Sultan HB X Jogja: Sragen Saudara Tua DIY, Jejak Mataram Harus Dijaga
Sri Sultan HB X menyebut Sragen sebagai saudara tua DIY karena jejak sejarah Mataram. Hubungan budaya ini diminta terus dijaga.
Petugas melayani peserta BPJS Kesehatan di Kantor BPJS Kesehatan Cabang Sleman dengan memerhatikan protokol kesehatan pencegahan Covid-19, belum lama ini./Harian Jogja-Abdul Hamid Razak
Harianjogja.com, SLEMAN—Tumini, 50, warga Tridadi, Sleman, merasa nyaman menjadi peserta BPJS Kesehatan. Baginya menjadi peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), ibarat pepatah mencegah lebih baik daripada mengobati.
Selama ini Tumini mengaku tidak memiliki penyakit berat seperti jantung, kanker, diabetes dan sejenisnya. Ia bersyukur diberi kekuatan tubuh yang baik sehingga kondisi kesehatannya juga baik. "Kalau sakit ya Alhamdulillah yang ringan-ringan. Itu saya syukuri," katanya, belum lama ini.
Meskipun begitu, bukan berarti Tumini enggan menjadi peserta BPJS Kesehatan. Ia tetap mendaftarkan diri sebagai peserta JKN untuk berjaga-jaga. "Sebagai manusia, kita tidak tahu apa yang terjadi nanti. Maka, antisipasi tetap harus dilakukan. Toh ini juga program dari pemerintah," kata perempuan yang berprofesi sebagai guru sekolah dasar di Sleman ini.
Menjadi peserta BPJS Kesehatan, katanya, pesertanya akan banyak mendapatkan keuntungan dengan layanan kesehatan. Peserta tidak perlu bingung kalau sakit. Tinggal menuju ke fasilitas kesehatan (Faskes) untuk memeriksakan diri. "Kalau rawat inap juga tidak perlu memikirkan biaya. Tentunya sesuai prosedur," katanya.
Apalagi, ujar Tumini, tidak ada pembedaan pelayanan baik peserta yang ditanggung oleh pemerintah maupun yang mandiri. Meskipun iuran yang dibayarkan tergolong murah, namun pelayanan yang diberikan masih baik. "Itu yang saya rasakan. Tapi saya tetap berharap agar peningkatan layanan terus dilakukan BPJS Kesehatan agar masyarakat atau peserta benar-benar menerima manfaat kepesertaan dengan baik," katanya.
Ia tidak menyalahkan kalau masih ada warga yang belum mendaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan. Selain mungkin belum mendapatkan informasi secara utuh, kemungkinan lain mereka belum menyadari manfaat menjadi peserta. "Kadang orang merasa sehat terus nggak mau jadi peserta. Itu memang haknya dia. Tapi siapa yang bisa menjamin manusia akan selalu dalam keadaan sehat-sehat saja. Makanya, saya juga jadi peserta karena saya sadar itu," katanya.
Misalnya, jika yang belum menjadi peserta suatu waktu jatuh sakit kemudian menjalani rawat inap pastinya akan butuh biaya pengobatan. Bisa jadi, biaya yang dikeluarkan akan memengaruhi kondisi keuangan keluarga. "Nah kalau sudah kepentok seperti itu, siapa yang direpotkan?," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sri Sultan HB X menyebut Sragen sebagai saudara tua DIY karena jejak sejarah Mataram. Hubungan budaya ini diminta terus dijaga.
Road trip makin populer di 2026. Simak 5 tips persiapan sebelum perjalanan jarak jauh
Prabowo menyebut negara menanggung penuh iuran JKN bagi 96,8 juta warga tidak mampu dan membangun 66 RSUD di berbagai daerah.
Kemendagri membuka Program Masadagri Batch III 2026 dengan 65 posisi magang di 12 unit kerja. Pendaftaran dibuka 15-19 Agustus 2026 untuk mahasiswa D4 dan S1.
Festival seni rupa ARTJOG kembali digelar di Jogja National Museum (JNM), Yogyakarta. Berlangsung sejak 19 Juni hingga 30 Agustus 2026
Desain iPhone 17 Pro kini menginspirasi HP Android. Huawei Nova 16 SE, Itel Power 80, HMD Asha 305, dan Oppo A7 Pro Max hadir dengan harga mulai Rp1 jutaan.