Jadwal SIM Keliling Jogja 11 Juli 2026, Ada Layanan Malam
Jadwal SIM Keliling Jogja Juli 2026. Berikut rincian layanan yang bisa dimanfaatkan:
Suasana di Kantor Layanan BPJS Kesehatan Cabang Sleman yang menerapkan protokol kesehatan, beberapa waktu lalu./Harian Jogja-Abdul Hamid Razak
Harianjogja.com, SLEMAN—Edy Wahyudi, warga Kalurahan Purwomartani, Kapanewon Kalasan, bersyukur bisa menjadi peserta BPJS Kesehatan. Meskipun hanya menjadi tenaga kebersihan sebuah kantor di Kalasan, ia tetap memerhatikan masalah kesehatan.
Edy, sapaan akrabnya, bercerita selama ini hanya menggunakan layanan BPJS Kesehatan sesekali waktu. Itupun bukan untuk layanan pemeriksaan penyakit berat. "Alhamdulillah hanya penyakit biasa saja. Kalau pas enggak enak badan biasa periksa ke Puskesmas," kata Edy saat ditemui Harian Jogja di kantornya, Kamis (1/10/2020).
Edy menunjukkan kartu kepesertaan BPJS Kesehatan yang ia peroleh dari kantor. Untuk kepesertaan BPJS Kesehatan, semua diurus oleh kantor. Tidak hanya dirinya yang didaftarkan, tetapi istri dan kedua anaknya juga diikutsertakan dalam program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) itu. "Saya terdaftar di kelas I, setiap bulan dipotong gaji untuk membayar iuran BPJS Kesehatan, biar tidak ada tunggakan," katanya.
Edy mengatakan selama memanfaatkan layanan BPJS Kesehatan ia mengaku tidak pernah ada perbedaan antara pasien umum dengan pasien BPJS. Sebab, faskes pertama tempat ia mendapatkan pelayanan juga memberikan layanan bagi semua masyarakat. "Tidak ada pembedaan, mana yang pemegang kartu BPJS Kesehatan dan mana yang pasien umum. Itu yang saya rasakan. Kebetulan faskes pertama saya di Puskesmas Kalasan," ujarnya.
Edy juga mengaku jika selama ini pelayanan kesehatan menggunakan BPJS Kesehatan juga baik. Asal semua sesuai prosedur, maka tidak akan ada kesulitan untuk mendapatkan pelayanan BPJS Kesehatan, terutama masalah pembayaran iuran.
Menurutnya, keberadaan program JKN BPJS Kesehatan sebenarnya sangat membantu masyarakat. Hanya, masyarakat sering lupa membayar iuran. Akibatnya, tunggakan iuran yang belum dibayar justru menyulitkan masyarakat saat hendak berobat ke fasilitas kesehatan.
Dia juga memahami, banyak pemahaman yang keliru di masyarakat. Di mana saat hendak berobat atau rawat inap baru mengurus kepesertaan BPJS Kesehatan. Setelah selesai dirawat, mereka lupa untuk membayar kewajibannya (iuran bulanan). "Ketika hendak berobat lagi, ada tunggakan akhirnya tidak bisa. Harus melunasi tunggakannya lebih dulu. Kalau tidak ya mendaftar sebagai pasien umum," katanya.
Oleh karena itu, dia mengajak masyarakat yang belum menjadi peserta BPJS Kesehatan hendaknya ikut menjadi peserta program JKN karena manfaatnya lebih besar dibandingkan tidak menjadi peserta. "Kemudian yang sudah menjadi peserta hendaknya juga rutin membayar iuran. Kalau tertib bayar iuran lebih enak," kata Edy.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jadwal SIM Keliling Jogja Juli 2026. Berikut rincian layanan yang bisa dimanfaatkan:
Piala AFF 2026 memasuki fase semifinal! Singapura vs Thailand dan Malaysia vs Vietnam. Thailand lolos dengan nilai sempurna, Vietnam juara Grup A. Cek jadwal le
Honor resmi luncurkan Robot Phone dengan gimbal titanium terkecil di industri. Kamera 200 MP bisa bergerak 4 arah, rekam 4K, dan punya 100 ekspresi wajib.
Putri Anne mengaku kembali menjadi murid Yesus saat menjawab pertanyaan netizen soal hijab. Ia juga buka suara mengenai pandangannya terhadap pernikahan setelah
Petenis Indonesia Janice Tjen masuk unggulan ke-32 Cincinnati Open 2026. Status ini membuatnya langsung lolos ke babak kedua. Simak jadwal dan daftar pesaingnya
Cristiano Ronaldo kembali ke Al Nassr usai menikahi Georgina Rodriguez. Rambut emas barunya jadi sorotan, sementara target 1.000 gol menantinya di musim 2026/20