Kurangi Emisi Lintas Laju Urban, KAI Commuter Raih Penghargaan di JBBA
KAI Commuter Indonesia (KCI) Wilayah 6 dianugerahi penghargaan bergengsi dalam ajang Jogja Brand and Business (JBBA) 2026, Rabu (15/7)
Anggota Komisi VII DPR RI, Gandung Pardiman (kiri) bersama rombongan dari Kementerian ESDM dan direksi Pertamina saat mencoba pompa air berbahan bakar gas di kantor Dinas Pertanian, Pangan, Kelautan dan Perikanan (DPPKP), Selasa (3/11/2020)./Harian Jogja-Ujang Hasanudin
Harianjogja.com, BANTUL—Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (Ditjen Migas ESDM) bersama Anggota Komisi VI DPR RI, Gandung Pardiman, memberikan bantuan 500 pompa air untuk petani di Bantul. Bantuan pompa air berbahan gas tersebut dinilai lebih ramah lingkungan dan lebih hemat.
Kasi Pengadaan Pembangunan Infrastruktur Migas Ditjen Migas Kementerian ESDM, Mariani, mengatakan konversi bahan bakar minya ke gas untuk pompa air sudah diujicobakan di 2019 dan tahun ini mulai dibagikan kepada para petani.
Bantul mendapat 500 paket pompa air. Jumlah tersebut adalah bagian dari 10.000 paket yang dibagikan kepada para petani di 24 kabupaten dan kota se-Indonesia. Menurut dia sudah banyak testimoni dari para petani yang merasa terbantu dengan penggantian pompa dari yang tadinya menggunakan BBM (bahan bakar minyak) menjadi BBG atau bahan bakar gas.
“Tahun lalu sudah ada testimoni dari petani bisa menghemat 50 persen,” kata Mariani, disela-sela pembagian paket pompa air berbahan bakar gas di kantor Dinas Pertanian, Pangan, Kelautan dan Perikanan (DPPKP), Selasa (3/11/2020).
BACA JUGA:
Mariani mengatakan dari testimoni petani, pompa air untuk pengairan biasanya menggunakan bahan bakar minyak (BBM) sebanyak 7-8 liter selama tujuh jam. “Sementara dengan bahan bakar gas cukup dengan satu tabung gas ukuran tiga kulogram sehingga lebih hemat,” kata Mariani.
Dia berharap petani bisa memanfaatkan bantuan pompa air sebaik-baiknya.
Gandung Pardiman mengatakan dengan adanya konversi bahan bakar minya ke gas untuk pompa air dapat menekan biaya operasional petani dan harapannya petani bisa lebih sejahtera. Sebab kesejahteraan petani akan berbanding lurus dengan pertumbuhan ekonomi.
Menurut dia, sebenarnya konversi bahan bakar minya ke gas ini sudah digagas sejak 2016 lalu yang diujicobakan kepada nelayan dan hasilnya juga lumayan dapat menekan biaya operasional nelayan. Tahun depan komisinya juga akan mengusulkan kembali untuk memperbanyak bantuan paket motor kapal dan paket pompa air berbagah gas, “Pada 2021 nanti kami usulkan lagi ke Kementerian ESDM untuk menambah paket bantuan paling tidak 50 ribuan paket pompa air berbagah bakar gas,” kata Gandung.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
KAI Commuter Indonesia (KCI) Wilayah 6 dianugerahi penghargaan bergengsi dalam ajang Jogja Brand and Business (JBBA) 2026, Rabu (15/7)
Erupsi Gunung Anak Krakatau berdampak pada 2.961 penerbangan dan 341.000 penumpang hingga Senin (7/9).
Layanan SIM Keliling Ditlantas Polda DIY hadir di Kantor Kalurahan Condongcatur pada Selasa 8 September 2026 mulai pukul 08.30 WIB.
Layanan perpanjangan SIM di Kulonprogo pada Selasa 8 September 2026 hadir di PJR Temon, Mal Pelayanan Publik, dan Satpas 1450 Polres.
Layanan SIM Keliling SIMMADE Polres Gunungkidul hadir di Balai Kalurahan Wiladeg Karangmojo pada Selasa 8 September 2026 mulai pukul 09.00 WIB
Layanan perpanjangan SIM di Kota Jogja tersedia di SIM Keliling Alkid, MPP Balai Kota, Drive Thru Sijidtu, dan Satpas Polresta.