Emas Antam Tembus Rp2,65 Juta/Gram, Ini Daftar Harga Terbaru
Harga emas Antam naik jadi Rp2.655.000 per gram. Simak daftar lengkap harga emas UBS dan Galeri24 terbaru hari ini.
Dewan Pertimbangan Partai NasDem Sleman Sri Muslimatun yang juga Calon Bupati Sleman, pada kegiatan NasDem beberapa waktu lalu./Harian Jogja-Abdul Hamid Razak
Harianjogja.com, SLEMAN - Peningkatan kesejahteraan masyarakat Sleman dinilai belum maksimal. Salah satu faktornya karena pembangunan yang belum merata. Inilah yang disorot calon bupati Sleman Nomor Urut 2, Sri Muslimatun.
Menurut pakar kesehatan masyarakat itu, sudah saatnya Sleman merealisasikan pembangunan dari dusun. Percepatan pembangunan meliputi sarana dan prasarana hingga infrastruktur dusun harus dibangun untuk pemerataan.
"Sudah saatnya menjadikan masyarakat di dusun-dusun sebagai subjek pembangunan. Dengan fokus pembangunan mulai dari dusun, target pemerataan dapat terlaksana. Konsep ini akan memberi peluang ekonomi lokal berkembang," katanya Minggu (11/10/2020).
Sri Muslimatun yang berpasangan dengan Amin Purnama (MuliA) meyakini, pembangunan dari dusun merupakan fondasi untuk pembangunan skala makro. "Realisasi program pembangunan yang besar, kita sukseskan dulu program-program kecil berbasis masyarakat. Ini harus dimulai dari dusun," jelasnya.
Baca Juga: Selain Tepat Pemakaian, Nakes Juga Harus Tepat dalam Melepaskan APD
Lebih lanjut, jika dusun memiliki infrastuktur dan sarana prasarana yang baik, kegiatan ekonomi lokal akan mudah berkembang. Nantinya, setiap dusun memiliki anggaran sendiri, memilki badan usaha milik dusun, bank sampah dusun hingga balai budaya milik dusun.
"Semua potensi dusun digali agar bisa dikembangkan menjadi kekuatan ekonomi dusun. Membangun dusun sampai wangun. Itu menjadi salah satu fokus yang akan kami lakukan," katanya.
"Saya yakin, warga dusun di Sleman mampu mandiri, lebih sehat, bersih, rapi dan indah," tambah Cabup yang diusung PKS, Golkar dan NasDem tersebut.
Di kesempatan terpisah, Ketua DPW NasDem DIY, Subardi mengajak masyarakat untuk cermat memilih pemimpin yang berpengalaman. Subardi mengingatkan, masa jabatan kepala daerah hasil Pilkada 9 Desember 2020 secara efektif hanya tiga tahun sebahaimana diatur dalam UU 10/2016 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati dan Wali Kota.
Baca Juga: Bawaslu RI Sudah Temukan 1.500 Pelanggaran Pilkada
Dengan masa dinas efektif tiga tahun, masyarakat diimbau selektif memilih pemimpin. Perlu memperhatikan kemampuan dan pengalaman di bidang pemerintahan. Jika tidak, risikonya daerah tersebut sulit maju, bahkan mengalami kemunduran.
"Ini bukan soal kesempatan yang sama untuk memimpin daerah. Tetapi dengan hanya tiga tahun, kandidat dengan jam terbang tinggi lebih dibutuhkan," ucap Anggota Komisi VI DPR RI itu.
Pilkada Sleman diikuti oleh tiga pasangan. Dari ketiga pasangan, hanya Sri Muslimatun merupakan petahana wakil bupati yang menjabat sejak tahun 2015.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Harga emas Antam naik jadi Rp2.655.000 per gram. Simak daftar lengkap harga emas UBS dan Galeri24 terbaru hari ini.
Simak rekomendasi 9 mobil van terbaik di Indonesia mulai dari Wuling Formo, Gran Max, Hiace Premio hingga Mercedes-Benz V-Class. Cocok untuk keluarga maupun bis
CEO OpenAI Sam Altman menyebut dunia telah memasuki era singularitas AI. Pernyataan itu memicu perdebatan baru tentang manfaat dan risiko kecerdasan buatan bagi
Satpol PP dan Dishub Bantul menemukan 11 pelanggaran penyelenggaraan parkir. Tiga kendaraan yang parkir di area terlarang depan IGD RSUD Panembahan Senopati jug
Penelitian mengungkap keterikatan emosional terhadap mantan pasangan bisa bertahan lama. Rata-rata seseorang membutuhkan sekitar empat tahun agar perasaan itu b
Piala Dunia 2030 terancam boikot negara-negara Eropa setelah UEFA mengecam rencana FIFA membentuk FIFA Forward Enterprise untuk mengelola hak komersial turnamen