Kuliah Gratis di PTN, Dosen Unisa Usul Skema Berkeadilan untuk PTS
Dosen Unisa Yogyakarta mengusulkan skema berkeadilan bagi PTS jika kuliah gratis di PTN diterapkan pemerintah.
Warga mendapat hukuman menyapu saat terjaring razia masker oleh Satpol PP DIY dan polisi di Ring Toad Utara, Depok, Sleman, Selasa (6/10/2020). Razia dan sanksi sosial kepada warga yang tidak mengenakan masker di luar rumah ini untuk meningkatkan kedisiplinan warga serta mengubah perilaku warga agar mematuhi protokol kesehatan untuk memutus rantai penyebaran Covid-19./Harian Jogja-Gigih M. Hanafi
Harianjogja.com, JOGJA—Akhir bulan ini, Jogja bakal disibukkan dengan kedatangan wisatawan saat libur panjang. Untuk itu, Dinas Pariwisata (Dispar) Kota Jogja memberikan imbauan bagi wisatawan yang akan datang ke Kota Jogja.
Kepala Dispar Kota Jogja, Maryustion Tonang punya beberapa pesan bagi para wisatawan yang tengah bersiap-siap bervakansi ke Kota Jogja. Hal yang wajib dilakukan selama mengunjungi Kota Jogja ialah menerapkan protokol kesehatan di setiap destinasi.
"Ya buat yang akan hadir di Kota Jogja, tentunya pengunjung atau wisatawan yang akan hadir di Jogja senantiasa menegakkan protokol kesehatan pencegahan dan pengendalian Covid-19," kata dia, Senin (19/10/2020).
Poin utama dalam penegakan yang disampaikan Tion, sapaan akrab Maryustion Tonang, adalah 4M. "Artinya memakai masker, mencuci tangan dengan air mengalir, menjaga jarak, dan menghindari kerumunan," ujar dia.
Dia mengatakan ratusan jasa bidang usaha pariwisata yang telah terverifikasi, terdiri dari destinasi wisata, hotel dan restoran. Bidang usaha yang terverifikasi telah dilengkapi beragam fasilitas mulai dari Kode QR, pemeriksaan suhu, wastafel dan berbagai fasilitas lain.
"Itulah sebenarnya rumusan-rumusan yang perlu diperhatikan bagi siapapun yang akan hadir ke Jogja, sehingga siapapun yang ada di Jogja merasa aman, merasa nyaman, dan bisa menikmati Jogja dengan tetap menerapkan protokol kesehatan," kata Tion.
Tion juga mewanti-wanti para wisatawan yang bakal berlibur di Jogja untuk tetap menerapkan kaidah-kaidah aturan yang berlaku di setiap destinasi wisata. "Wisatawan harus mengikuti kaidah-kaidah, norma-norma destinasi atau daya tarik di masing-masing obyek tersebut. Kalau destinasi diminta jaga jarak ya jarak, barcode ya barcode, jalan searah ya jalan searah, ikuti saja petunjuk tanda petunjuk ikuti saja karena itu bagian upaya menciptakan rasa aman bagi semua," ujar dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dosen Unisa Yogyakarta mengusulkan skema berkeadilan bagi PTS jika kuliah gratis di PTN diterapkan pemerintah.
Dinsos Kulonprogo mengingatkan penerima bansos wajib mendaftar Perlinsos karena aplikasi ini akan menjadi basis data penyaluran bantuan mulai 2027.
Muhammad Qodari membantah sejumlah tudingan terhadap Bakom, termasuk isu Timothy Ivan, rekrutmen PAN, dan anggaran media Rp60 miliar.
Menyusuri kawasan dalam benteng sambil mengayuh sepeda menjadi cara yang dipilih dalam Amazing Race bertajuk “Ngepit Jeron Benteng” pada Jogja World Heritage
Sebanyak 92.055 warga Gunungkidul terdampak kekeringan. Kapanewon Tepus menjadi wilayah terparah dengan 24.875 jiwa mengalami krisis air.
Disdag Jogja menggelar Gemati di 22 pasar selama Oktober 2026. Belanja minimal Rp20.000 berpeluang mendapat smartphone hingga sepeda.