RSPS Bantul Raih ISO 27001:2022, Perkuat Keamanan Data Pasien
Sertifikasi ISO 27001:2022 ini menjadi bukti keseriusan RSUD Panembahan Senopati Bantul dalam memberikan layanan yang aman dan profesional
Anggota Komisi VII DPR RI, Gandung Pardiman (kiri) bersama rombongan dari Kementerian ESDM dan direksi Pertamina saat mencoba pompa air berbahan bakar gas di kantor Dinas Pertanian, Pangan, Kelautan dan Perikanan (DPPKP), Selasa (3/11/2020)./Harian Jogja-Ujang Hasanudin
Harianjogja.com, BANTUL—Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (Ditjen Migas ESDM) bersama Anggota Komisi VI DPR RI, Gandung Pardiman, memberikan bantuan 500 pompa air untuk petani di Bantul. Bantuan pompa air berbahan gas tersebut dinilai lebih ramah lingkungan dan lebih hemat.
Kasi Pengadaan Pembangunan Infrastruktur Migas Ditjen Migas Kementerian ESDM, Mariani, mengatakan konversi bahan bakar minya ke gas untuk pompa air sudah diujicobakan di 2019 dan tahun ini mulai dibagikan kepada para petani.
Bantul mendapat 500 paket pompa air. Jumlah tersebut adalah bagian dari 10.000 paket yang dibagikan kepada para petani di 24 kabupaten dan kota se-Indonesia. Menurut dia sudah banyak testimoni dari para petani yang merasa terbantu dengan penggantian pompa dari yang tadinya menggunakan BBM (bahan bakar minyak) menjadi BBG atau bahan bakar gas.
“Tahun lalu sudah ada testimoni dari petani bisa menghemat 50 persen,” kata Mariani, disela-sela pembagian paket pompa air berbahan bakar gas di kantor Dinas Pertanian, Pangan, Kelautan dan Perikanan (DPPKP), Selasa (3/11/2020).
BACA JUGA:
Mariani mengatakan dari testimoni petani, pompa air untuk pengairan biasanya menggunakan bahan bakar minyak (BBM) sebanyak 7-8 liter selama tujuh jam. “Sementara dengan bahan bakar gas cukup dengan satu tabung gas ukuran tiga kulogram sehingga lebih hemat,” kata Mariani.
Dia berharap petani bisa memanfaatkan bantuan pompa air sebaik-baiknya.
Gandung Pardiman mengatakan dengan adanya konversi bahan bakar minya ke gas untuk pompa air dapat menekan biaya operasional petani dan harapannya petani bisa lebih sejahtera. Sebab kesejahteraan petani akan berbanding lurus dengan pertumbuhan ekonomi.
Menurut dia, sebenarnya konversi bahan bakar minya ke gas ini sudah digagas sejak 2016 lalu yang diujicobakan kepada nelayan dan hasilnya juga lumayan dapat menekan biaya operasional nelayan. Tahun depan komisinya juga akan mengusulkan kembali untuk memperbanyak bantuan paket motor kapal dan paket pompa air berbagah gas, “Pada 2021 nanti kami usulkan lagi ke Kementerian ESDM untuk menambah paket bantuan paling tidak 50 ribuan paket pompa air berbagah bakar gas,” kata Gandung.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sertifikasi ISO 27001:2022 ini menjadi bukti keseriusan RSUD Panembahan Senopati Bantul dalam memberikan layanan yang aman dan profesional
Israel kembali menyerang armada bantuan Gaza di laut internasional. Puluhan kapal disita dan ratusan aktivis ditahan.
Jadwal KRL Solo–Jogja 20 Mei 2026 lengkap semua stasiun dari Palur ke Tugu. Cek jam berangkat terbaru dan tarif Rp8.000.
Pengurusan SKKH di Sleman masih sepi jelang Iduladha 2026. DP3 tingkatkan pengawasan karena ancaman PMK masih ada.
Lima WNI ditahan Israel saat misi kemanusiaan ke Gaza. Pemerintah RI mendesak pembebasan dan perlindungan.
UMKM di RTP Bulak Tabak Kulonprogo mengeluh sepi pembeli saat musim haji 2026, dampak ekonomi dari embarkasi belum terasa.