Jadwal KRL Solo-Jogja Jumat 22 Mei 2026, Tarif Rp8.000
Jadwal KRL Solo–Jogja Jumat 22 Mei 2026 kembali normal. Cek jam keberangkatan lengkap dari Palur hingga Tugu Jogja.
Petugas melayani peserta BPJS Kesehatan di Kantor BPJS Kesehatan Cabang Sleman dengan memerhatikan protokol kesehatan pencegahan Covid-19, belum lama ini./Harian Jogja-Abdul Hamid Razak
Harianjogja.com, SLEMAN—Tumini, 50, warga Tridadi, Sleman, merasa nyaman menjadi peserta BPJS Kesehatan. Baginya menjadi peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), ibarat pepatah mencegah lebih baik daripada mengobati.
Selama ini Tumini mengaku tidak memiliki penyakit berat seperti jantung, kanker, diabetes dan sejenisnya. Ia bersyukur diberi kekuatan tubuh yang baik sehingga kondisi kesehatannya juga baik. "Kalau sakit ya Alhamdulillah yang ringan-ringan. Itu saya syukuri," katanya, belum lama ini.
Meskipun begitu, bukan berarti Tumini enggan menjadi peserta BPJS Kesehatan. Ia tetap mendaftarkan diri sebagai peserta JKN untuk berjaga-jaga. "Sebagai manusia, kita tidak tahu apa yang terjadi nanti. Maka, antisipasi tetap harus dilakukan. Toh ini juga program dari pemerintah," kata perempuan yang berprofesi sebagai guru sekolah dasar di Sleman ini.
Menjadi peserta BPJS Kesehatan, katanya, pesertanya akan banyak mendapatkan keuntungan dengan layanan kesehatan. Peserta tidak perlu bingung kalau sakit. Tinggal menuju ke fasilitas kesehatan (Faskes) untuk memeriksakan diri. "Kalau rawat inap juga tidak perlu memikirkan biaya. Tentunya sesuai prosedur," katanya.
Apalagi, ujar Tumini, tidak ada pembedaan pelayanan baik peserta yang ditanggung oleh pemerintah maupun yang mandiri. Meskipun iuran yang dibayarkan tergolong murah, namun pelayanan yang diberikan masih baik. "Itu yang saya rasakan. Tapi saya tetap berharap agar peningkatan layanan terus dilakukan BPJS Kesehatan agar masyarakat atau peserta benar-benar menerima manfaat kepesertaan dengan baik," katanya.
Ia tidak menyalahkan kalau masih ada warga yang belum mendaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan. Selain mungkin belum mendapatkan informasi secara utuh, kemungkinan lain mereka belum menyadari manfaat menjadi peserta. "Kadang orang merasa sehat terus nggak mau jadi peserta. Itu memang haknya dia. Tapi siapa yang bisa menjamin manusia akan selalu dalam keadaan sehat-sehat saja. Makanya, saya juga jadi peserta karena saya sadar itu," katanya.
Misalnya, jika yang belum menjadi peserta suatu waktu jatuh sakit kemudian menjalani rawat inap pastinya akan butuh biaya pengobatan. Bisa jadi, biaya yang dikeluarkan akan memengaruhi kondisi keuangan keluarga. "Nah kalau sudah kepentok seperti itu, siapa yang direpotkan?," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jadwal KRL Solo–Jogja Jumat 22 Mei 2026 kembali normal. Cek jam keberangkatan lengkap dari Palur hingga Tugu Jogja.
BMKG memprediksi hujan lebat masih berpotensi terjadi di sejumlah wilayah Jawa Tengah hingga akhir Mei 2026.
Ledakan tambang batu bara di Shanxi, China, menewaskan 82 pekerja. Operasi penyelamatan masih berlangsung hingga Sabtu.
PLN mengungkap kronologi blackout Sumatra yang dipicu gangguan transmisi di Jambi akibat cuaca buruk pada Jumat malam.
PSIM Jogja memperpanjang kontrak Jean-Paul Van Gastel karena dinilai sukses membangun filosofi permainan dan fondasi tim.
Prabowo memperluas proyek tambak produktif di Waingapu, Gorontalo, dan Pantura untuk memperkuat pangan dan membuka lapangan kerja.