Persija vs Persib Hari Ini, Prediksi Skor dan Line Up
Persija vs Persib tersaji di Liga 1 2026. Simak jadwal, line up, head to head, dan prediksi skor laga panas ini.
Warga memasang spanduk imbauan agar jalanan Kaliurang tidak dijadikan area kebut-kebutan motor berknalpot blombongan./Ist
Harianjogja.com, SLEMAN - Suara bising dari knalpot blombongan dalam dua bulan terakhir meresahkan warga Kaliurang. Warga pun memasang spanduk di titik-titik strategis agar pengunjung tetap mematuhi aturan lalu lintas.
Heru Nur Susanto, warga Kaliurang mengatakan pemasangan spanduk tersebut sebagai bentuk keresahan warga. Mereka terganggu dengan suara berisik dari knalpot blombongan dari berbagai klub motor yang hampir setiap hari melintasi jalan Kaliurang. Pemasangan spanduk tersebut bertujuan agar mereka yang berkunjung ke Kaliurang tetap mengedepankan etika dan ketertiban berlalu lintas.
"Terutama Sabtu-Minggu sampai malam. Sering kami dengar motor dengan knalpot blombongan berombongan blayer-blayer. Mengganggu sekali," katanya kepada Harian Jogja, Kamis (15/10/2020).
Fenomena itu, katanya, sudah terjadi dalam dua bulan terakhir. Bahkan jalanan menuju kawasan Kaliurang yang meliuk-liuk juga acap kali dijadikan kebut-kebutan. Terutama malam hari saat kondisi sepi. "Mereka yak yakan, tapi bukan balap liar. Kebanyakan usia remaja, anak SMA ke atas. Ada juga yang terlihat mengambil video flog di setiap tikungan," katanya.
Baca Juga: Dukung Penanganan Virus Corona, YouTube Hapus Konten Antivaksin
Heru mengatakan, aksi-aksi klub motor tersebut juga berpotensi menimbulkan kecelakaan lalu lintas. Pekan lalu, katanya, ada dua pemotor yang sempat jatuh dari motor akibat aksi liarnya. Meskipun tidak menimbulkan korban jiwa, namun aksi tersebut tetap membuat warga was-was.
"Rabu pekan lalu warga kembali menegur rombongan ini. Tetapi malah blayer-blayer. Kami kejar, ketangkap lalu kami serahkan ke pos polisi," jelas Heru.
Dia berharap ada tindakan tegas dari aparat kepolisian. Warga mengusulkan agar polisi melakukan sweeping knalpot blombongan di Kaliurang. Selain untuk menjaga kondusifitas Kaliurang sebagai destinasi wisata unggulan, sweeping knalpot blombongan juga bertujuan untuk ketertiban berlalu-lintas.
Baca Juga: Omnibus Law Disahkan, Pekerja Wajib Perhatikan 4 Hal Ini
"Warga sudah resah, kalau masih seperti ini mereka siap untuk turun tangan. Sebenarnya sudah kami komunikasikan dengan kepolisian. Hari ini petugas kepolisian sudah datang ke lokasi, kami berharap agar ada sweeping dari pihak kepolisian," katanya.
Terpisah, Kapolsek Pakem AKP Chandra Lulus Widiantoro akan memerintahkan seluruh Bhabinkamtibmas untuk segera berkoordinasi dengan perangkatan desa. "Ini untuk menjaga kearifan lokal dan tentunya memberikan himbauan kepada para komunitas roda empat yang dilengkapi knalpot yang menimbulkan suara bising," kata Chandra.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Persija vs Persib tersaji di Liga 1 2026. Simak jadwal, line up, head to head, dan prediksi skor laga panas ini.
Hari Keluarga Internasional 2026 menyoroti dampak ketimpangan sosial terhadap kesejahteraan anak dan kondisi keluarga.
Enam wakil Indonesia gugur di Thailand Open 2026. Leo/Daniel dan Hira/Jani jadi harapan terakhir menuju semifina
PSEL Regional DIY mundur hingga 2028, DLH Sleman bentuk pendamping pengelolaan sampah di 17 kapanewon dan 86 kalurahan.
Simak daftar lengkap jalur Trans Jogja aktif beserta tarif terbaru dan sistem pembayaran nontunai di Yogyakarta.
Dengan cakupan rute yang menjangkau wilayah Sleman hingga kawasan barat Kota Jogja, operasional Bus DAMRI Jogja–YIA diharapkan dapat mendukung mobilitas penumpa