Rapat Darurat FIFA Digelar Kritik terhadap Infantino Kian Menguat
FIFA menggelar rapat darurat di Maroko setelah rencana komersialisasi Piala Dunia memicu kritik dari Arsene Wenger, UEFA, hingga Pangeran Ali Yordania.
ilustrasi difabel./IST-wikipedia
Harianjogja.com, BANTUL - Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Bantul memastikan tidak membeda-bedakan penerima bantuan sosial (bansos) sapu jagat untuk warga dan penyandang difabel. Sebab, dasar pemberian bansos adalah berdasarkan musyawarah desa (musdes) bukan didasarkan kondisi penerima.
Kepala Dinsos P3A Bantul, Didik Warsito, mengatakan, bansos diberikan kepada seluruh warga yang berhak, didasarkan kepada kepada hasil musdes. Baik itu warga biasa maupun penyandang disabilitas.
“Jadi tidak hanya teman-teman difabel. Semua yang terdaftar sesuai dengan hasil musdes akan menerimanya,” katanya, Minggu (6/9/2020).
Kepala Bidang Bantuan dan Jaminan Sosial,Dinsos P3A Bantul, Anwar Nur Fahrudin menambahkan, kuota pencairan bansos sapu jagat pada Agustus hingga Oktober ada lebih dari 5.000 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang mendapatkan penyaluran bantuan senilai dana sebesar Rp300.000 per bulan untuk Agustus hingga Oktober.
Besaran pencairan bansos sapu jagat kali ini lebih kecil dibandingkan tahap I dan II. Sebab, ada total 8.984 KPM penerima bansos yang mendapatkan. “Untuk bulan Mei, Juni dan Juli lalu adalah senilai Rp600.000 per bulan. Adapun untuk bansos kali ini semua adalah KPM baru,” katanya.
Sementara, meski tidak ada perbedaan untuk kaum penyandang disabilitas, Didik mengungkapkan, tetap ada kegiatan-kegiatan yang dilakukan langsung oleh jawatannya kepada kelompok masyarakat penyandang disabilitas. Sebab, saat ini laporan dari masyarakat penyandang disabilitas terdampak pandemi Covid-19 telah masuk.
Termasuk pelaksanaan program Boga Sehat yang tidak ikut direfocusing. Adapun anggaran yang disediakan untuk program tersebut adalah sebesar Rp6 miliar.
“Program ini bekerjasama dengan PKK Desa, tidak dipangkas tetap berjalan,” paparnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
FIFA menggelar rapat darurat di Maroko setelah rencana komersialisasi Piala Dunia memicu kritik dari Arsene Wenger, UEFA, hingga Pangeran Ali Yordania.
Tekanan angin ban yang terlalu rendah atau terlalu tinggi dapat membuat mobil boros BBM dan meningkatkan risiko kecelakaan. Simak tekanan ban ideal dan manfaat
Mitchell Baker dan Wing Naing Tun sama-sama 4 gol di puncak top skor Piala AFF 2026. Paulo Josue, Than Paing, dan Nguyen Dinh Bac menyusul dengan 3 gol.
Nokia 1100 masih menjadi ponsel terlaris sepanjang sejarah dengan penjualan 250 juta unit. Simak daftar 20 ponsel paling laris di dunia versi Visual Capitalist.
Pembangunan Tol Jogja-Solo mencapai 98%. Jasa Marga menambah akses exit Tol Purwomartani menuju Bokoharjo yang ditargetkan fungsional saat Lebaran 2027.
CDC menyelidiki wabah salmonella terkait cabai jalapeno yang menyebabkan 345 orang sakit di 27 negara bagian AS dan 36 dirawat di rumah sakit.