Tim Gabungan Tangani Karhutla di Kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani
Meski api telah berhasil dikendalikan, petugas tetap melanjutkan proses mopping up atau penyisiran lokasi
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, JOGJA--Pemda DIY mulai memberlakukan sanksi sosial pada pelanggar protokol Kesehatan baik perorangan maupun pemilik atau pengelola tempat publik. Dari operasi yang dilakukan pada Selasa (8/9/2020) malam, terjaring setidaknya 176 pelanggar.
Kepala Satpol PP DIY, Noviar Rahmad, menjelaskan pada Selasa (8/9/2020) pihaknya melakukan operasi masker di dua titik yakni Tugu Jogja dan Nol Kilometer atau Kawasan Malioboro, pukul 20.00-23.00 WIB. “Hasilnya dari dua titik itu ada 176 orang pelanggar, sanksinya kami suruh menyapu jalan,” ujarnya, Rabu (9/9/2020).
BACA JUGA : Tak Cuma KTP Disita, Pelanggar Protokol Covid-19 di Sleman
Para pelanggar kata dia, kebanyakan membawa masker, namun tidak dipakai. hal ini turut diberikan sanksi karena pada operasi masker terdapat tiga kategori pelanggar protokol Kesehatan masker, yakni tidak membawa masker sama sekali, membawa masker tapi dikantongi dan memakai masker tapi tidak dengan benar.
Adapun sanksi yang diberikan yakni menyapu jalan selama 15 menit. Selain itu, pala pelanggar juga didata KTP-nya dan menandatangani surat pernyataan tidak akan mengulangi pelanggaran. Dari pendataan itu, tercatat pelanggar didominasi oleh warga DIY sendiri, meski ada juga wisatawan luar daerah bahkan ada yang dari Jepang.
Selain operasi pada perorangan, Satpol PP DIY juga telah melakukan operasi protokol Kesehatan pada tempat usaha. “Di wilayah Prawirotaman ada 10 kafe yang kami beri peringatan karena pengunjungnya tidak memakai masker dan jarak kursi berdekatan. Nanti kami lihat 1X24 jam kalau masih belum patuh akan ditutup sementara,” ungkapnya.
Operasi masker kata dia, akan dilakukan setiap hari dengan waktu dan lokasi yang tidak sama. Khusus untuk Sabtu dan Minggu, operasi masker difokuskan di Malioboro. Di tempat wisata lain juga akan dilakukan hal yang sama, hanya mungkin sanksinya berbeda. Ia mencontohkan jika di pantai, sanksinya yakni memungut sampah dengan kantong plastic yang telah disediakan.
BACA JUGA : Sleman Siapkan Sanksi untuk Pelanggar Protokol Kesehatan
Dari operasi masker tersebut, ia melihat pelanggar kebanyakan merupakan usia mahasiswa. Sebab itu ia mengimbau kepada kampus untuk memastikan mahasiswanya menerapkan protokol Kesehatan dimana pun berada, mengingat perkuliahan tatap muka kemungkinan akan segera dimulai.
Sekretaris Daerah DIY, Kadarmanta Baskara Aji, mengatakan saat dilakukan operasi masker ternyata masih banyak pelanggar protokol Kesehatan.
“Saya minta seluruh masyarakat mari kita bersama berpartisipassi tegakan protokol. Justru harusnya mereka tidak perlu dielekke tapi bisa saling mengingatkan satu sama lain,” ujarnya.
Operasi kata dia, akan diteruskan di tempat-tempat yang berpotensi kerumunan tinggi, seprti tempat wisata, mall, pasar, tempat nongkrong dan lainnya. “Tempat nongkrong seperti di 0 Km yang tempat duduk ditempati tiga orang, padahal sudah diberi tanda tidak boleh diduduki,” ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Meski api telah berhasil dikendalikan, petugas tetap melanjutkan proses mopping up atau penyisiran lokasi
Janice Tjen mengaku bersyukur kembali tampil di US Open 2026 meski langkahnya di nomor ganda putri terhenti usai kalah dari Aldila Sutjiadi.
Jaguar Land Rover akan memangkas 4.000 karyawan atau 10% tenaga kerja global akibat persaingan mobil China, tarif impor AS, dan tekanan industri otomotif global
Pieter Huistra mengevaluasi kekalahan PSS Sleman dari Bali United pada laga perdana Super League 2026/2027. Super Elja kini fokus berbenah jelang menghadapi Mad
Advokat Shri Hardjuno Wiwoho meminta standar pembuktian RUU Perampasan Aset diperjelas agar tak membebani masyarakat dan tetap menjamin kontrol pengadilan.
Pelajari fitur kamera tersembunyi di Samsung Galaxy, iPhone, dan Google Pixel agar hasil foto lebih tajam, profesional, dan maksimal tanpa perlu kamera mahal.