Dosen UKDW Jadi Juri Falling Walls Lab Yogyakarta 2026
Falling Walls Lab Yogyakarta 2026 merupakan hasil kolaborasi German Federal Foreign Office, German Academic Exchange Service (DAAD), UII, dan Euraxess
Calon Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo dan Calon Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa. /Ist-dok Tim Sukses.
Harianjogja.com, SLEMAN- Calon Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa memastikan pembangunan Sleman ke depan tetap menjaga kelestarian lingkungan hidup. Dalam debat Pilkada Sleman, Kamis (5/11/2020) malam, Danang Maharsa mendapatkan pertanyaan tentang upaya apa yang dilakukan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi namun tetap mempertimbangkan dampak lingkungan hidup.
Dengan pembawaan yang tenang dan lugas, Danang Maharsa menyebutkan dirinya dan Kustini Sri Purnomo akan mengembangkan dan memfasilitasi industri yang minim limbah dan ramah lingkungan. Salah satunya adalah usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).
Danang Maharsa menyebutkan keberadaan 54.671 UMKM di Sleman menjadi bukti majunya industri ekonomi kreatif di Sleman yang tetap harus mendapatkan pendampingan dari pemerintah daerah.
Baca juga: Kaca Mobil PMI Kulonprogo Pecah Dirusak Orang
"Nanti selain adanya stimulan untuk menumbuhkan UMKM baru, UMKM yang sudah ada akan kita berikan pelatihan dan pendampingan,” ujarnya.
Sektor kedua yang akan dikembangkan adalah jasa. Sektor Jasa diyakini Kustini Sri Purbomo dan Danang Maharsa adalah sektor yang bisa didorong untuk menumbuhkan ekonomi yang tetap berlandaskan prinsip ramah lingkungan hidup. "Sektor jasa ini juga minim menimbulkan limbah, sehingga kita akan dorong tumbuhnya ekonomi di sektor tersebut," katanya.
Kemudian sektor ketiga adalah potensi besar Kabupaten Sleman yang terbentang di wilayah Sleman yakni lahan pertanian. Ia menyadari Kabupaten Sleman menjadi penyangga ketahanan pangan di DIY. Oleh sebab Kustini Danang memastikan hal tersebut aman dan menyiapkan 18.000 hektar lahan pertanian pangan yang tidak akan dialihfungsikan.
Baca juga: Kasus Covid-19 DIY Kembali Pecah Rekor, Sekda: Harus Lebih Hati-Hati
"Kabupaten Sleman sudah ada Perda LP2B yang memastikan ketahanan pangan di Sleman tetap menjadi prioritas. Nantinya kami akan support bantuan alat pertanian dan subsidi lainnya untuk kembali menumbuhkan motivasi petani baik yang tua dan muda untuk menggarap sawahnya," terangnya.
Tantangan pembangunan infrastruktur dengan massifnya alihfungsi lahan, ditegaskan Danang Maharsa tidak bisa dihindari. Meskipun begitu, dirinya bersama Kustini Sri Purnomo memiliki solusi agar lahan pertanian pangan dan lahan konservasi tetap aman.
"Kami sangat konsen pada pembangunan yang tidak berdampak pada lingkungan hidup secara luas. Tentu dengan adanya Amdal, kita akan cermati hal itu dan tidak ada jalan pintas untuk itu," terangnya. (ADV)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Falling Walls Lab Yogyakarta 2026 merupakan hasil kolaborasi German Federal Foreign Office, German Academic Exchange Service (DAAD), UII, dan Euraxess
Dokter mengingatkan risiko konsumsi daging kurban berlebihan saat Idul Adha. Simak batas aman dan tips sehat agar terhindar hipertensi dan kolesterol.
Nilai TKA SD dan SMP 2026 resmi dibuka mulai pukul 13.00 WIB. Berikut cara cek hasil TKA di tka.kemendikdasmen.go.id.
UPNVY menerima 2.955 mahasiswa SNBT 2026. Teknik Kimia, Teknik Pertambangan, dan Ilmu Komunikasi jadi prodi paling ketat.
Bocoran Samsung Galaxy S26 FE muncul dengan desain mirip Galaxy S26, tiga kamera vertikal, dukungan Qi2, dan chipset Exynos 2500.
Sultan HB X dorong Raperda perfilman dan karst untuk lindungi budaya dan lingkungan Jogja secara berkelanjutan.