Waspada, WHO Tetapkan Ebola Kongo-Uganda Darurat Kesehatan Global
WHO menetapkan wabah Ebola di Kongo dan Uganda sebagai darurat kesehatan global akibat risiko penyebaran lintas negara.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, SLEMAN--Penganiayaan terhadap pesepeda terjadi di Jogja.
Penyiraman cairan yang diduga air keras dialami tiga pesepeda di Jogja. Kejadian ini mengakibatkan ketiganya merasakan panas di kulit.
Salah satu korban, Della, menceritakan bahwa peristiwa yang kini ramai di media sosial itu terjadi pada Kamis (29/10/2020) sekitar pukul 6 pagi WIB.
Saat itu ia sedang menunggangi sepedanya seorang diri di kawasan tak jauh dari hotel Hyatt Regency Yogyakarta, Jalan Palagan Tentara Pelajar, Sariharjo, Ngaglik, Sleman.
"Kejadiannya waktu itu lagi gowes sendiri karena suami suruh jalan dulu, mereka temen-temen berangkat nyusul," kata Della kepada SuaraJogja.id-jaringan Harianjogja.com, Jumat (30/10/2020).
BACA JUGA: Arab Saudi Izinkan Jemaah Umrah Luar Negeri Masuk 1 November 2020
"Pas lagi jalan santai lampu merah setelah Hyatt itu tiba-tiba kayak ada yag siram cairan gitu, terus terasa panas banget di kulit," lanjutnya.
Namun, ia tak tahu pasti siapa pelakunya. Ketika disiram cairan panas tersebut, ia melihat pengendara sepeda motor melintas di sampingnya, tetapi karena pemotor tersebut melaju dengan santai, Della tak bisa memastikan dia sebagai pelakunya.
Cairan itu mengenai bagian paha dan pantat kanan Della. Akibatnya, ia merasakan panas di kulit.
Namun ia tak mengalami luka pada tubuhnya. Hanya saja, celana yang ia kenakan saat berolahraga pagi itu rusak.
"Untungnya hanya merusak celana. Mungkin kalau langsung ke kulit bisa melepuh," terang dia.
Kejadian serupa kemudian dialami dua pesepeda lainnya yang juga teman korban di waktu dan lokasi yang berbeda.
Menurut keterangan Della, korban kedua disiram cairan panas itu pada sekitar pukul 06.17 WIB, sedangkan korban ketiga pada pukul 06.40 WIB.
Meski terjadi di lokasi yang berbeda, insiden yang dialami ketiganya sama-sama berlokasi di wilayah utara Hyatt.
Korban kedua, juga perempuan, saat itu sedang bersepeda dengan dua teman perempuan lainnya, sementara korban ketiga bersama dengan suaminya.
"Yang tahu [pelakunya] malah korban 2. Katanya naik Vario merah," ungkap Della.
Saat ini, kata dia, kejadian ini telah dilaporkan saudara dari korban kedua ke polisi, begitu juga oleh teman-teman pegiat gowes lainnya.
Namun, Della sendiri mengaku belum menerima kabar kelanjutan dari pihak kepolisian.
"Ya semoga tidak terjadi hal-hal seperti ini karena sangat membahayakan dan semoga pelaku segera ketangkep," tuturnya.
Sementara itu, Kapolsek Ngaglik Kompol Tri Adi Hari Sulistia mengatakan, hingga Jumat pagi pihaknya belum mendapat laporan. Kendati begitu, kepolisian masih menyelidiki insiden penyiraman cairan panas yang dialami tiga pesepeda tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
WHO menetapkan wabah Ebola di Kongo dan Uganda sebagai darurat kesehatan global akibat risiko penyebaran lintas negara.
Sebanyak 9.000 onthelis dan onthelista dari berbagai penjuru Indonesia memeriahkan rangkaian International Veteran Cycle Association (IVCA) Rally
Rupiah melemah ke Rp17.717 per dolar AS dipicu ekspektasi suku bunga The Fed tinggi lebih lama dan sentimen geopolitik global.
Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Perguruan Tinggi (PPKPT) UPN Veteran Yogyakarta mengungkapkan ada tujuh dosen yang diduga terlibat kasus kekerasan se
Turnamen padel internasional FIP Bronze di Jogja diserbu lebih dari 200 peserta dan dorong sport tourism DIY.
Jadwal bola malam ini 22–23 Mei 2026: Arema vs PSIM, final Jepang U-17 vs China, hingga laga Eropa.