2.790 Relawan Sleman Kini Terlindungi BPJS Ketenagakerjaan
Sebanyak 2.790 relawan bencana Sleman kini terlindungi BPJS Ketenagakerjaan. Pemkab beri jaminan keselamatan dan perlindungan kerja.
Supriyati, warga Kalurahan Widodomartani, Kapanewon Ngemplak, menunjukkan kartu BPJS Kesehatan miliknya, Senin (19/10/2020)/Harian Jogja-Abdul Hamid Razak
Harianjogja.com, SLEMAN—Kehadiran Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Salah satunya oleh Supriyati, warga Kalurahan Widodomartani, Kapanewon Ngemplak, Sleman.
Dia menjadi peserta mandiri Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) segmen Peserta Bukan Penerima Upah (PBPU) sejak tujuh tahun lalu. Saat melahirkan anak keduanya lima tahun lalu di rumah sakit, ia tidak terlalu pusing memikirkan biaya dari persalinannya. "Soalnya saya sudah menjadi peserta JKN dan semuanya ditanggung oleh BPJS kesehatan," katanya, Senin (19/10/2020).
Selama berobat menggunakan kartu BPJS Kesehatan ia mengaku tidak pernah merasa kecewa. Layanan fasilitas pertama bahkan rujukan ke rumah sakit juga dinilai baik. Ia merasa tidak ada perbedaan pelayanan antara kelas 1, 2 dan 3 atau dengan peserta umum lainnya. "Jadi itu yang saya rasakan selama ini. Menjadi peserta BPJS Kesehatan sangat berguna sekali manfaatnya," kata Yati sapaan akrabnya.
Dia menilai keuntungan yang diperoleh menjadi peserta BPJS Kesehatan tidak sebanding dengan iuran yang selama ini dikeluarkan. "Kebetulan saya ikut yang program kelas tiga. Saya merasa kesehatan saya terjamin dengan menjadi peserta BPJS Kesehatan," katanya.
Menurut Yati, kalau masih ada yang meragukan program jaminan kesehatan ini tentunya perlu harus diluruskan. Biasanya, kata dia, orang yang masih belum menjadi peserta jaminan kesehatan ini belum kepepet. "Nanti kalau kepepet dan tahu manfaatnya, pasti akan berpikir ulang. Toh, tidak ada yang menjamin orang bisa dalam kondisi sehat terus," ujarnya.
Dia mengatakan jika suatu saat seseorang jatuh sakit dan membutuhkan penanganan operasi, pasti akan butuh biaya pengobatan yang tidak sedikit. Biaya yang dikeluarkan bisa saja mempengaruhi kondisi keuangan suatu keluarga. "Saya merasakan sediri. Makanya saya antisipasi dengan menjadi perserta," katanya.
Ia mengajak warga yang belum menjadi peserta agar segera menjadi peserta jaminan kesehatan ini. Termasuk yang berhenti agar segera mengurus kepesertaannya lagi agar kelak tidak kesulitan untuk mendapatkan pelayanan kesehatan. "Biar semua masyarakat tidak lagi memikirkan masalah biaya pengobatan karena semua ditanggung BPJS Kesehatan. Peserta tinggal rutin membayar iuran saja," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 2.790 relawan bencana Sleman kini terlindungi BPJS Ketenagakerjaan. Pemkab beri jaminan keselamatan dan perlindungan kerja.
Donald Trump membuka peluang bertemu kembali dengan Kim Jong Un pada November 2026 saat kunjungan ke Asia.
Dokter menjelaskan miom dan kista tertentu dapat ditangani dengan operasi tanpa mengangkat rahim melalui teknik bedah minimal invasif.
Harga buyback emas Antam hari ini Rp2,505 juta per gram, naik 6,14% sejak awal 2026 namun masih di bawah rekor Januari.
Bagi Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, pembangunan infrastruktur dalam beberapa tahun terakhir menjadi modal penting untuk mengakselerasi pertumbuhan ekonomi
Pembangunan ruas Kretek-Girijati yang dikenal sebagai Kelok 23 ditargetkan selesai pada akhir Agustus 2026. Meski konstruksi segera rampung.