pemakaman pakai APD level III sehingga menakutkan [masyarakat], sekarang ada revisi [Peraturan Menteri Kesehatan] kelima bisa pakain biasa seperti sarung angan, masker medis, tutup kepala, sepatu dan mantel ayau celemek, tak seperti gambaran awal dulu semua tertutup rapat sehingga bikin masyarakat takut,” kata Dwi Daryanto dalam Bimbingan Teknis Penanganan Covid 19 FPRB Bantul di Pendopo Parasamya II Kompleks Pemerintahan Bantul, Manding, Sabtu (5/9/2020).
Dwi mengatakan jenazah yang berkaitan dengan Covid-19 pemulasarannya sudah dilakukan dengan protokol yang ketat di rumah sakit, bahkan saat ini ketika jenazah sudah dipulasari bisa dimakamkan lebih dari empat jam, “Jadi masyarakat tidak perlu khawatir apalagi menolak pemakaman karena sudah aman,” kata dia. Bahkan masyarakat, kata dia, bisa membantu menguburkan dengan mengenakan APD level I.
“Kami berharap masyarakat mulai berani menangani permasalahan sendiri, pemulasaran di di rumah sakit cukup ada jaminan aman, masyarakat tinggal memakamkan, yang memulasarakann rumah sakit. Harapan masyarakat tak khawatir atau takut,” lanjut Dwi.
Selain soal pengurusan jenazah, FPRB juga akan dipasrahi untuk melakukan penyemprotan cairan disinfektan di lokasi-lokasi yang mengharuskan adanya penyemprotan. Dwi berharap FPRB yang ada di desa-desa juga memberikan pemahaman pada masyarakat untuk tetap mematuhi protokol kesehatan Covid-19, karena penyakit yang disebabkan virus SARS CoV-2 masih terjadi di Bantul, bahkan penularannya sudah bukan lagi kiriman dari luar, melainkan lokal.
Tidak hanya asal mengajak, BPBD juga akan memberikan sarana dan prasarana untuk FPRB seperti pakaian APD, sarana penyemprotan, serta asuransi dalam APBD perubahan nanti. Dengan besarnya pemberdayaan masyarakat dalam menangani Covid -19 diharapkan Covid-19 di Bantul cepat berlalu.
Koordinator FPRB Bantul, Waljito, mengatakan FPRB merupakan garda depan penanganan bencana alam di desa-desa. Pihaknya ingin turut membantu menangani bencana non alam Covid-19 tanpa harus mengorbankan diri. Sejauh ini masyarakat termasuk FPRB banyak yang belum mengetahui terkait tata cara dan prosedur penanganan Covid-19, terutama dalam menangani jenazah dari pasien Covid-19 serta sterilisasi. “Kami relawan ingin ikut membantu tapi tanpa harus mengorbankan diri. Bimtek ini dalam rangka itu,” kata Waljito.
Sementara soal imbauan protokol kesehatan Covid-19 diakuinya selalu dilakukan FPRB karena FPRB juga masuk dalam Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 tingkat desa.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Program muliakan anak yatim dengan BesTeam (Bestian Sama Yatim) digulirkan Dompet Dhuafa sebagai bagian rangkaian Tahun Baru Islam 1448 H.
GPI 2026 menempatkan Islandia sebagai negara paling damai dan Rusia paling tidak damai. Indonesia berada di peringkat ke-69 dunia.
Komisi C DPRD DIY berharap Transfer ke Daerah (TKD) dari pemerintah pusat untuk 2027 naik minimal 10%. Tambahan dana tersebut dinilai dibutuhkan untuk menutup k
Hindari malware di Android dengan mengunduh aplikasi dari sumber resmi, memeriksa izin akses, dan mengaktifkan Google Play Protect.
Enam Jembatan Garuda telah selesai dibangun di Gunungkidul. Infrastruktur ini disiapkan untuk memperkuat akses warga, terutama saat musim hujan.
Persib Bandung masih dibayangi rekor tanpa kemenangan di kandang Persija Jakarta sejak 1986 dalam pertandingan kompetisi resmi.